Thursday, May 24, 2018

Orang Tua Teladan Bagi Anak


Oleh : Sunarti


Heboh dunia pemberitaan oleh kabar hamilnya seorang anak SMP. Berita bertambah heboh tatkala diketahui siapa yang menghamilinya. Bocah SD sebagai ayah dari anak yang dikandung si remaja belia. Diakui oleh masing-masing anak. Bahwasannya mereka berhubungan, layaknya suami istri. Hal ini mereka lakukan semenjak November 2017.


Tanpa takut dosa, mereka berhubungan badan. Merasa suka sama suka, dilampiaskanlah nafsu birahi. Meski dilakukan pada saat orang tua tidak di rumah. Rasa malu, rasa bersalah sudah tidak lagi hinggap di hati mereka. 


Di sisi lain, orang tua seolah tak mereasa bersalah. Tanggapan yang di luar dugaan, membuat jengah bagi yang mendengarnya. Dengan alasan "percobaan karena baru sunat". Menjadikan banyak pihak berfikir, bagaimana bisa orang tua berkata demikian?

Apakah ada unsur kesengajaan atau memang sudah kebiasaan?

Entah apa yang ada di benak orang tua itu. Yang jelas, adab pergaulan sudah bebas sebebas-bebasnya. 


Anak-anak belajar pertama kali pada orang tuanya. Mulai dari berbicara hingga bertingkah laku. Kalau orang Jawa mengibaratkan "Kacang ora ninggal lanjaran". Artinya, perilaku anak tak jauh berbeda dengan orang tuanya.

Memang ini tidak bisa dinilai benar secara mutlak. Tapi cenderung pada keteladanan orang tua. Orang tua yang pertama kali bersentuhan dan bergaul dengan anak-anaknya.


Anak yang selalu melihat orang tuanya berbuat kebaikan. Anak juga selalu melihat orangtuanya bermaksiat.

Misal,  anak yang melihat orang tuanya selalu salat, puasa, berzikir, maka anak akan mengikutinya. 

Anak yang melihat orang tuanya bernyanyi, bermain musik, maka anak akan mengikutinya.


Demikian pula ketika orang tua mengajarkan bernyanyi, berjoget, anak-anak akan menirukan. 

Dan saat orang tua mengajarkan mengumandangkan azan, membaca quran, anak akan mengikutinya.


Anak-anak juga mengikuti ibunya (terutama yang putri)  yang menutup aurat, menjaga jarak dengan lawan jenis, penuh rasa malu dan memelihara kesucian.

Sebaliknya, anak-anak yang selalu melihat ibunya mengumbar aurat, bertabaruj di muka umum, bergaul dengan lawan jenis tanpa batas, maka anakpun akan mencontohnya.


Merupakan aib yang besar tatkala orang tua melarang anaknya melakukan keburukan. Sementara orang tua sendiri melakukan hal itu.

Anak dilarang berbohong, sementara orang tua adalah tukang bohong. 

Anak dilarang begaul bebas, sementara orang tua bergaul bablas. 


Anak saleh adalah buah kesalehan orang tua.


وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ


Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (At-Tur 52:21)



Anak ibarat kertas putih. Bergantung bagaimana orang tua menggambar atau melukis hingga menulis di kertas tersebut. Peran yang sangat penting sebagai orang yang pertama mendidik anak-anak.

Lukislah dengan lukisan yang baik. Menuju ke JannahNya. 


Sebagai orang tua berikan teladan yang baik. Teladan dalam hal ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Keteladanan dalam kecintaan kepada Allah dan RasulNya. Bukan kecintaan sebagai pelampias hawa nafsu tanpa aturan.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!