Wednesday, May 16, 2018

Pendidikan Terbaik untuk Generasi Terbaik


Oleh: Yanti Ummu Yahya


Kelulusan siswa siswi SLTA sudah diumumkan beberapa hari yang lalu. Seperti biasa, suasana kegembiraan bisa kita lihat dari raut wajah mereka. Sorak Sorai kegembiraan terdengar dimana-mana sambil terdengar teriakan "Aku luluuuss" "Aku bebaaaass" Pasti kita pun pernah mengalami hal yang sama.

     Remaja adalah generasi penerus bangsa. Istilah ini tentu tidak asing lagi di telinga. Karena remaja memang punya banyak potensi diantaranya usia yang masih muda yang berarti energik. Kemajuan dan kemunduran bangsa atau negara di dunia sekalipun ditentukan oleh kualitas generasi remajanya yang berarti ditentukan pula oleh kualitas pendidikannya.

Berbicara pendidikan di jaman sekarang, faktanya masih kita jumpai anak2 yang belum bisa atau belum beruntung duduk di bangku sekolah. Atau putus di tengah jalan karena keterbatasan biaya. Alih-alih Perguruan Tinggi, kadang mereka harus rela hanya lulus SD, SLTP atau SLTA karena mahalnya biaya pendidikan. Walaupun bantuan dari pemerintah sudah digelontorkan, tapi mahalnya biaya kebutuhan sehari-hari membuat mereka tidak mampu menjangkaunya.

Belum lagi minimnya fasilitas pendidikan, kurikulum yang tidak jelas terbukti dengan beberapa kali berganti-ganti. Minimnya jumlah guru yang berkompetensi menghasilkan anak didik yang berkualitas juga menambah permasalahan di dunia pendidikan sekarang ini. Walhasil terbentuklah para pelajar yang PPN alias para pencari nilai. Orientasinya hanya mencari nilai yang bagus agar lulus dan bisa mencari pekerjaan.

Tidak heran kita sering melihat ada sekolah yang menghasilkan anak didik yang pintar dan berprestasi secara akademik tapi akhlaknya anjlok, kepribadiannya rusak. Hal itu bisa kita lihat dari maraknya seks bebas dikalangan pelajar, banyaknya anak yang hobi main game on line, tawuran yang tiada henti, bullying, pecandu narkoba bahkan sampai ada yang tega membunuh gurunya sendiri. Miris..

Ada apa dengan sistem pendidikan jaman now?? Kenapa hal seperti diatas bisa terjadi? Tentu saja karena sistem pendidikan sekarang ini lahir dari sistem sekuler. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Tujuannya hanya berorientasi pada nilai dan pencarian kerja. Metodenya hanya transfer ilmu saja, tanpa melihat apakah anak didik memahami atau tidak yang penting sudah diberi ilmu. Karena guru sekarang juga sudah dipusingkan dengan masalah administrasi yang menumpuk dan harus segera diselesaikan.

Terkait akhlak akhirnya diserahkan pada guru agama. Padahal jam pelajaran agama sangat terbatas. Ada memang guru yang berusaha memberi nasehat pada anak didik dan memperhatikan akhlak tapi jumlah merekapun sangat terbatas. Sebenarnya pendidikan tanggung jawab siapa? Bukankah mendidik dan membina generasi bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah?

Orang tua juga punya peran. Begitu juga lingkungan dan negara. Orang tua yang cuek terhadap tumbuh kembang anak serta orang tua yang terlalu sibuk kerja memberi andil dalam kerusakan   generasi. Tidak adanya kontrol dari masyarakat dan tidak adanya peran negara juga memberi andil dalam rendahnya kualitas generasi. Mereka menjadi generasi yang lemah, layak jajah dan menjadi pembebek.

      Bertolak belakang dengan sistem pendidikan jaman rosulullah dahulu yang berasaskan akidah Islam. Pendidikan yang lahir dari aturan-aturan sang Kholik yang paling tahu kebutuhan kita. Islam memposisikan pendidikan sebagai kebutuhan pokok seluruh rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara.

Tujuan pendidikan Islam adalah mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam dan membekali mereka dengan berbagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan. Jadi dalam pendidikan Islam kita diarahkan menjadi orang yang menguasai ilmu agama sekaligus saint dan teknologi. Keren kan? Kurikulumnya berasaskan akidah islam bukan hanya sekedar dapat nilai tinggi dan persiapan kerja. Metode pengajarannya adalah untuk membangkitkan kecerdasan dan memperbaiki perilaku anak didik. Negara pun akan memfasilitasi kebutuhan pendidikan secara maksimal. Makanya dalam sistem Islam sekolah adalah wajib sekaligus murah bahkan gratis. Fasilitasnya pun fantastis gak bikin miris.

Pelaksana pendidikan dalam Islam tidak hanya dari sekolah. Tapi ada andil dari orang tua sebagai pendidik yang pertama dan utama. Karena orang tua adalah pondasi kepribadian anak. Keluarga adalah wadah pembinaan keislaman untuk setiap anggotanya sekaligus akan membentengi dari pengaruh negatif. Lingkungan dan negara tidak kalah penting. Lingkungan dan masyarakat saling mengontrol tingkah laku anggota masyarakatnya. Sementara negara sebagai pelaksana aturan-aturan Islam. Masing-masing pihak saling terkait dan bekerja sama  sehingga generasipun terjaga..



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!