Monday, May 7, 2018

Pendidikan dalam Pandangan Islam 


Oleh : Mulyaningsih, S.Pt


Dunia pendidikan kembali digegerkan lewat pemberitaan yang sangat menyesakkan dada. Peristiwa demi peristiwa terjadi, hilir mudik mewanai negeri ini. Kejadian tersebut adalah tawuran serta ajang corat-coret yang membawa petaka. 

Dua kelompok pelajar di Kendal, Jawa Tengah melakukan tawuran. Mereka menggunakan senjata tajam (sajam) pada saat melakukan tawuran. Peristiwa tersebut terjadi pada malam Kamis, 19 April 2018. Dar data yang ada setidaknya ada seorang pelajar tewas, satu korban yang lain mengalami luka karena terkena sabetan senjata. Pelajar tewas tersebut adalah Wahyu Purnomo pelajar SMK Harapan Mulya, yang ditemukan di pinggir Jalan Arteri Kaliwungu, Kendal. Di tubuh Wahyu (siswa kelas 2 SMK) terdapat sejumlah luka sabetan sajam di bagian perut. Tawuran tersebut melibatkan pelajar dari SMK Negeri 10 Semarang, SMK Harpan Mulya, SMK Bhineka dan SMK AYP Patean (m.liputan6.com).

Sementara di wilayah yang berbeda, tepatnya di Manggarai sejumlah remaja adu sajam dan lempar batu. Tawuran tersebut terjadi Minggu pagi, 22 April 2018. Para pemuda tersebut saling lempar batu dan botol kaca serta membawa celurit dan badik. Dengan adanya tawuran tersebut warga tidak berani melintas ke daerah tersebut, bahkan aparat sekalipun kewalahan dibuatnya (m.liputan6.com). Kemudian kejadian yang lain adalah tanggal 20 April 2018, belasan siswa Sekolah Dasar (SD) di Purwakarta, Jawa Barat diamankan polisi. Mereka diamankan karena kedapatan membawa berbagai jenis sajam pada jam sekolah. Para bocah ingusan tersebut diduga hendak tawuran. Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko. Mereka diduga hendak melakukan penyerangan ke sekolah lain. Untungnya aksi tersebut dapat dicegah waga bersama Babinsa dan Babinkamtibmas setempat. Kemudian, semua siswa SD tadi digiring ke Mapolsek Purwakarta. Polisi mengamankan 1 gir motor diikat gesper, 2 golok,  2 gesper, 2 besi tumpul, 4 parang dan 5 celurit. Kemudian petugas memanggil orang tua mereka, pihak sekolah, perangkat desa dan perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Mereka diberikan pengarahan dan pembinaaan agar kejadian ini tak terulang kembali.

Kemudian kejadian yang lain adalah ada salah seorang pelajar yang tewas ketika melakukan aksi konvoi kelulusan. Peristiwa naas tersebut terjadi di Jalan Umum Jurusan Bangsri-Sumberagung Desa Bangsri, Kecamatan Ngariboyo-Magetan pada Rabu (3/5/2018). Kapolres Magetan AKBP Muslimin yang dikonfirmasi membenarkan kejadian kecelakaan yang telah merenggut nyawa seorang pelajar dan warga Desa Bangsri Kecamatan Ngaribyo. Korban pertama bernama Paiman (43) warga Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Ada luka robek pada bagian kepala dan sebelumnya tidak sadarkan diri. Sementara korban kedua adalah Gusti Bagus Saputro (17) warga Desa Banjarejo Kecamatan Ngaribyo, Kabupaten Magetan. Bagus mengalami luka robek pada bagian kepala, kaki kanan patah dan tak sadarkan diri. Kejadian tersebut bermula dari aksi konvoi yang dilakukan oleh rombongan sekolah yang bergerak dari timur ke barat. Naasnya, ketika sepeda motor yang dikendarai Gusti bergerak terlalu ke kanan, pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang sepeda motor Yamaha Mio yang di kendarai Paiman. Tabrakan tak terhindarkan karena jarak yang dekat (regional.kompas.com).

Pandangan Islam

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Sempurna karena Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia termasuk mengatur hubungan dengan Sang Pencipta, sesama dan dirinya sendiri. Kemudian paripurna karena Islam telah diturunkan seluruhnya kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Jibril, sebagai panduan manusia dalam kehidupannya.

