Saturday, May 26, 2018

Menguji Kebenaran Al Quran


Oleh : Al Azizy Revolusi


Dari flu hingga batuk, pilek juga demam, meriang sepanjang malam, dan badan pegal-pegal tak tertahankan.

.

Berbagai saran konsumsi obat diterima. Herbal dan kimia. Semua sudah dicoba. Belum ada perubahan jua. Masih dalam proses katanya. Mudah-mudahan tak ada masalah dengan puasa.

***


Kawan, menentukan obat untuk kesembuhan itu kadang buat kita pusing. Bingung tentang kepada siapa harus bertanya? Obat apa yang bisa dikonsumsi? Mana yang benar? Gimana cara mengujinya?

.

Hmm, sebagai orang beriman, Al Quran harus diyakini juga menjadi obat. Terbukti para peruqiyah mampu menyembuhkan orang sakit dengan wasilah bacaan Al Quran.

.

Lantas, bagaimana menguji kebenaran Al Quran? Benarkah Al Quran berasal dari Allah? Mari gunakan potensi akal untuk mengujinya.

.

Kawan, siapapun yang pernah melihat Al Quran, pasti tidak akan menyangkal bahwa fakta Al Quran adalah berbahasa Arab. Nah, dari fakta ini, ada 3 kemungkinan asal Al Quran:

.

Pertama, dari karangan orang Arab. Kedua, dari karangan Rasulullah. Ketiga, dari Allah Swt. Tidak ada kemungkinan lain.

.

Tuduhan pertama memang wajar, sebab Al Quran berbahasa Arab. Tapi ini kemungkinan yang batil. Mengapa? Karena Al Quran menantang orang Arab untuk membuat yang semisal Al Quran. Seayatpun sampai hari ini tak ada yang bisa membuatnya.

.

Al Quran juga berisi tentang ilmu pengetahuan yang baru diteliti sekarang ini, yang tidak mungkin dipikirkan oleh orang arab abad 5 M.

.

Isi Al Quran juga banyak mengkritisi adat, budaya, kebiasaan orang-orang arab. Menyebutnya sebagai tradisi jahiliyah. Kesimpulannya; Al Quran bukanlah karangan orang Arab.

.

Kemungkinan kedua juga batil. Sebab, Rasulullah juga orang Arab. Apa yang tak bisa dilakukan orang Arab, tentu tak bisa juga dilakukan oleh beliau. Ditambah beliau ialah seorang ummy. Tak bisa membaca dan menulis.

.

Di samping itu, Rasulullah juga mengeluarkah hadits qauliyah yakni berupa perkataan. Dari sisi gramatical, gaya bahasa Al Quran dan Hadits sangatlah beda. Padahal keluar dari lisan yang sama.

.

Maka satu-satunya kemungkinan yang benar adalah Al Quran Kalamullah. Perkataan Allah. Bukan yang lain. Dengan demikian telah kita buktikan secara aqly bahwa Al Quran itu benar. Maka beriman kepadanya harus secara kaffah bukan setengah-setengah. Wallahua'lam.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!