Friday, May 11, 2018

Perempuan: Objek Eksploitasi Industri Ala Kapitalisme


Oleh : Bintunapan.S


Di era digitalisasi saat ini, apapun bisa dengan mudah diakses hanya dengan jemari. Tinggal klik maka berbagai informasi yang dicari akan muncul. Banjir informasi ini seringkali tak bisa kita saring, antara berita yang sesuai fakta atau berita yang sesuai pesanan pihak tertentu.

Jelaslah ini merupakan peran media, yang tentunya media tidaklah bebas nilai. Punya misi, membawa nilai nilai dan mengajarkan gaya hidup (life style) yang bersumber dari ideologi tertentu. Media mampu menjadi gambaran dari hasil sistem yang berlaku.

Perempuan objek eksploitasi media

Melalui media, kaum perempuan dijadikan objek sasaran berbagai produk kaum industrialis.

Tubuhnya dieksploitasi sebagai alat dongkrak penjualan produk.

Baik itu melalui iklan-iklan, maupun melalui promo langsung menawarkan produk barang ke konsumen atau yang biasa disebut dengan SPG ( Sales Promotion Girl).

Meskipun produknya kadang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perempuan. Dari mulai makanan ringan hingga oli pelumas motor, perempuanlah yang dijadikan sebagai penarik bagi sasaran pasar.

Kapitalisme nyata- nyata telah mengeksploitasi perempuan layaknya barang dagangan, yang punya nilai jual sebab kemolekan tubuhnya, lebih mulus lagi langkahnya karena sokongan media yang tentunya milik mereka.

Inilah nilai perwujudan pandangan ideologi Kapitalis yang mendasar pada paham kebebasan. Untuk meraup untung sebesar-besarnya.

Perempuan dalam  Islam

Tidak seperti Kapitalis yang menjadikan perempuan layaknya barang.

Islam justru menjadikan perempuan adalah kunci keberhasilan keluarga dan masyarakat.

Dalam kaidah Syara disebutkan; " Hukum asal seorang perempuan adalah sebagai ibu dan rabbatul bayt: perempuan adalah kehormatan yang wajib dijaga"

Artinya, perempuan dalam Islam tidaklah dibiarkan kehormatannya dirusak. Perempuan dengan berbagai amanah mulia.

Perempuan sebagai ibu bagi generasi, maka diberi hak untuk cerdas karena darinya lahir pelukis peradaban.

Perempuan diberi hak atas nafkah dirinya, hingga tidak dituntut untuk bekerja.

Perempuan juga dijaga kehormatannya dari pandangan dan mata-mata liar diluar dengan cara menutup auratnya.

Sebagaimana perintah Allah dalam surat An Nur ayat 31:

 "Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang (biasa) tampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka,..."

Maka, jelaslah sekali-kali tidak akan pernah paham kebebasan dari sistem Kapitalis ini mampu memuliakan dan menjaga kehormatan perempuan.

Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum buatan Sang  Pencipta.


Wallahu a'lam bi shawwab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!