Thursday, May 17, 2018

Niat Penting, Syariat Juga Kudu Tau


Oleh: Ana Nazahah


Sedikit Ana cerita, sepenggal obrolan menarik antara Ana dan seorang teman lama : 

"Duh senengnya bulan puasa tiba" katanya.

Ana menuntut jawaban dengan kerlingan mata, dia meneruskan.

"program dietku lancar jaya"..Whaaaat! Diet???

Dan Ana melongo. Heran.


Di lain waktu Ana mendengar curhatan seorang teman, yang dibully oleh keluarganya sendiri, karena dia baru saja memutuskan berjilbab lebar dan kaos kakian. Saudara perempuannya dengan sengaja menindasnya. Mengatainya munafik.

"Elo boleh jilbaban dan kaos kaki segala, tapi niat siapa tau! Walo ga berjilbab niat aku ikhlas ga neko-neko, dari pada kamu munafik berlindung di balik jilbabmu". 

Beuh..sakit kawan!. Obrolannya tidak sehat. Dan dia berakhir menangis sesegukan.


Dua kasus di atas adalah fenomena yang kerap kita temui di masyarakat. Asumsi keliru terkait syariat, membuat kita kian bablas dalam beragama. Beribadah jadinya sesat (Keluar dari rel syariat).


Ibadah tanpa niat yang benar hasilnya ga jelas. Niat tanpa dibarengi ibadah sesuai syariat, hasilnya  Seperti contoh di atas. Masa iya jilbab lambang munafik? jelasnya Jilbab itu perintah Allah. Begitu juga Puasa, masa untuk diet doang? Rugi banget.


Ukhtifillah wa Ikhwanifillah, Orientasi hidup seorang Muslim itu adalah ibadah kepada Allah Swt semata. Lalu bagaimana bisa meraih ridho-Nya, sementara ibadah dijalankan menurut selera? Boro-boro berharap imbalan berupa surga, kadang diterima juga kagak.


Nabi Muhammad shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang beramal tidak mengikuti perintah kami, maka akan ditolak." (HR Muslim).


Adakah petani yang tidak mengharapkan masa panen? Adakah pelaut yang tak mengharapkan dapat ikan? Adakah tukang sayur keliling yang berharap sayurannya ga laku? Mana mungkin!


Setiap kita pasti mengharapkan imbalan dari tiap perniagaan. Dan imbalan terbaik dari berniaga dengan Allah adalah berharap diampuni dosa, berharap ridho-Nya, dan dijauhkan dari siksa Neraka.


Karena itu, dalam beribadah harus selalu kita perhatikan. Selain niat yang ikhlas karena Allah semata, juga harus dibarengi dengan pemahaman sesuai syariat-Nya.


So..mulai sekarang, agar amalan kita bisa diterima ( harapan), luruskan niat dan pahami syariat. Terlebih di bulan Ramadan, ada banyak sekali amalan yang harus kita menangkan. Kita tidak ingin amalan ini berakhir sia-sia bukan?.[]


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!