Tuesday, May 22, 2018

Plat Merah Mudik


Oleh Bintunapan. S (Revowriter Karawang)


Ramadan sedang berjalan, mulai demi hari beranjak pergi.

Tak berubah dari biasa, mudikpun segera tiba masanya.

Perbekalan mulai disusun sejak dini. Dari pakaian, makanan, perhiasan, hingga kendaraan, smoga bukan pameran.


Salah satu hal penting yang mengahantarkan sampai ke kampung halaman memang kendaraan. Ada yang menggunakan umum ada pula kendaraan pribadi. Mulai avanza mobil sejuta ummat hingga mobil langka, bajaj misalnya. Serius..memang ada yang mudik mengendarai bajaj.


Ngomongin kendaraan, pasti ada plat nomornya. Ada yang hitam, itu tanda milik pribadi, ada yang merah yaitu milik negara. Atau biasa disebut kendaraan dinas. Siapa yang di fasilitasi ya sudah tentu pegawai negara.


Seharusnya kendaraan atau fasilitas milik negara hanya untuk digunakan pada kepentingan negara, tapi realitas yang ada, masih banyak fasilitas milik negara yang di gunakan untuk kepentingan pribadi. Seperti yang biasa kita lihat, banyak kendaraan mewah berplat merah yang terparkir di pusat pembelanjaan atau Mall- Mall, bahkan ada yang digunakan bermudik ria. 


Mereka sebenarnya mengetahui “hakekat” dari plat merah sendiri. Tapi terkadang mereka acuh tak acuh dengan hal itu. Ada saja oknum pejabat yang menggunakan plat merah untuk sekedar “pamer”. Fasilitas negara atau kendaraan negara yang termasuk mobil mewah ini digunakan karena kendaraan yang selalu terbaru atau up to date ,kendaraan yang tentunya masih mulus dan nyaman, bahan bakarnya memakai uang rakyat (gratis). 


Teringat sebuah kisah pada masa islam yang menjadi aturan hidup manusia.


Ada seorang Khalifah atau pemimpin negara istilahnya saat ini yang sangat pandai membedakan urusan keluarga dan mana urusan negara. Yang sangat takut, urusan keluarga bercampur urusan negara. Karena baginya itu adalah pengkhianatan juga menyalahgunakan kekuasaan. Ia yakin kekuasaannya akan dipertanggungjawabkan kelak di saat semua manusia ditanya oleh yang menciptakan. Saat harta, kekuasaan, usia untuk apa semua digunakan. Dialah  Umar Bin Khatab. Khalifah yang terkenal berani dan tegas memegang prinsip dan amanat  yang dipikulkan. Suatu malam saat ia mengerjakan tugas negara di ruang pribadinya dengan diterangi lampu minyak, ia menyelesaikan berkas-berkas negara. Datanglah saudaranya bermaksud menyampaikan sesuatu “Masalah keluarga atau masalah negara yang ingin kau sampaikan ?” tanya khalifah Umar “Masalah keluarga” jawab saudaranya seketika itu juga, lampu minyak di depannya ia matikan saudaranya heran : “Wahai khalifah, mengapa engkau matikan lampu itu ?” Umar menjawab dengan suara rendahnya : “Lampu minyak ini dibiayai oleh negara, tidak sepantasnya pembicaraan ini menggunakan fasilitas negara.” mendengar jawaban Umar, saudaranya terkejut dan hanya bisa diam merenungi perkataan Umar. 


Kisah ini adalah kisah nyata. Tentu

dicatat dalam sejarah manakala Islam mengatur urusan dunia. 


Kami merindukan Islam Kaffah, yang melahirkan pemimpin seperti Umar yang takutnya hanya kepada-Mu bahkan lampu minyakpun, cukup untuk membuatnya takut kepada-Mu.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!