Sunday, May 20, 2018

Pejuang Sejati, Tak Kenal Kata Henti


Oleh: Dian Puspita Sari


Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menghasilkan penolakan gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap putusan pemerintah yang mencabut status BHP HTI.


Menanggapi hal tersebut Jurubicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto menyampaikan sikap terhadap penolakan gugatan. Pertama menolak keputusan hakim PTUN karena keputusan tersebut mengesahkan kedzaliman yang dibuat oleh pemerintah. Karena tidak jelas atas dasar kesalahan HTI apa putusan itu dibuat.


Ismail mengatakan jika HTI berketetapan untuk melawan keputusan itu dengan mengajukan banding. (Tribunnews.com)


Pakar Hukum Administrasi Tata Negara Prof. Dr. Zainal Arifin juga menegaskan pencabutan SK BHP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak sesuai dengan hukum dan administrasi negara. Hal ini disampaikan Zainal Arifin saat menjadi saksi ahli dari pihak penggugat dalam lanjutan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada Kamis (15/02). (mediaummat.com)


Sementara itu, Ketua Hizbut Tahrir Indonesia, Rokhmat S. Labib menegaskan, organisasinya tetap akan melakukan dakwah, meskipun PTUN telah memutuskan untuk memenangkan pemerintah yang telah mencabut status badan hukum HTI. Langkah tersebut, menurutnya, mengacu dari pernyataan perwakilan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukam) di persidangan.


Kuasa Hukum HTI, Yusril Ihza Mahedra memperkuat pernyataan Rokhmat. Ketua umum PBB itu menjelaskan, ormas itu ada yang berbadan hukum dan ada yang tidak. Hal itu menurut Undang Undang Ormas No 17 Tahun 2013 maupun perppu yang baru dikeluarkan pemerintah. (viva.com)


Teguh di jalan dakwah


Teguh pendirian dan tegar dalam menghadapi ujian serta cobaan di jalan kebenaran adalah benteng bagi seorang muslim. Ketahanan diri atas berbagai hal yang merintanginya. 


Kita bisa belajar dari sosok tauladan, Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam. Ketika beliau mendapatkan tawaran menggiurkan untuk meninggalkan dakwah Islam tentunya dengan imbalan.


Imbalan kekuasaan, kekayaan atau wanita. Tetapi dengan tegar beliau menampik dan berkata dengan ungkapan penuh keyakinannya kepada Allah.


"Demi Allah, wahai pamanku seandainya mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini. Niscaya tidak akan aku tinggalkan urusan ini sampai Allah memenangkan dakwah ini atau semuanya akan binasa".


Demikian pula para sahabatnya. Ketika menjumpai ujian dan cobaan dakwah mereka tidak pernah bergeser sedikit pun langkah dan jiwanya. Malah semakin mantap komitmen mereka pada jalan Islam ini.


Ka’ab bin Malik pernah ditawari Raja Ghassan untuk menetap di wilayahnya dan mendapatkan kedudukan yang menggiurkan. Tapi semua itu ditolaknya sebab hal itu justru akan menimbulkan mudarat yang jauh lebih besar lagi.


Demikian pula ketegaran Imam Hasan Al Banna dalam menghadapi tribulasi dakwahnya. Ia terus bersabar dan bertahan. Meski akhirnya ia pun menemui Rabbnya dengan berondongan senjata api.


Juga Sayyid Quthb yang menerima eksekusi mati dengan jiwa yang lapang lantaran aqidah dan menguatkan sikapnya berhadapan dengan tiang gantungan.


Terus berjuang


Sunnatullahnya ketika kita menyerukan kebaikan kepada manusia tidak selalu diterima. Ada saja yang menolak bahkan menentang. Akan tetapi, kita akan terus berjuang apapun hasilnya.


Kita hanya diperintahkan untuk berdoa dan berusaha semaksimal mungkin. Selebihnya Allah yang mengetahui mana yang terbaik untuk kita. Maka teruslah berjuang!


Orang-orang kafir, zalim dan munafik, tidak henti-hentinya menghadang dakwah Islam. Tak jarang mereka membubarkan atau menggagalkan acara-acara dakwah serta membuat fitnah-fitnah.


Tetapi, itu semua tidak akan menghentikan dakwah. Justru ini yang akan membuat kita semakin kuat dan sabar dalam hadapi tantangan yang ada. Bahkan akan semakin semangat dalam dakwah.


Yakinlah bahwa semakin dekat kemenangan itu, maka akan besar rintangannya. Bersabarlah, istiqamahlah dan teruslah berjuang. Sungguh Allah bersama kita. Allah yang akan menolong hamba-Nya.


Bisa jadi Allah memberikan halangan dan rintangan, untuk menguji tingkat keikhlasan, kesabaran dan keistiqamahan dalam menyampaikan Islam. Kita hanya perlu berpegang teguh pada Allah dan meminta pertolongan hanya pada-Nya.


Kelak Allah akan memberikan ridha, pahala serta balasan yang lebih mulia. Oleh karena itu, jangan berhenti berdakwah sekalipun rintangan menghadang.


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. An-Nur: 55 ).


Bersabar, berdo'a dan terus berjuang. Kalau tidak bisa berlari, berjalanlah. Kalau tidak bisa berjalan, maka merangkaklah. Namun, jangan pernah berhenti. Apalagi berbalik. Tidak ada kata henti untuk agama Allah ini. Itulah jargon bagi pejuang sejati.


Wallahu'alam bisshawwaf []



*) Aktivis Muslimah, Pembina Komunitas Remaja Shalihah Kab. Banjar, Warga Pekauman Ulu Martapura


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!