Saturday, May 12, 2018

Pekerjaan Terbaik


Oleh: Epi Aryani (anggota komunitas revowriter karawang) 



"Pekerjaan terbaik adalah hobby yang dibayar. Saya bisa menghasilkan banyak uang, berkeliling dunia dan punya jutaan fans dengan bermain musik. Ini hebat karena bermain musik adalah hobby saya". Begitu pernyataan dari pentolan Blink 182, Tom De Longe. Band zaman old asal negri paman sam yang hits pada masanya.


Ini pernyataan subyektif, karena setiap orang pasti punya jawaban berbeda. Jika ditanya hal serupa, tentang pekerjaan terbaik.


Misalnya saya. Ketika masih gadis, saya bekerja sebagai guru Taman Kanak-kanak. Ini menyenangkan bukan main. Hanya guru TK yang mulai dari pagi sudah bernyanyi, menari dan bermain. Melihat ekspresi anak-anak yang antusias hanya dengan mencampur warna biru dan kuning berubah menjadi hijau, menjadi kepuasan tersendiri bagi saya.


Di Jepang lain cerita. Semenjak zaman restorasi Meiji, ada yang namanya Kyoiku Mama alias ibu pendidikan. Para ibu di Jepang umumnya tidak bekerja, tapi hanya untuk mendidik dan mengurusi anak-anak mereka, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semuanya di bawah pengurusan dan didikan sang ibu, tanpa pengasuh.


Para Kyoiku Mama memiliki pendidikan setara S1/S2. Mereka sekolah tinggi untuk 'mendidik anak'.


Dan kemajuan ekonomi Jepang adalah karena ditopang oleh Kyoiku Mama. Maka tidak heran jika orang Jepang memiliki perilaku positif seperti disiplin, memiliki etos kerja tinggi dan menjaga kebersihan. Sehingga sekolah hanya untuk mentransfer ilmu saja.


Perempuan adalah tiang negara, nampaknya ini difahami betul oleh Jepang. Maka, menjadi Kyoiku mama, adalah karir tertinggi bagi para wanita Jepang.


Jauh sebelum kehadiran Kyoiku Mama, Islam telah memposisikan wanita untuk 'bekerja' sesuai dengan fitrahnya, yakni ada tiga level:


1. Ummu warobbatul bayt (ibu pengatur rumah tangga


"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpin nya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpin nya. Soerang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia akan ditanya tentang yang dipimpin nya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya, dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin bagi harta tuan nya, dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang yang dipimpin nya". (HR. Bukhari dan muslim).


Menjadi ibu pengatur atau manager rumah tangga merupakan jabatan langsung dari Allah. Maka Dia pulalah yang langsung mengawasi dan yang membayarnya.


Dalam sebuah video karya fans page Sahara, disebutkan bahwa pekerjaan ini memerlukan mobilitas tinggi, adakalanya untuk duduk pun terasa begitu sulit.


Ada masa, pekerjaan ini menuntut harus selalu terjaga semalaman. Bahkan di hari libur, pekerjaan menjadi lebih sibuk. Melayani klien yang sensitif dan membutuhkan keahlian ganda seperti memasak, merawat, mengajar, membersihkan tempat kerja secara rutin, sampai pada tindakan medis (yang bersifat ringan). Keahlian ini dibutuhkan secara bergantian, adakalanya bersamaan sekaligus.


Seminggu ada berapa jam? Itulah jam kerjanya. Kontrak kerjanya selamanya dan tidak bisa dibatalkan. Info terpentingnya adalah, tidak ada yang mampu menggaji. Sekali lagi, tidak ada gaji. 


Sedemikian beratnya, walau baru berada di level pertama. Pertanyaan yang kemudian muncul, adakah yang mau dengan pekerjaan tersebut? Ada. Bahkan jumlah mereka banyak dan bertebaran diseluruh dunia. Ya, mereka bekerja. Dialah ibu.


2. Madrasah 'Ula (ibu sebagai guru pertama dan utama)


"Dan hendaklah mereka takut kepada Allah seandainya mereka meninggalkan sepeninggal mereka anak keturunan yang lemah. Hendaklah mereka khawatir terhadap mereka." (TQS. An-nisa: 9).


Menjadi kewajiban ibu memahamkan kepada anak, hakikat keberadaan dirinya didunia. Darimana asalnya, untuk apa dia diciptakan dan akan kemana setelah kematian menjemput.


Jawaban dari ketiga pertanyaan inilah yang akan menjadi Aqidah seseorang dan menentukan cara seorang manusia menjalani kehidupannya secara khas.


Misal, bagi seorang muslim. Dia meyakini manusia ada karena ada yang menciptakan dan mengatur, yaitu Allah. 


Maka kehidupan harus berjalan sesuai dengan aturan Allah. Jika sesuai, maka bernilai pahala. Jika tidak, maka menghasilkan dosa.


