Thursday, May 24, 2018

Merapipun Interupsi eh Erupsi


Oleh: Sofia Ariyani, SS (Member Akademi Menulis Kreatif)


Betapa ujian terhadap kaum muslimin di tanah air datang bertubi-tubi silih berganti. Beberapa hari menjelang ramadhan citra Islam dibuat buruk dengan munculnya para teroris dengan bomnya. Tak tanggung-tanggung mereka membawa serta anak kecil dalam "meledakkan diri" di gereja.


Berawal dari peristiwa penistaan agama Islam oleh seorang kafir dari pejabat negara, Islam menjadi bulan-bulanan masyarakat yang mengatasnamakan masyarakat toleransi.


Umat islam dipecah belah dengan melabeli radikal dan moderat. Mereka yang memegang teguh ajaran Islam dianggap radikal. Sedangkan mereka yang setengah-setengah memegang ajaran Islam dianggap moderat. Muslimah yang bercadar dianggap radikal. Yang mendakwahkan khilafah dianggap radikal. Yang menbawa bendera Rasululloh dianggap radikal. Padahal itu semua ajaran agama mulia ini, Islam.


Dakwah Islam mulai dihalang-halangi, ulamanya dipersekusi, ormasnya diadili. 


Padahal adanya ormas dakwah ini demi menjaga keutuhan negeri tercinta ini dari antek-antek asing-aseng penjajah yang ingin menguasai sumber daya alam indonesia. Memberangus kedzaliman dari kebijakan-kebijakan yang merugikan masyarakat dengan mengoreksi penguasa. Juga memahami masyarakat bahwa sistem yang ada saat ini adalah sistem yang tidak sesuai dengan fitrah manusia.


Dan harus diganti dengan sistem yang berasal dari Sang Pencipta yaitu Alloh SWT.


Tak ayal jika aturan Pencipta tidak diindahkan maka berbagai bencana menimpa negeri ini. Beberapa bulan lalu indonesia diguncangkan dengan gempa-gempa, gunung-gunung erupsi seolah mereka interupsi atas kedzaliman yang ditimpakan umat ini.


Tak banyak orang-orang yang memahami datangnya bencana hanya orang-orang beriman yang tahu akan tanda-tanda kekuasaan Pencipta.


Sebagaimana yang diberitakan Rasululloh saw, dari Abu Hurairah ra berkata, bersabda Rasulullah saw;


“Apabila kekuasaan dianggap keuntungan, amanat dianggap ghanimah (rampasan), membayar zakat dianggap merugikan, belajar bukan karena agama (untuk meraih tujuan duniawi semata), suami tunduk pada istrinya, durhaka terhadap ibu, menaati kawan yang menyimpang dari kebenaran, membenci ayah, bersuara keras (menjerit-jerit) di masjid, orang fasik menjadi pemimpin suatu bangsa, pemimpin diangkat dari golongan yang rendah akhlaknya, orang dihormati karena takut pada kejahatannya, para biduan dan musik (hiburan berbau maksiat) banyak digemari, minuman keras/narkoba semakin meluas, umat akhir zaman ini sewenang-wenang mengutuk generasi pertama kaum Muslimin (termasuk para sahabat Nabi saw, tabi’in dan para imam muktabar). Maka hendaklah mereka waspada karena pada saat itu akan terjadi hawa panas, gempa, longsor dan kemusnahan. Kemudian diikuti oleh tanda-tanda (kiamat) yang lain seperti untaian permata yang berjatuhan karena terputus talinya (semua tanda kiamat terjadi).”(HR. Tirmidzi)


Semoga di bulan mulia ini Alloh SWT memberikan hidayah untuk penguasa negeri ini supaya mau menerapkan aturan yang paripurna untuk manusia juga seluruh alam, Syari'at Islam. 

Aamiin yaa Robbal'aalamiin


Serang, 24 Mei 2018


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!