Saturday, May 26, 2018

Nasib Palestina Kini


Oleh : Indri Cahya Ningrum, A.md

Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Remaja


Dunia Islam kembali bergejolak. Pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan tewasnya 60 warga akibat serangan peluru oleh Israel adalah bagian dari sederet daftar panjang penderitaan dan keterhinaan dunia Islam pasca runtuhnya ke-Khilafahan Islam, pasalnya runtuhnya Khilafah Islam adalah titik tolak dimulainya penjajahan. Demokrasi sebagai sistem pemerintahan justru berperan besar dalam memuluskan penjajahan tersebut.  Jengkal demi jengkal tanah kaum muslim dirampas oleh Israel.  Hal ini diperparah dengan dukungan AS atas Israel. Kendatipun pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan  Majelis Umum PBB, bagi AS hal ini tak menjadi masalah.


Disisi lain sikap tidak berdaya ditunjukkan oleh para pemimpin Muslim. Berbagai pertemuan telah beberapa kali digelar. Diantaranya adalah pertemuan Liga Arab yang digelar di Mesir(9/12/2017). Yang terbaru yakni Konferensi Tingkat Menteri Organisasi  Kerja sama Islam (KTM OKI)ke-45 yang berlangsung di Dhaka, Bangladesh (5/5/2018). Namun sayang sekali, hasil pertemuan tersebut tidak banyak memberikan solusi yang berarti bagi persoalan yang tengah dihadapi. Sebab pada akhirnya pertemuan tersebut hanya berhenti pada kecaman semata. Sikap yang tidak jauh berbeda ditunjukkan oleh pemimpin Mesir. Perbatasan Rafah yang menjadi jalur satu-satunya keluar masuknya warga Gaza yang tidak dikuasai oleh Israel justru ditutup sejak 2013. Pembukaan pun hanya saat bulan Ramadhan, dengan dalih membantu warga Gaza, tapi sebelas bulan berikutnya sama saja. Sungguh sikap yang sangat disayangkan sebab banyaknya korban yang tewas di tangan tentara Israel tidaklah sedikit.


Sangat jelas terlihat,bahwa Palestina saat ini sedang berjuang menghadapi kenyataan pahitnya sendiri. Adapun pemimpin Negri muslim lainnya, telah jelas menunjukkan dimana posisi keberpihakan mereka. Berjatuhannya nyawa-nyawa saudara-saudara muslim rupanya tidaklah cukup membuat sadar dan berupaya serius untuk mengentaskan masalah ini. Melainkan hanya berjuang pada perundingan dan diplomasi tanpa menyentuh solusi hakiki. bahkan yang terjadi semakin menguatkan penjajahan Israel atas tanah Palestina. Para pemimpin Muslim telah terkungkung oleh kepentingan akibat sekat-sekat Negara-bangsa dan Demokrasi sekulernya yang merupakan perangkap Barat untuk mengkerat-kerat negri Muslim. 


Hal ini sungguh berbeda dengan sikap Khalifah Abdul Hamid II saat seorang Yahudi T. Herzl meminta beliau untuk menyerahkan tanah Palestina dengan diberikannya jaminan uang. Permohonan tersebut secara tegas ditolak mentah-mentah oleh beliau. Beliau mengatakan bahwa tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin dan tidak akan pernah menyerahkannya selama Palestina masih dalam wilayah kekuasaan Islam. Dan selama itulah Palestina tetaplah menjadi milik kaum muslimin secara mutlak hingga hari ini. Maka sejatinya sikap Israel merebut tanah Palestina tidak bisa dibenarkan.


Berangkat dari tidak adanya kepemimpinan yang menjadi perisai dan penyatukan kaum muslimin, akhirnya menjadi penyebab utama mudahnya Israel merampas tanah yang sebelumnya disirami oleh darah para syuhada tersebut. Saat ini dunia seolah mendadak bisu meski secara jelas melihat korban-korban yang terus menerus berjatuhan akibat dari serangan keji yang dilancarkan oleh Israel. Darah dan kehormatan mereka kini tiada lagi menjaga. Padahal dalam hadits Rasulullah bersabda : “Musnahnya dunia lebih ringan disisi Allah daripada terbunuhnya seorang Muslim ” (HR. Muslim, An Nasa’I, At Tirmidzi)


Berdasarkan nash diatas menunjukkan bahwa hilangnya nyawa kaum muslim adalah  suatu hal yang sangat berat. Untuk itulah sejatinya penjangaan dan perlindungan terhadap jiwa kaum muslimin akan terwujud dengan hadirnya kepemimpinan Islam. Umat Islam harus mengokohkan ukhuwah dan perjuangan agar kepemimpinan seluruh kaum muslimin itu segera hadir untuk menjadi Rahmat bagi seluruh Alam.


 





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!