Monday, May 7, 2018

Menjaga Diri saat Suami tak ada Disisi



Oleh: Siti Rahmah


Pasangan suami istri yang sedang merajut asa, menjalin cinta idealnya memang tinggal bersama. Namun adakalanya kondisi mengharuskan mereka berpisah sementara, berpisah fisik dan raga, berpisah tempat tinggal, klo istilah anak jaman now LDR an (Long Distance Relationship) alias hubungan jarak jauh. Enak, nggak pastinya karena hubungan jarak jauh pasti sangat berbeda dengan tinggal bersama. Walaupun ada plus minusnya tetep saja tinggal bersama untuk suami istri lebih utama.


Pasangan yang sudah Allah persatukan dalam ikatan halal pernikahan, dengan tujuan menikah sebagai ibadah. Maka akan Allah curahkan limpahan berkah, apalagi jika biduk rumah tangga di jalankan sesuai aturan, maka ketentraman akan menjadi buah dalam hubungan. Kebersamaan adalah salah satu kunci tercapainya sakinah, mawadah, warahmah, karena jika setelah menikah tinggal bersama maka sekecil apapun yang di lakukan untuk pasanganya akan bernilai pahala.



Ketika Harus Terpisah


Sebagai bahan pertimbangan bagi yang galau harus memilih antara ikut suami dengan segala konsekuensi atau tinggal terpisah dengan suami yang tentu memiliki konsekuensi pula. Barangkali perlu kiranya di buat list untuk bahan pertimbangan. Sebagai contoh buatlah data tentang plusnya ketika tinggal bersama adalah pertama, berjalanya semua fungsi, terlaksananya hak dan kewajiban. Misal, suami bisa menjalankan kewajibannya memberikan nafkah lahir dan batin secara sempurna dengan begitu hak istripun bisa didapatkan secara utuh. Begitupun sebaliknya istri bisa menjalan kewajibannya melayani suami, menyiapkan makan, pakaian, menyiapkan semua kebutuhannya dan melayaninya yang semua itu menjadi ladang pahala bagi istri.


Kedua efektifnya komunikasi, tidak di pungkiri kemajuan jaman berbanding lurus dengan kecanggihan tekhnologi, sehingga semua informasi dan komunikasi menjadi lebih mudah. Namun tentu berbeda untuk pola komunikasi suami istri, adakalanya memang dalam setiap ucapan dan sapaan langsung yang di sampaikan suami memiliki makna tersendiri, tidak sama dengan komunikasi byphone. Sehingga akan meminimalisir terjadinya misscom alias salah paham.


Ketiga menguatkan jalinan kasih sayang, intensitas pertemuan dan intensitas interaksi antara suami istri akan semakin menguatkan ikatan cinta diantara keduanya. Sapaan, sentuhan - sentuhan lembuat akan menumbuhkan bibit cinta yang akan berbuah pahala. Seperti ungkapan istilah jawa yang populer witing tresno jalaran soko kulino (Cinta tumbuh karena terbiasa)

Keempat tujuan pernikahan akan mudah di capai. Karena kebersamaan yang di jalin erat dengan perbikahan tentu memiliki tujuan yang agung. Selain untuk meraih Ridho Allah salah satu tujuan pernikahan juga untuk melestarikan keturunan. Dan semua akan lebih mudah terwujud ketika suami istri tinggal bersama.


Itulah pertimbangan - pertimbangan yang bisa di jadikan acuan ketika harus tinggal bersama. Adapun ketika kondisi mengharuskan tinggal terpisah mungkin masih ada nilai plus, namun tidak akan sebanding dengan tinggal bersama. Misal, nilai plus ketika tinggal berpisah adalah akan memunculkan kerinduan, biasa bersama tiba - tiba berpisah pasti rasa rindu tak akan bisa di bendung, dan tentu ketika bertemu kembali maka akan menjadikan suami istri lebih menghargai kebersamaan. Kemudian akan merasa betapa berharga nya pasangan kita, biasanya kita menghargai sesuatu yang sudah tidak ada, seperti lirik lagu, "klo sudah tiada baru terasa bahwa kehadirannya sungguh berharga". Begitupun kita akan merasa betapa berharganya pasangan kita ketika ada ruang untuk kita berpisah sementara.


Tentu nilai plus tinggal bersama lebih banyak di bandingkan berpisah. Namun bukan berarti suami istri tidak boleh tinggal terpisah, dalam kondisi - kondisi tertentu adakalnya suami istri harus tinggal terpisah. Seperti  yang terjadi dimasa Rasululloh para sahabat adakalanya meninggalkan istrinya untuk berjihad. Dalam kondisi - kondisi suami istri terpisah Islam tetep memberikan tuntunan.



Menjaga Dalam Cinta


Salah satu gambaran wanita sholehah yang di tuturkan oleh lisan mulia baginda nabi adalah wanita yang mampu menjaga dirinya ketika suami tak ada di sisinya. Rasululloh saw bersabda:


 "Wanita yang terbaik adalah wanita yang menyenangkan kamu tatkala kamu melihatnya, mematuhimu ketika kamu memerintahnya, menjaga dirinya sendiri (kesuciannya) dan harta kamu dalam ketiadaan kamu.”(HR. Tabhrani)


Menjaga kesucian diri saat suami tak ada disisi inilah bukti baktinya istri pada suami, bahkan Rasululloh dalam haditsnya mengatakan sebagai wanita terbaik. Hal ini selintas mudah di lakukan oleh istri yang memiliki iman yang menghujam. Dia akan senantiasa menjaga kesucian dirinya, hatinya dan cintanya. Seperti contoh kecilnya wanita sholehah tidak akan mengijinkan siapapun memasuki rumahnya tanpa seijin suaminya, terlebih laki - laki asing. Dia akan sentiasa menjaga kesucian dari apapun yang akan menimbulkan fitnah untuk dirinya.


Selain menjaga diri wanita terbaik yang di gambarkan dalam hadits diatas adalah wanita yang memelihara harta suaminya, dalam artian tidak membelanjakannya di jalan yang sia - sia. Dia akan menjaga harta suaminya dengan baik semata - mata sebagai bentuk tanggungjawabnya dan baktinya. Inilah seperangkat aturan ketika suami tidak di rumah. Walaupun berpisah, tinggal berjauhan namun menjalankan kewajiban dan ketundukan masih bisa di laksanakan. Dengan smua itulah wanita yang mampu menjaga  dirinya, menjaga cintanya untuk suaminya dan senantiasa mentaati suaminya  maka Allah anugrahkan surga terindah dimana wanita tersebut bukan hanya memiliki istana di surga tapi menjadi ratunya bidadari di surga nanti, bahkan mampu membuat cemburu para bidadari surgawi.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!