Monday, May 14, 2018

Nusantara Berkisah Duka


Oleh : Andriani Adiwinata


Peristiwa berdarah kembali terjadi ditengah memanasnya kancah politik menjelang pilpres 2019 mendatang. Jika sebelumnya ada beberapa ustadz dibunuh oleh orang-orang gila. Disusul dengan kejadian di Mako Brimob yang menewaskan Aiptu Denny Setiadi, SH. Dan terakhir 3 gereja di Surabaya adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja 

Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro 146 dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna. 


Aksi ini terjadi dalam waktu yang bersamaan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Disusul malam harinya terjadi ledakan yang diduga bom di rusunawa di Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengakibatkan seorang pria tewas. Siapa pria yang meninggal itu, polisi masih melakukan penyelidikan.


Menurut informasi yang diterima Warta Kota, di TKP ditemukan ransel yang diduga berisi bahan peledak. Tim Densus 88 bersama aparat kepolisian masih berada di TKP. Ada dugaan bom yang meledak adalah bom rakitan. Sementara kejadian di Surabaya telah menewaskan 9 orang dan lebih dari 40 orang luka-luka. Sedang orang yang 

diduga pelaku bom bunuh diri tewas. Wallahu'alam


Media televisi telah ramai memberitakan bahwa kejadian ini dilakukan oleh teroris. Entah apa yang terpikir di benak pelaku. Yang jelas tujuan terorisme adalah meyebarkan rasa takut, khawatir dan membuat kepanikan masyarakat. Hal ini tentu saja tidak tidak sejalan dengan ajaran Islam, Nabi shallalahu alaihi wa sallam bersabda:


 لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا 


“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (Shahih Sunan Abi Dawud)


Kejadian teror/ bom oleh orang yang tidak bertanggung jawab harap jangan dikaitkan dengan agama apapun, karena terorisme tidak punya agama, apalagi sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Jika ada yg melakukan aksi bom bunuh diri atau teror lainnya mengatas namakan aktivis Islam ataupun Gerakan Islam, percayalah mereka bukan mengikuti Rasulullah dan syariat Islam. Jangan ada yang menframing bahwa para pelaku bagian dari aktivis pergerakan Islam kaffah, mohon sertakan bacaan tambahan seperti makna jihad, hukum bunuh diri dan lain-lain. Agar tidak asal menghukumi. 


Tetap tenang, tidak ikut menyebarkan berita terkait yang tidak jelas sumbernya atau membuat panik maka kita akan membantu tujuan teror yaitu menyebarkan kepanikan dan ketakutan. Jangan pernah ikut menyebarkan gambar-gambar korban, karena hal ini akan membantu menyebarkan ketakutan di masyarakat. Selain itu keluarga korban akan semakin sedih gambar keluarganya dengan rusak jenasahnya tersebar. Tidak bisa dipungkiri jenasah kadang auratnya terbuka.


Berdoalah semoga negara kita tetap diberikan keamanan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Memang banyak analisa-analisa, komentar atau caci-maki kepada pelaku, tetapi sejenak berdoa kepada Allah agar negara kita tetap aman karena aman adalah kenikmatan terbesar sebagaimana surat Al-Baqarah: 155.


Di mana rasa takut (lawan dari aman) sebagai musibah disebut paling pertama kali:


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit KETAKUTAN, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah: 155)


Bom bunuh diri adalah perbuatan dosa besar. Allah Ta’ala berfirman:


وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (٢٩) وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرًا (٣٠)


”…Dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisaa: 29-30)


Orang Bunuh Diri Dapat Adzab Bukan Jannah


Dari shahabat Tsabit bin Dhohhak radhiyallahu ‘anhu, Bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:


وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِي الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ القِيَامَةِ


“Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu di kehidupan dunia, maka dia akan diadzab dengan sesuatu itu pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhori no.6047 dan Muslim no.110-117)


Dalam riwayat lain ditambahkan:


فِي نَارِ جَهَنَّمَ


“Di dalam api Jahannam.” (HR. Al-Bukhari no.6652 dan Muslim no.110-177)


Bom Bunuh Diri Adalah Haram


Asy-Syaikh Ibn 'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kegiatan bunuh diri yang dengannya dapat membunuh dirinya, baik itu dengan menggunakan bom atau selainnya adalah perbuatan haram dan termasuk dosa besar karena Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa orang yang membunuh dirinya di dunia, ia akan di adzab dengan sesuatu itu pada hari kiamat. Dan dalam perkara ini tidak ada pengecualian sama sekali.


Hal ini sifatnya umum, termasuk yang mengatasnamakan “Jihad” karena tujuan jihad yang benar adalah menjaga Islam dan kaum Muslimin. Pada hakekatnya orang itu menghancurkan dirinya sendiri. Bahkan, kaum muslimin disekitarnya juga telah ikut menjadi korban karenanya. 


Ketika tampak sebuah kedzaliman atas diri seorang muslim, maka kaum muslim yang lain tidak hanya sekadar melakukan aksi simpatik atau hanya melayangkan kecaman. Namun akan lebih dari itu. Meminta junnahnya (Khilafah) untuk memberikan perlindungan dan menerapkan atas mereka syari'at Allah.


Maka terjaminlah setiap jiwa dan harta setiap warga negaranya. Tak hanya kaum muslim, tetapi non-muslim yang berada dibawah naungannya akan mendapat jaminan yang sama, tanpa adanya diskriminasi, intimidasi dan paksaan untuk masuk kedalam Islam. Semua mendapat jaminan kesejahteraan yang sama. Wallahu Musta'an


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!