Dan kelak sesudah mati, seluruh perbuatan nya ketika didunia akan dimintai pertanggung jawaban. Jika sesuai game rulles maka pahala tadi akan berbuah syurga. Tapi jika tidak, dosanya selama didunia berujung pada neraka.


Maka wajib bagi seorang ibu membekali dirinya dengan pemahaman islam yang benar sehingga mampu memberikan pendidikan yang lurus kepada anak-anaknya.


Selain itu, ibu menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan nya secara optimal dengan penuh kasih sayang. Sehingga menumbuhkan sikap positif sejak dini. Seperti belajar menghargai diri sendiri. Menumbuhkan kepercayaan diri. Kemampuan untuk berempati dan berbagi kasih sayang kepada orang lain.


Fakta membuktikan bahwa peran ibu dalam mendidik anak tidaklah tergantikan. Masa 0 - 6 tahun bagi anak adalah masa keemasan pertumbuhan dan perkembangan nya. Pada usia ini, otak anak terbentuk sampai 80 %, kecerdasan dan dasar-dasar kepribadian nya mulai terbentuk. Karena itu, masa ini membutuhkan pendampingan dari sosok terdekat, yaitu ibu.


Ibu Imam Syafi'i mewakili perjuangan ibu sebagai madrasah ula. Suaminya meninggal sebelum Imam Syafi'i dilahirkan. Ia mengurus dan mendidik Syai'i sendirian. Memotifasinya untuk belajar. Sehingga Syafi'i kecil bisa menghafal Al-Qur'an diusianya yang ketujuh, kemudian tumbuh sebagai seorang pecinta ilmu dan memiliki bayak guru.


Tidak sedikit tokoh sukses karena peran seorang ibu di belakangnya. Mungkin nama para ibu ini tidak pernah tercatat dalam sejarah. Namun anak-anak mereka tercatat dengan tinta emas. Dan itu cukup menjadi bukti eksistensi ibu.


3. Ummu Ajyal (ibu pencetak generasi unggul)


"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah." (TQS. Ali imron: 110)


Level berikutnya lebih bersifat kolektif karena berhubungan dengan umat dan keberlangsungannya dimasa depan.


Secara islami, mendidik anak laki-laki akan menghasilkan seorang pemimpin (yang baik). Mendidik anak perempuan lebih dari itu, karena akan menghasilkan generasi. 


Maka pantaslah Rosululloh SAW memberi imbalan menjadi tetangganya di syurga jika bisa mendidik anak-anak perempuan. Karena jika dilihat dari tingkat kesulitannya, pun lebih besar.


Mulai dari waktu baligh yang datang lebih cepat, maupun lebih banyak porsi syariat yang harus ditaati. Semisal, lebih banyaknya dari bagian aurat yang harus ditutup. Bersafar yang mengaharuskan ditemani mahrom. Atau kondisi-kondisi khusus seperti haid, hamil dan melahirkan.


Merasa diri butuh energi lebih besar membayangkan ketiga anak perempuan saya yang mulai beranjak remaja harus mampu secara sadar melaksanakan syariat islam diusianya yang lebih dini dari pada teman laki-laki seusianya. Mungkin kelas 4 Sekolah Dasar bisa jadi sudah dapat haid. Kemudian mereka harus bisa mengenakan kerudung dan jilbab secara sempurna tanpa disuruh, mengkaji islam, berdakwah dll. 


Tapi bukan berarti, pendidikan anak perempuan lebih penting. Baik laki-laki atau perempuan, keduanya penting sesuai porsinya dan butuh metode yang tepat dalam mendidiknya. Sehingga bisa menghasilkan dan melayakkan diri menjadi umat terbaik yang disebutkan di dalam Al-Qur'an.


Ciri lain dari ibu pencetak generasi ini, selain mampu mendidik anak sendiri juga mampu membina anak-anak lain seperti anaknya sendiri. Sebagai efek visioner akan kebangkitan umat.


Bukankah anak-anak juga hamba Allah yang juga menjadi objek dakwah bagi setiap muslim?


Memahamkan nya kepada islam dan bersama menciptakan atmosfer yang islami di lingkungan. Sehingga terciptanya masyarakat yang islami dan kuat.


Karena kebangkitan islam tidak akan muncul dari generasi yang lemah. Jika generasi kuat itu buka kita, maka dengan mudah Allah akan gantikan posisi kita dengan generasi yang lebih kuat dan dari tangan-tangan merekalah islam akan tegak.


Pantaslah Islam telah menempatkan ibu, sebagai pekerjaan terbaik bagi seorang muslimah.


Formulasinya lebih canggih dari pada Kyoiku Mama. Karena tidak hanya menghasilkan generasi terbaik tapi juga menjadikan dirinya (ibu) mulia di dunia dan berbuah syurga di akhirat. 


Wallahu A'lam bisshawab.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!