Saturday, May 26, 2018

Palestina Riwayatmu Kini


Oleh: Eka Purwaningsih, S.Pd (Pemerhati Negeri Muslim, Anggota Komunitas Menulis Revowriter)



Palestina bagaikan neraka dunia yang mengerikan, dan mencekam karena teror pembunuhan yang mengancam tiap detik bagi penduduknya. Akar persoalan palestina adalah Pendudukan, penjajahan dan perampasan tanah oleh Zionis Israel dan sekutunya. Kekejaman Israel terus berulang, Para penguasa Negeri muslim lainnya bukan tidak bereaksi, namun apalah daya mereka hanya bisa mengecam lalu diam, Media masa menutup-nutupi kebiadaban Israel. Kebiadabannya ini meningkat dengan cara dan alat-alat yang semakin canggih dan tidak sebanding, seperti bom fospor yang bisa dengan cepat meracuni siapa saja yang menghirupnya, laki-laki, perempuan, tidak terkecuali anak-anak.


Sudah banyak air mata yang mulai mengering, telinga menjadi panas, dan hati serasa jenuh mendengar pemberitaan Palestina. Penderitaan dan penghinaan itu semakin menjadi-jadi dengan diresmikannya pemindahan kantor kedutaan besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem., Senin, 14 Mei 2018, waktu setempat. Pemindahan ini dilakukan di Tengah-tengah aksi unjuk rasa mematikan di jalur Gaza yang memakan korban 58 Orang (Tempo.co).


Bagaimana dengan peran 1,5 Miliyar lebih kaum muslim didunia? Mereka hanya mengecam, mengutuk, mengirim bantuan dana, pengobatan, makanan untuk korban, dan doa. Padahal kebiadaban itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan cara demikian, tetapi harus ada solusi untuk menghukum dan membuat Israel jera. Sebagian Negara-negara Muslim hanya menghitung jumlah korban tewas dan terluka, bersikap netral dan semua itu untuk menyenangkan Barat dan Yahudi tanpa mereka merasa malu kepada Allah, Rosul-Nya dan Kaum mukmin.


Palestina tidak akan dibebaskan secara penuh, kecuali permasalahan  Palestina menjadi tanggung Jawab Islam seluruh dunia, sipil atau militer karena muslim ibarat 1 tubuh. Tidak pernah ada kebebasan , kemerdekaan dan kedamaian bagi rakyat Palestina selama Israel belum diusir dari tanah Palestina. Jika kaum muslim berharap pada organisasi dunia PBB dan OKI, mereka tidak efektif, kekuatan yang rill dan tidak mungkin  membuat keputusan yang memihak kepada Palestina, karena dominasi Amerika didalamnya.


Kekejaman Zionis Israel didukung oleh Negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat  dan inggris. Inggrislah yang membidani lahirnya Israel serta Amerika Serikatlah yang membesarkan dan menjaga Israel sampai detik ini. Akar masalah kebijakan luar negri Kapitalis membangun Negara Israel dan mendukung penguasa muslim penghianat agar tetap dalam dominasi Barat, karena Penguasa boneka merupakan kunci menerapkan kebijakan-kebijakan diwilayah tersebut. Tujuan keseluruhan adalah untuk mencuri SDA, mencegah kesatuan kaum muslim dan memastikan umat dibawh dominasi Barat.


Kegagalan untuk menyadarkan umat akan mengakibatkan ketergantungan terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat AS, Inggris dan PBB untuk mendapatkan solusi dari pada menyadari bahwa idiologi yang dibawa Negara-negara itu adalah sumber permasalahan. 


Kondisi ini berbanding terbalik saat Islam menaungi dunia. Selama 460 tahun semenjak Khalifah Umar bin Khatab membebaskan Palestina dan melakukan perjanjian dengan Uskup Sophronius, tiga agama disana yaitu Islam, Yahudi, dan Nasrani hidup berdampingan dan penuh kerukunan. Mereka bebas dan aman menjalankan ajaran agama mereka masing-masing tanpa merasa terancam. Namun kerukunan yang terjalin cukup lama dan harmonis itu sirna semenjak Paus Urbanus berhasil terhasut hingga akhirnya perjanjian damai dilangar oleh musuh Islam hingga tercetuslah perang Salib 1. Perebutan wilayah terus berlanjut hingga Salahudin Al-Ayubi memimpin serangan ke Yerusalem dan berhasil merebut dan membebaskan kembali Baitul Maqdis.


Nampak perbedaan yang sangat mencolok ketika Palestina dikuasai oleh Israel di bawah asuhan AS, maka hanya akan ada penghinaan dan penderitaan yang tiada akhir. Namun ketika Islam menaunginya, maka kehormatan kaum muslimin terjaga, begitu juga orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tunduk dengan aturan Islam dan terikat perjanjian. Mereka dilindungi, hak-hak mereka terpenuhi. Islam, Yahudi, Nasrani hidup berdampingan penuh kerukunan.


Israel adalah Negara tidak beradab, tidak akan jera hanya dengan kecaman, kutukan bahkan demo besar dilakukan diseantero dunia termasuk Negara-negara barat, semua itu tidak sedikitpun menyurutkan kebiadaban mereka. Sudah puluhan resolusi PBB diacuhkan begitu saja, perjanjian demi perjanjan perdamaian terus dilanggar oleh Israel. Ini karena ketiadaan ukhuwah islamiyyah sehingga kaum muslim terpecah-belah. Masing-masing lebih menonjolkan Negara bangsanya dibandingkan keislamannya, karena factor umat yang sangat lemah, intervensi pemikiran barat yang terus menyerang umat Islam dan factor terpenting adalah ketiadaan Khilafah yang menjadi singa yang disegani.


Palestina hanya akan bisa dibebaskan dengan Jihad yang diserukan oleh Khalifah. Satu-satunya pelindung nyata bagi Negeri para Nabi. Khilafah yang penegakkannya harus mengikuti metode dakwah Rasulullah. Pembinaan, berinteraksi dengan masyarakat, dan penerapan hokum Islam. Semuanya itu dilakukan tanpa kekerasan. Walaupun banyak fitnah, rintangan, cobaan menghadang, Khilafah akan tegak kembali dan menebar rahmat bagi semesta, membebasakan dan menghapus air mata Palestina dan Negri-negeri lainnya yang terdzolimi. Menggantinya dengan senyum dan kebahagiaan, Insya allah..



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!