Sunday, May 20, 2018

Polemik Sebaris Nama dalam Dakwah


Oleh : Ummu Aqeela ( Pemerhati Media Sosial )


" Apa artinya sebuah nama " kalimat kutipan penyair William Shakespeare yang sering sekali kita mendengarnya. Seandainya tanpa kita beri nama setangkai mawar, dia tetap akan berbau harum, begitulah kira-kira filosofi dari kutipan kata tersebut. Berbeda dengan sekarang, sebuah nama menjadi sangat berarti dan sangat diperhitungkan terutama deretan nama-nama para ulama ataupun da'i di Indonesia. Karena baru-baru ini Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan rekomendasi 200 nama mubalig untuk menyiarkan kegiatan keagamaan Islam. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan rekomendasi itu dikeluarkan setelah pihaknya menerima banyak pertanyaan dari masyarakat terkait nama mubalig yang bisa mengisi kegiatan keagamaan mereka. Menurut Bapak Menteri, pada tahap awal, Kementerian Agama merilis 200 daftar nama mubalig. Tidak sembarang mubalig tapi yang hanya memenuhi tiga kriteria, yaitu: mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik, dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Bapak Menteri berharap rilis daftar nama mubalig ini bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses para penceramah yang mereka butuhkan. Langkah ini diharapkan akan memperkuat upaya peningkatan kualitas kehidupan beragama sesuai misi Kementerian Agama. Diketahui dalam 200 nama mubalig atau penceramah Indonesia terdapat nama-nama penceramah kondang yang sering muncul di layar kaca. Salah satunya yaitu Ustaz Yusuf Mansur, Ustazah Mamah Dedeh atau Dedeh Rosidah, Ustaz Aa Gym, Ustaz Said Aqil Siraj, Ustaz Arifin Ilham dsb. (Merdeka.com 18/05/2018)


Sayangnya, nama Ustad Abdul Somad, Ali Hidayat, Bachtiar Nasir, Felix Siauw, Haikal Hasan dan Zulkifli Ali yang dikenal sebagai ustad akhir zaman, tidak tercantum didalamnya. Inilah yang kemudian menyebabkan polemik di masyarakat. Karena nama-nama Mubaligh diatas yang dianggap berkompeten untuk umat tidak masuk dalam daftar rekomendasi Kemenag. Banyak yang berspekulasi tentang ketidak munculan nama-nama mubaligh tersebut dalam daftar Kemenag.




Dalam Islam sendiri sebuah nama sangatlah penting karena menyangkut indentitas serta kepribadian seseorang. Bagaimana kita mengenalnya dan berinteraksi dengannya jika kita tidak mengenal namanya. Berbeda di dalam dakwah apalah artinya sebuah nama, pangkat, jabatan, atau apapun yang melekat. Ketika apa yang terucap adalah kebenarannya hendaknya kita mempercayai dan meyakininya. Seperti yang disandarkan pada ucapan Ali bin Abi Thalib "Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi Apa yang disampaikan". Dan dakwah sendiri adalah kewajiban setiap umat baik laki-laki ataupun perempuan.

Allah pun berfirman :


كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾


“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110)

Didalam ayat diatas mengandung makna yaitu bahwa dakwah adalah kewajiban umat manusia untuk menegakkan yang ma'ruf dan melawan kemungkaran, dengan begitu Islam akan tetap bisa tegak dan eksis hingga akhir jaman. Ketika amar ma'ruf dan nahi mungkar menjadi kewajiban umat seluruhnya maka tidak etis ketika kita membebankan tugas itu hanya pada Ulama dan Mubaligh saja.

Karena dakwah adalah kewajiban setiap muslim sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Adapun keberadaan Ulama dan Mubaligh adalah sebagai tonggak dan penuntun umat. Pengertian Umat sendiri begitu luas yakni seluruh manusia mulai dari Individu/personal, masyarakat, bahkan negara. Negara sendiri adalah sebagai tingkatan tertinggi untuk memberikan wadah dan rasa aman untuk para pengemban dakwah. Bukan malah mengambil keputusan yang bisa berujung polemik dan dapat memecah belah umat. Semoga langkah yang dilakukan Kemenag bukanlah bagian  dari pembungkaman dakwah di Indonesia. Karena ketika suara para Ulama dan Mubaligh dibungkam untuk kepentingan tertentu maka kesesatan umatlah yang akan dihadapi. 




Tetaplah berjuang para Pengemban dakwah tetaplah yakin bahwa catatan nama yang sesungguhnya hanya di tangan ALLAH SWT. Tetap Istiqomah dengan apa yang diserukan, jika semua itu adalah kebaikan yang bersumber dari Allah. Jangan lelah membuka mata umat bahwa pemikiran dan hukum-hukum syariat itu harus diperjuangkan dan diterapkan jika keselamatan dunia dan akhirat yang diinginkan. Berjuang dalam kondisi apa pun dan dengan resiko terbesarpun, hingga Allah memenangkan dakwah ini. 




Wallahu'alam Bishowab. 


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!