Saturday, May 26, 2018

Pembuktian Akal


Oleh : Al Azizy Revolusi

.

Tenggorokan kering, batuk kering, hingga siang, cuaca pun agak kering. Yang penting hidup jangan kering apalagi kalo hati yang kering, alamat tak ada artinya dunia ini.

.

Saat sore menjelang maghrib, air kembali membasahi bumi. Berbuka dengan teh hangat sedikit melegakan. Mudah-mudahan puasa hari ini diterima dan menjadi pundi-pundi pahala. Aamiin.

***


Kawan, pernah gak berfikir tentang diri sendiri? Atau tentang dunia? Bahkan tentang alam semesta? Tentang hidup dan kehidupan?

.

Apa tidak penasaran dengan pertanyaan dari mana? Untuk apa? Mau kemana?

.

Jujur, saat muncul pertanyaan-pertanyaan itu di dalam benak, apa yang kawan lakukan? Mencoba mencari jawaban? Atau mengabaikan?

.

Paling tidak, befikirlah tentang diri sendiri. Mengapa tak bisa melayang seperti elang? Mengapa tak bisa sehat selamanya? Siapa yang menjadikan kita seperti ini?

.

Atau tentang hari ini, mengapa panas mentari yang menggerahkan tiba-tiba menjadi hujan yang membuat kedinginan? Siapa yang mengaturnya?

.

Kawan, saat kita benar-benar berfikir tentang manusia, alam semesta dan kehidupan, maka pasti akan kita dapati bahwa semuanya bersifat terbatas. Manusia terbatas, alam semesta terbatas, kehidupan juga terbatas.

.

Terbatasnya manusia bisa dilihat pada diri sendiri. Matahari yang hanya bersinar pada siang hari membuktikan bahwa alam semesta terbatas. Begitu pula hidup yang berhenti pada satu individu adalah bukti kehidupan itu terbatas.

.

Logikanya, jika ada yang terbatas, maka pasti ada yang membatasi. Jika ada yang teratur, maka pasti ada yang teratur. Rumus logika sederhana. Jika ada yang diadakan (diciptakan), maka pasti ada yang menciptakan.

.

Pihak yang membatasi ini atau yang mengatur semua ini mestilah bebas dari sifat yang dibatasi dan diaturnya. Harus berbeda dengan yang diciptakannya. Jika yang diciptakan itu terbatas, maka Dia adalah tak terbatas.

.

Seorang pembuat kursi tentu tak sama dengan kursi yang dibuatnya. Akal yang sehat, tentu menerimanya.

.

Nah, dalam Islam pihak yang mengatur, membatasi dan menciptakan ini adalah Allah SWT. Sang pencipta, pengatur alam semesta manusia dan kehidupan.

.

Dengan berfikir yang cemerlang, akal manusia dapat membuktikan keberadaan Allah. Pembuktian akal ini sangatlah penting dalam iman manusia. In syaa Allah akan kita lanjutkan membahasnya.[]

.

.

Puosu, 22 Mei 2018


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!