Tuesday, May 8, 2018

Nusaibah Binti Ka’ab, Wanita Perkasa Perisai Rasulullah


Oleh: Eka Purwaningsih, S.Pd (Pemerhati Perempuan)


Kartini, wanita yang sejarahnya di belokkan  Menjadi Ikon yang mengusung kesetaraan gender. Hal ini semakin laris dengan di bumbui ide feminisme. Ide yang meracuni pemikiran muslimah masa kini. Membuat mereka berlomba-lomba mengejar kesetaraan yang semu. Mereka terbuai dengan janji manis kaum feminis. Di iming-imingi kemajuan, kemoderenan dan kemandirian di segala bidang. Hingga mereka melupakan kodrat mereka sebagai muslimah. Mereka lupa bahwa Islam telah memuliakan mereka.


Sejarah telah membuktikan bahwa dengan Islam, wanita mulia. Tengoklah kisah-kisah shahabiyah, mereka berhasil menjalankan tugas menjadi Ibu dan pengatur rumah tangga yang baik namun tetap mampu berkontribusi besar terhadap Ummat dan dakwah Islam. Salah satunya adalah Nusaibah bin Ka'ab. Dia adalah wanita Anshar yang menjadi salah satu wanita dari dua wanita yang ikut dalam bai'at Aqabah kedua.


Wanita yang selalu menjadi penyejuk hati suaminya Zaid bin Ahsim. Menjadi penyemangat  bagi Zaid hingga tidak pernah ragu untuk berperang sampai syahid. Wanita mulia yang mampu mendidik anak-anaknya dengan aqidah yang kokoh. Wanita yang melahirkan generasi tagguh yang kuat memegang kebenaran dan berani melawan kemunkaran.


Anaknya Saad dan Amar, Syahid di perang Uhud. Sementara Abdullah syahid di potong-potong oleh Musailamah Al-Kadzhab saat mengantarkan surat dari Khalifah Abu Bakar. Habib, anaknya yang lain juga syahid di perang Yamamah.


Selain menjadi sosok Ibu dan pengatur rumah tangga yang baik, Nusaibah juga memiliki peran yang luar biasa untuk ummat dan dakwah Islam. Ia sering membantu memasok air dan merawat pasukan kaum muslimin yang terluka di laga perang. Namun Ia juga sering terjun langsung di medan jihad. Dengan menaiki kudanya, ia merangsek diantara kaum laki-laki yang sedang betempur. Kibasan pedangnya mampu menghujam setiap musuh yang mendekat.


Ia adalah sosok wanita yang lebih mencintai Allah dan Rosulnya diatas kecintaanya kepada suami, anak, keluarga dan apapun yang ada di dunia ini. 


Saat perang Uhud, dialah satu-satunya orang yang melindungi Rasulullah dari serangan bertubi-tubi kaum kufar. Hingga tak kuarang 12 luka mengoyak tubuhnya. 


Ia wanita yang lemah lembut, dermawan, penyabar, namun ia juga wanita yang hebat, wanita yang tangguh lagi berani, wanita yang sebanding seribu laki-laki. Ditangannya, sang pembohong yang mengaku nabi, Musailamah Al-Kadzhab mati. Atas perjuangan dan kontribusinya di jalan Allah, Rasulullah mendoakan surga untuknya.


Ia mulia karena telah menjadi Isteri saleha, penyejuk hati dan penyemangat bagi suaminya. Ia mulia karena telah berhasil mendidik anak-anaknya hingga mewarisi ketangguhan dan keberaniannya. Ia mulia karena menjadi wanita yang dirindukan surga.

itulah karir dan kemulian yang sesugguhnya bagi setiap wanita. Inspirasi kebagkitan yang menjadikan Islam sebagai Way of life-nya.


Hendaknya dari kisah salah satu shahabiyah ini, bisa membuka mata kita sebagai mulimah masa kini. Untuk apa mencari-cari kemuliaan yang lain kalau Islam sungguh telah memuliakan kaum wanita. Kembalilah pada Islam. Jadilah Nusaibah-Nusaibah masa kini, pembawa perubahan untuk peradaban yang gemilang.




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!