Tuesday, May 1, 2018

Perpres Tenaga Kerja Asing, Mengancam Tenaga Kerja Pribumi




Oleh : Siti Saodah, S.Kom (Muslimah Peduli Negeri)

Belum lama ini rakyat Indonesia dihadiahkan terbitnya peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang tenaga kerja asing terkait penyederhanaan prosedur. Perpres tersebut sangat mempermudah tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dengan lebih cepat. Menurut Menteri Ketenagakerjaan yaitu Hanif Dhakiri, dia menjelaskan bahwa penyederhanaan prosedur yaitu dengan menghilangkan rekomendasi dari Kementerian atau Lembaga yang selama prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama. Lebih lanjut, menurut Hanif bahwa dengan terbitnya Perpres tersebut tidak akan membanjiri tenaga kerja asing di Indonesia karena tidak semua jabatan dapat di dududuki oleh tenaga kerja asing. Posisi yang hanya boleh diambil oleh tenaga kerja asing seperti Direksi, Komisaris dan jabatan lain yang memiliki keahlian khusus (09/04/18/m.detik.com).

Perpres Tenaga Kerja Asing Mengancam Tenaga Kerja Pribumi 

Penerbitan Perpres No. 20 Tahun 2018 sangat dikhawatirkan akan mengancam tenaga kerja pribumi karena persaingan kerja makin sulit sedangkan pengangguran di Indonesia makin bertambah setiap tahunnya. Seperti dilansir dari (kompas.com) diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto pada tahun 2017 jumlah pengangguran di Indonesia menjadi 7,04 Juta orang dari tahun sebelum 2016 adalah 7,03 Juta orang. Ini menjadi ironis karena masalah warga Negara yang mengganggur masih menjadi masalah yang serius di negeri kita. Alih – alih menyiapkan lapangan kerja, Pemerintah malah mengeluarkan Perpres PTKA yang berpotensi mengancam rakyat kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay di Jakarta(09/04/18).
Setiap tahunnya jumlah angka kerja di Indonesia akan semakin meningkat karena banyak lulusan sekolah menengah yang mencari kerja. Persaingan yang terjadi diantara Tenaga Kerja Pribumi terkadang semakin sulit karena mereka yang lulusan sekolah menengah harus bersaing dengan para sarjana pencari kerja. Sedangkan lapangan kerja di tengah masyarakat semakin sempit, persaingan yang ketat dan bahkan skill yang belum siap menjadi ancaman tersendiri bagi mereka tenaga kerja pribumi, ditambah lagi sekarang Pemerintah mengeluarkan Perpres yang memudahkan tenaga kerja asing kerja di Indonesia. Hal ini menjadi beban berat bagi para tenaga kerja pribumi karena tenaga kerja asing sangat dimudahkan oleh Pemerintah sedangkan Pribumi harus bersusah payah mencari kerja. Oleh karena  itu penerapan Perpres tersebut harus tetap diawasi dan dievaluasi setiap tahunnya agar penerapannya tidak sampai mengancam tenaga kerja pribumi.

Dampak Buruk Tenaga Kerja Asing  

Masuknya tenaga kerja asing yang dipermudah Pemerintah dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi warga pribumi. Kita dapat berkaca dari kasus bulan lalu terkait penyelundupan narkoba yang bernilai fantastis yang didatangkan dari luar Negara. Bahkan penyelundupan narkoba bisa dengan mudah masuk melalui tenaga kerja asing. Dampak buruk lainnya yaitu masuknya ideologi anti pancasila yang disusupkan melalui tenaga kerja asing. Timbulnya kecemburuan sosial warga pribumi terhadap tenaga kerja asing yang digaji lebih besar dari tenaga kerja pribumi yang bekerja kasar. Fakta dilapangan ditemui banyak tenaga kerja asing yang bekerja tidak sesuai dengan ijin dari Pemerintah bahkan banyak diantara mereka bekerja sebagai tenaga kerja kasar. Bahkan melalui tenaga kerja asing akan menimbukan dampak buruk lainnya yaitu maraknya miras, perilaku seks bebas dan pedofilia. Kemudian banyak kasus pedofilia terjadi dari orang – orang asing.

Kebijakan Tak Pro Rakyat 

Pemerintah yang seharusnya dapat memberikan lapangan kerja yang luas bagi warga pribumi kini telah memberikan pekerjaan tersebut kepada tenaga kerja asing. Pribumi dibiarkan bersaing dengan para tenaga kerja asing. Hal ini bukti pro nya kebijakan Pemerintah kepada tenaga kerja asing. Tenaga kerja asing dipermudah bekerja bahkan diberikan gaji yang melebihi tenaga kerja pribumi.

Islam Menutup Celah Penguasaan Asing 

Sesungguhnya islam akan menutup celah penguasaan asing atas kaum muslim. Islam tidak akan membiarkan orang kafir menguasi dirinya. Islam memerintahkan penguasa untuk memenuhi hak rakyatnya begitupun tentang lapangan kerja. Negara memiliki peran penting sebagai perisai yang akan melindungi rakyatnya dari bahaya yang mengancam. Pemimpin di dalam islam akan bertangungjawab atas rakyatnya baik laki – laki atau perempuan, muslim maupun non muslim. Bahkan pemimpin islam tidak akan membiarkan rakyatnya tidak memiliki lapangan kerja. Islam akan menjadi pelindung bagi rakyatnya dengan penerapan syariah islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupan.

Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!