Monday, May 14, 2018

Muslim Sejati; Menyambut Ramadhan dengan Sukacita bukan Menebar Malapetaka


 Oleh; Siti Rahmah


Seorang muslim sejatinya dia akan bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, bulan penuh rahmat, magfiroh dan keberkahan. Siapapun dia jika dia seorang muslim yang memahami ajarannya maka dia tidak akan menyiakan moment menyambut datangnya Ramadhan. Bahkan jauh sebelum memasuki bulan suci Ramadhan kaum muslim sudah mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sebagai pelatihan. Sehingga datangnya Ramadhan menjadi sebuah kerinduan bahkan impian dan harapan dalam setiap alunan doa. Allahumma bariklanaa fii rojabana wa sya'bana wabalighna romadhona, itulah alunan doa yang senantiasa di senandungkan kaum muslim supaya bisa bertemu dengan bulan ramadhan yang istimewa.


Namun sepertinya berbeda dengan tahun ini, penyambutan ramadhon yang selalu di sambut oleh kaum muslimin dengan meriah, dengan berbagai perayaan seperti pawai obor, tarhib ramadhan dan acara - acara lainnya yang menunjukan betapa bahagianya kaum muslim bisa bertemu dengan bulan suci. Pasalnya pekan ini tepat pada tanggal 13 Mei 2018 saudara kami di Surabaya justru malah di gegerkan dengan berita duka. 


Rentetan pengeboman telah terjadi di tiga gereja, kemudian di susul di Mapolresta, dengan jumlah korban yang tidak sedikit, bahkan diantaranya adalah anak - anak. Tentu peristiwa ini menorehkan luka dan duka nestapa bagi seluruh rakyat Indonesia. 



Hilangnya Bahagia karena Duka


Alamiahnya duka dan bahagia datang silih berganti, namun kali ini seakan datang bersamaan. Disatu sisi kaum muslim sedang berbahagia menyambut bulan kebanggaan yang bisa melebur dosa - dosa, namun disisi lain kaum muslimin pun menangis dengan apa yang terjadi pada saudara kami setanah air. Apalagi duka yang di rasakan keluarga korban pastilah begitu dalam, sedalam perihnya hati kami ketika mendengar pemberitaan bahwasanya yang melakukan tindakan keji itu adalah orang Islam. 


Padahal kami sebagai seorang muslim bersaksi, bahwa ajaran Islam tidak pernah membenarkan teror apalagi sampai membunuh jiwa yang di haramkan Allah, justru dalam Islam perbuatan tersebut di kecam bahkan  termasuk dosa besar sebagaimana di kabarkan dalam Al quran surat Al Isra 33, Al Maidah ayat 32 dan surat yang lainnya. Sehingga seorang muslim sejati tidak mungkin melakukan hal yang membuat dirinya terjerumus kedalam dosa besar.


Justru dengan adanya peristiwa ini kami kaum muslimin sangat berduka dan terluka, karena kaum muslim selalu menjadi sasaran terciduk, di saat moment yang tepat untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, kami malah harus berhati - hati karena penjabaran ciri terorist adalah mereka yang terlihat taat dan memiliki pemahaman yang melekat dalam setiap tindakannya. Seolah orang taat, orang rajin sholat dan rajin berdakwah apalagi meneriakan khilafah menjadi pribadi yang layak di curigai, dengan semua ini bahagia yang harusnya kami rasakan pupus di ganti duka dan luka yang mendalam.



Pupusnya Asa


Sulitnya menjalankan syariat di jaman penuh fitnah, membuat hidup terasa sesak. Peristiwa demi peristiwa terus terjadi menghiasa pemberitaan, namun dari semua ini tidak ada yang membuat kaum muslim merasa tenang. Justru kami kaum muslim di bayang - bayangi Islamphobia di negeri mayoritas muslim. Malapetaka yang di ciptakan dihari ini, menjelang beberapa hari kami melakukan ibadah yang agung tidak urung membuat dunia murung, menyaksikan kejamnya perbuatan manusia bejad.Ajaran agama manapun tidak akan ada yang membenarkan tindakan jahat apalagi Islam yang begitu mencintai perdamaian.


Kebahagiannya menyambut datangnya bulan suci ramadhan seolah harus pupus dengan datangnya fitnah keji yang menyerang kaum muslimin. Padahal sebagai seorang muslim kami dianjurkan berbahagia menyambut datangnya bulan suci ramadhan karena besarnya pahala yang di berikan dan curahan rahmat yang di turunkan sebagaimana hadits Rasululloh; "Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi." (HR. Ahmad)


Siapapun yang melakukan dan menciptakan malapetaka hari ini apalagi sampai menghilangkan jiwa, sejatinya bukanlah seorang muslim yang paham ajaran Islam walaupun mengatasnamakan jihad dalam perbuataannya. Karena muslim yang memahami ajaran Islam dia akan senantiasa terikat dengan hukum - hukum Islam dan menjauhkan diri dari perbuatan jahat, jangankan menyakiti manusia menyakiti makhluk bernyawa seperti semutpun tidak akan di lakukan. Apalagi harin ini adalah moment menyambut bulan suci Ramadhan muslim sejati pasti akan menyibukan diri  menghiasi amal perbuatannya dengan ibadah yang akan mewujudkan ketentraman dan ketenangan bukan dengan menciptakan malapetaka yang mengundang kehancuran.


Waallahu alam


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!