Tuesday, May 15, 2018

Menyambut Romadhon dengan Gembira


Oleh Ainul Mizan (Guru Insantama Malang)


Alhamdulillah…, kita akan kedatangan tamu agung nih. Ada yang tahu, siapa kiranya tamu tersebut? Yups, bulan Romadhon. Sob…, aku mau tanya lagi ya. Ada yang tahu, sebutan – sebutan untuk Bulan Romadhon itu apa saja? Wuih…udah pinter – pinter ya. Bulan Romadhon itu disebut sayyidusy syuhur, yaitu penghulunya bulan – bulan dalam setahun. Romadhon juga disebut Syahrul Qur’an, yaitu bulan diturunkannya al Qur’an. Sebutan lainnya untuk Romadhon di antaranya adalah Syahrul ash Shiyam (bulan diwajibkan berpuasa), Syahrul Riyadhoh (bulan pelatihan) dan sebagainya. Subhanalloh, kita patut bersyukur lho…sebagai umat Nabi Muhammad SAW. 

Sobat…, tentunya dengan kehadiran bulan Romadhon, kita gembira menyambutnya. Diadakanlah acara untuk sambut Romadhon. Itulah Tarhib Romadhon. Di dalam Tarhib Romadhon, pokoknya seru deh. Ada tuh, teman – teman kita yang membuat acara Tarhib Romadhon dengan keliling kampong atau kompleks sambil bawa poster. “Marhaban Ya Romadhon”, “Yuk Puasa Romadhon”, “Yuk, Tingkatkaan Iman dan Taqwa”, itu sebagaian pesan – pesan yang ada di poster mereka. Ada juga yang mengisi Tarhib Romadhon dengan mengadakan Khataman al Qur’an. Dan masih banyak yang lainnya deh. Jadi, nggak boleh dong menyambut bulan Romadhon dengan sedih. 

Rasa gembira kita dengan datangnya Romadhon itu harus diwujudkan selama Bulan Romadhon. Tidak hanya saat acara Tarhib Romadhon, atau Romadhon itu identik dengan banyak makanan dan minuman. Ato bisa jalan – jalan ke mall maupun swalayan dengan orang tua guna membeli baju dan atau kue. Tidak juga gembiranya pas sore saat Romadhon, bisa ngabuburit dan nongkrong. Sob…kalau gembiranya kita dengan Romadhon hanya seperti itu, wah…bisa rugi deh. Lho kok bisa? Kan kita juga puasa kok. Betul, coba sekarang kita perhatiin nih sabda Nabi kita berikut ini.

كم من صائم ليس له من صيامه الا الجوع والعطش

Artinya : Berapa banyak orang yang berpuasa dan tidak mendapatkan apa – apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga. 

Orang yang bergembira dengan Romadhon, tentunya ia akan menjaga diri dong. Ya..menjaga diri dari hal –hal yang bisa mbatalin puasanya, lebih – lebih dari hal –hal yang bisa mbatalin pahala puasanya. Orang yang berpuasa itu mestinya bisa jaga kelakuannya. Omongannya cuman yang baik – baik aja. Yang didengar bukan gosip. Yang dilihat bukan yang maksiat. Singkatnya, begini sob…, orang yang bergembira saat berpuasa itu, ia betul –betul ringan melakukan kebaikan dan menjaga dirinya dari perbuatan maksiat dan dosa. 

Ia rajin mempelajari syariat agama. Apalagi ia mengisi bulan Romadhon dengan ikut berdakwah pula. Berdakwah, menganjurkan kepada kebaikan yaitu Islam dan mencegah dari kemungkaran atau maksiat. Siang hari Romadhon tidak dipakai malas – malasan ataupun tidur, dengan beralasan lagi puasa. Aduh…kalo siang Romadhon diisi tidur dan malas – malasan pasti rugi besar itu. Wong.., pahala kebaikan di Bulan Romadhon itu dilipatgandakan lho. Perlu ente pahami ya…, melakukan amal sunnah di bulan Romadhon, nilainya sama dengan melakukan yang wajib di luar Romadhon. Kalo melakukan kewajiban di bulan Romadhon, pahalanya dilipatgandakan hingga 70 kali lipat. Nah, udah paham kan?! Makanya jangan malas – malasan ya. 

Sobat…, tujuannya kita ini diperintahkan berpuasa agar kita ini menjadi orang yang bertaqwa. Kok bisa ya? Coba disimak ya. Gini, saat di siang hari, ente liat ada lauk tahu tempe di meja makan. Tapi hebatnya nih, ente nggak mau memakannya. Padahal lauk tahu tempe kan halal, apalagi kondisi sepi. Yups, kita ingat bahwa kita sedang berpuasa. Saat berpuasa kita merasa diawasi oleh Alloh SWT. Jadinya kita nggak berani deh, korupsi menggigit sedikit lauk tersebut. Mestinya, hal ini melatih kita agar patuh kepada Alloh SWT. Kita melaksanakan semua perintah Alloh SWT dan meninggalkan laranganNya. Inilah yang disebut bertaqwa. 

Kita ini…bisa disebut melaksanakan perintah Alloh SWT, kalo kita mendahulukan yang wajib, setelah itu baru yang sunah. Jangan sampai kebalik dong…! Sibuk ikut sholat Taroweh maupun tadarus al Qur’an, bahkan sampai malam. Eh…Sholat Shubuhnya terbang. Atau ikut ngeramaikan saat – saat berbuka puasa di masjid, tapi sehabis itu, Sholat Maghribnya out.  Lagi sibuk menghabiskan hidangan berbuka, alasannya. 

Berpuasa yang benar itu adalah berpuasa yang landasannya iman dan berpengharapan besar dapat pahala dari Alloh SWT. Orang yang puasanya kayak gini, akan diampuni dosanya yang telah lalu. Apa kita nggak senang dan gembira sob…?! Wah…pasti gembira dong. Apalagi orang yang berpuasa itu mendapat dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan saat berbuka puasa, dan kebahagiaan saat berjumpa dengan Alloh SWT. Sueer deh…, yang bisa bahagia saat buka puasa itu hanya orang yang berpuasa. Selanjutnya, dengan puasanya itu menyebabkan ia menjadi orang yang bertaqwa.  Tentunya ia akan bahagia saat menghadap Alloh SWT. Ia mendapat ridho Alloh SWT dan nanti di Surga bisa memandang kepada Alloh SWT. Subhanalloh….

Sobat…, bergembiralah saat menyambut Romadhon. Bergembiralah selama bulan Romadhon. Bersemangatlah dalam mengisi hari – hari selama Romadhon. Kewajiban dilaksanakan, yang sunnah sebagai tambahan dan yang harom, so pasti ditinggalkan. Jadikanlah Romadhon yang akan datang ini sebagai wujud ketaatan kita kepada Alloh SWT. Jadikanlah Romadhon itu sebagai wahana kita untuk mengajak teman, saudara kita agar terikat dengan syariat Alloh SWT. Kita ajak mereka sama – sama berjuang untuk menerapkan syariat Alloh SWT di muka bumi ini. Dengan demikian, kegembiraan kita dengan adanya bulan Romadhon ini, bukanlah kegembiraan yang semu. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!