Termasuk didalamnya pendidikan, Islam mengaturnya. Dan Islam punya aturan yang terkait didalamnya. Pandangan Islam, pendidikan menjadi hal yang wajib tanpa memandang jenis kelamin. Seperti yang tercantum dalam hadist “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr). 

Sebagaimana dalam Al-Qur’an dalam Surat Al-Alaq: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, Yang Mengajarkan (manusia) dengan perantara kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” 

Kemudian dalam hadist lain yang berbunyi: ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR Turmudzi)

Pandangan Islam terhadap pendidikan sangat penting sehingga wajib berlandaskan pada aqidah Islam. Dengan adanya aqidah Islam sebagai dasarnya maka siswa mampu menerapkan ilmu tersebut sesuai dengan landasannya. Serta mampu berakhlak yang mulia (terpuji) dan menjadi pelaku perubahan peradaban (mencetak peradaban). Seperti yang pernah terjadi kala Islam diterapkan. Banyak karya-karya yang dihasilkan dan tentunyasangat bermanfaat bagi manusia. Sosok pelajar (orang yang menimba ilmu) seperti ilmu padi. Yang selalu merunduk ketika ada tambahan ilmu padanya. 

Fakta sejarah menyebutkan bahwa dahulu Islam pernah berjaya selama 13 abad lamanya. Kala itu semuanya maju, termasuk dalam dunia pendidikannya. Banyak dari kaum muslim yang berhasil menemukan karya-karya terbaik mereka, yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh manusia secara umum. Semua itu ternyata tak lepas dari adanya dukungan (peran) Negara dan sistem yang mempuni. Pada saat itu, dunia pendidikan berbasis (dasar) pada aqidah Islam. Hal tersebutlah yang mengantarkan semua insan muslim untuk menuntut ilmu tanpa mengenal batas usia, suku dan asal. Mereka dipacu untuk bisa melahirkan karya-karya yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang. Ditambah juga dengan sarana dan prasarana didukung sepenuhnya oleh Negara (Khilafah), salah satunya adalah banyaknya perpustakaan yang menyediakan buku lengkap. Sebagai contoh adalah perpustakaan yang berada di Andalusia. 

Tokoh-tokoh muslim juga banyak yang menjadi penemu tersohor. Contohnya adalah Al kawarizmi beliau menemukan angka nol, Al Haysam penemu konsep optik. Dalam Islam orang-orang yang berilmu pastilah dia juga akan menjadi seorang ulama yang mempunyai tingkat ketaqwaan yang sungguh luar biasa. Sebagai contoh adalah sosok Imam al-Syafi’I, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Hanafi al-Ghazali, Ibnu taymiyah dan masih banyak yang lainnya. Mereka semua adalah sosok ulama yang dikagumi oleh umat dan menjadi teladan. 

Sangat jauh berbeda dengan kondisi pelajar sekarang. Motivasi yang disematkan padanya hanya ingin mendapatkan nilai, gelar serta ijasah. Hanya sebatas itu, padahal esensinya adalah ilmu itu sendiri. Ditambah lagi kurikulum diterapkan sekarang telah terbukti belum mampu menjadikan pelajar menjadi sebenar-benarnya pelajar. Pendidikan sekarang tidak berdasarkan pada aqidah Islam, ditambah lagi adanya serangan budaya dari luar. Hedonis dan sekularis masih saja mewarnai dan merongrong mereka. Begitu pula dengan kejadian diatas tadi, konvoi kelulusan yang membawa petaka. Kita yakini bahwa yang namanya ajal memang karena Allah SWT namun ada perihal yang menghantarkan pada ajal tersebut. Tak sepatutnya pelajar terus-menerus megikuti budaya yang bukan berasal dari Islam. 

Dari contoh diatas sudah seharusnya kita dapat mengembalikan kejayaan Islam, tentunya harus merubah sistem yang ada sekarang. Menerapkan dan melaksanakan  sistem yang berasal dari pencipta kita yaitu Alah SWT. Mari kita sama-sama mewujudkan kembali masa keemasan yang telah Rasulullah contohkan pada kita. Sekaligus sebagai bukti untuk memenuhi panggilan aqidah kita, maka wajib-lah untuk berjuang bersama, menempa diri bersama dengan cara mengkaji ilmu-ilmu Islam agar kejayaan Islam dapat kembali mewarnai dunia ini.[ ] 

Mulyaningsih, S.Pt

Ibu Rumah Tangga

Pemerhati keluarga, anak dan remaja







Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!