Thursday, May 24, 2018

Menjadi Generasi Emas


Oleh: Puput Hariyasi, S.Si*


HOREEE, Kabar Gembira!! Buat kamu para pelajar patut bebangga. Indonesia akan menyongsong generasi emas tahun 2030. Generasi yang sangat diharap-harapkan akan segera tiba. Kamu jadi bagian generasi emas juga kan? So pasti, harus guys. Namun kini, sepertinya  para guru, orang tua, juga kita semua dibikin ngelus dada nich, whats, emang ada yang salah ya..? Beberapa hari yang lalu kita dikejutkan berita tentang generasi yang tragis bin miris.


Berdasarkan sumber berita yang dikutip dari www.radarsorong.com rumah Pak Welly di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Sorong menjadi sasaran lempar batu sejumlah pelajar yang sedang merayakan kelulusan dengan acara goyang hingga mengakibatkan kaca jendela pecah. Tak hanya satu rumah tapi beberapa rumah milik tetangga Pak Welly pun banyak mengalami kerusakan. Aksi sekitar pukul 01.00 WIT ini sungguh serampangan tentu tidak patut untuk dicontoh. pelaku dalam kondisi mabuk alias lagi tak waras ingatannya. Sudahlah mabuk, masih terlibat perkelahian, ngrusak rumah warga lagi.


Ketika kita membahas fenomena ini, menurut kamu sejalan nggak sich sama program pendidikan karakter yang sedang dibangun? Pasti jawabannya pada geleng kepala. Program yang sudah dibangun dengan susah payah, bukannya sukses justru pelan tapi pasti menuju jurang kehancurannya. Masih jauh dari harapan, bagai menegakkan benang basah. 


Ngomongin tentang pendidikan karakter, sobat pada tau nggak kalau program ini bukan asli tulen hasil pemikiran pemerintah Indonesia lho. Ternyata hasil adopsi dari negeri Barat alias Inggris. Negeri yang terkenal sekuler. Jadi, ya wajar-wajar aja kalau hasil cetakannya kayak kasus diatas tadi dan makin hari terus bertambah kasus amoral. Sekuler itu memisahkan agama dari kehidupan. Masalah ibadah tak mengapa pakai agama, tapi urusan lainnya terserah anda… 


So, generasi muslim harus sadar diri. Kamu-kamu semuanya harus berkomitmen gak boleh terseret yang namanya arus liberalisme dan hedonisme yang mrupakan anak kandung sekulerisme. Yakin deh kalau 2 virus itu sangat membahayakan dan mematikan, karena itu bukan dari Islam guys. Mendingan nyalurin potensi pada hal-hal yang positif. Bayangin ya, di usia muda itu terkumpul segala potensi, panca indra berfungsi maksimal, akal masih fress, semangat belajar kuat dibanding emak-emak, waktu luang masih banyak. Jadi masa ini gak boleh kita sia-siain. Kita harus mengukir prestasi. Misalnya, jadi juara kelas, juara olimpiade, ahli di bidang tertentu jadi penulis lah, Pelopor karya ilmiah remaja, Duta anti narkoba, dll.


Jadilah kalian seperti Zaid bin Tsabit di usia 13 tahun menjadi penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa suryani sehingga menjadi penerjemah Rasul. Wah keren banget. Mushab bin Umair di usia belia dipercaya Rasul jadi duta dakwah ke Madinah, Aisyah penghafal ribuan hadist dan menjadi rujukan dizamannya. Mereka adalah pemuda yang memeluk erat Ke-Islamannya.


Buat kalian para remaja, jadilah bagian dari generasi emas yang akan mengisi peradaban emas. Pegang teguhlah Islam yang sudah kalian miliki sebagai agama dan aturan bagimu. Dijamin kalian gak akan tersesat dunia akhirat. Karena Islam agama rahmatan lil alamin, langsung datang dari Allah SWT Dzat Maha Sempurna. Jangan pernah tergoda dengan paham-paham liberal dan hedonis. Good Luck!!


*Penulis

Pemerhati Remaja, Ketua SPUM Jember




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!