Thursday, May 10, 2018

Menyempurnakan cinta


Oleh : Bintunapan.S


Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban yaa syahro shiyam.


Aroma Ramadhan kian tercium. Harum mewangi menyusuri penjuru bumi.


Saat kita kanak-kanak, ini saat yang dinanti. Masih ingat lagu yang suka dinyanyikan anak-anak menjelang Lebaran?

" baju baru alhamdulillah, tuk dipakai dihari Raya.

Tak ada pun tak apa-apa, masih ada baju tetangga.." (eeeh, baju yang lama)


Masih pagi sudah ngumpulin jajanan, semua dibeli buat buka puasa. Apalagi di rumah Ibu selalu masak menu spesial, dan dipenghujung bulan baju Lebaran ga ketinggalan.


Eeiits, itu dulu.

Bagaimana sekarang? 

Tentunya berbeda, seiring bertambah usia, makin banyak ilmu yang didapat, maka dibarengi juga dengan sikap yang berbeda. Kan sudah Hijrah, artinya berubah ke arah yang lebih baik ya dear...


Di bulan Ramadhan itu, ada perintah dari Allah. Dalam surat Al Baqarah ayat 183, tentang perintah berpuasa,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu

berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang

sebelum kamu agar kamu bertakwa .”

Perintah ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan

dimaksudkan untuk menjadikan mereka pribadi-pribadi

yang luhur dan bertakwa.


Ramadhan adalah bulan spesial, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. 


Kalau boleh dibilang, bulan obral, Allah mengobral pahala. Serius. Bayangkan, pahala satu kewajiban dilipat menjadi 70 lipat. Ngiler ga? Pastinya doong.


So, saat yang tepat buat kita meng-up grade diri gaes.

Jadikan moment bulan suci kali ini untuk menyempurnakan cinta. Cieee..cinta.

Cinta kepada Sang Pemilik Cinta. Allah azza wa jalla.


Gimana sih tips agar Ramadhanmu berarti?


*Pertama*, luruskan niat. Jangan sampe bengkok. Niatkan Lillah, karena semata-mata memenuhi seruan Allah.


*Kedua*, penuhi semua seruanNya. Yang wajib, jangan ditinggalkan. Sholat lima waktu, menuntut ilmu, Dakwah, birrul walidain. 

Yang sunnah lakukan sebanyak-banyaknya.

Tarawih, tilawah, tahajjud, dan sholat sunnah yang lainnya. Infaq shodaqoh juga diupayakan.


*Ketiga*, jadikan habit. Atau bahasa kerennya istiqomah. Ibadah itu kan bukan hanya satu bulan, tapi selama kita masih hidup di dunia.

Sebagaimana firman Allah dalam surat Adz-Dzariaat ayat 56 yang artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".


Layaknya metamorfosa ulat menjadi kupu-kupu.

Melalui proses yang tidak mudah. Ulat menjadi kepompong, dibungkus rapat, berpuasa, hingga dia keluar menjadi kupu-kupu nan indah.


Begitu juga kita, sudah seharusnya menjadikan Ramadhan titik tolak kearah yang jauh makin baik dari sebelumnya. Setelah Ramadhan sholatnya ga bolong lagi, ibadah sunnahnya sering. Dakwahnya makin rajin, ga mau kan ke surga sendirian?

So ajak sahabat-sahabatmu ke jalan taat. Karena hijrah sendirian itu berat, kamu ga akan kuat. Kita butuh sahabat taat ya kan shalihat?


Karena hakikatnya puasa membentuk kita insan bertaqwa. Yaitu takut kepada Allah Yang Maha Mulia, mengamalkan apa yang Ralulullah bawa yaitu Al Qur'an dan Sunnah, mempersiapkan mati dengan amal ketika hidup.


Wallahu a'lam bi shawwab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!