Thursday, May 31, 2018

Mengkaji Islam


Oleh: Minah, S.Pd.I


Berpuasa di bulan ramadhan begitu indah, selain menahan lapar dan haus, kita juga kudu harus menahan nafsu, menahan amarah, menjaga lisan, menjaga kehormatan dll. Serta dibulan ramadhan kita harus mengisinya dengan amal sholeh. Daripada tidur-tiduran maka isilah ramadhan kita dengan hal yang bermanfaat yaitu tadarusan, silaturahmi, bersedekah, sholat sunnah diperbanyak, mengkaji Islam dan dakwah.


Dalam bulan ramadhan, Rasulullah ditemui oleh malaikat Jibril.

”Rasulullah saw. adalah orang yang pemurah terlebih-lebih pada bulan ramadhan, bulan dimana beliau selalu ditemui Malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam bulan Ramadhan untuk bertadarrus al-Qur’an. Sungguh bila Rasulullah saw. bertemu dengan Jibril beliau lebih pemurah lagi melebihi angin yang kencang.” (HR Bukhari dan Muslim)


Mengkaji Islam itu sangatlah penting, dengan begitu, kita akan memahami mana yang dihalalkan atau yang diharamkan. Dan kita akan mengetahui amalan apa saja yang harus kita lakukan. Tanpa ilmu kita tidak akan pernah tahu akan syariat dari Allah. Karena itu, kita harus mencari ilmu terutama adalah ilmu Islam.


Dengan menuntut ilmu Islam, Allah memudahkan jalan menuju surga, bahkan dikatakan dalam alquran bahwa orang-orang yang berilmu itu akan diangkat derajatnya oleh Allah. karena dengan ilmu kita akan tahu akan kesempurnaan Islam.


Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah pasti akan membukakan bagimu suatu jalan ke syurga. Sesungguhnya para malaikat akan melebarkan sayap keridhoan bagi seorang pencari Ilmu. Sesungguhnya seluruh makhluk yang ada di langit maupun yang ada di bumi hingga bahkan ikan-ikan di dasar laut akan memintakan ampunan kepada Allah bagi seseorang yang berilmu. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dengan seorang ahli ibadah adalah laksana keutamaan cahaya bulan purnama pada malam hari atas seluruh cahaya bintang. Sesungguhnya pula, orang-orang yang berilmu (para ‘alim ulama) adalah pewaris para Nabi, sementara para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan Ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambil ilmu, ia berarti telah mengambil bagian yang sangat besar.” (HR. Abu Dawud, ibnu Majah, at- Tarmidzi).


Yuk Berikan yang TERBAIK untuk ALLAH, maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK dari ALLAH yakni berupa surgaNya. Yuk mengkaji Islam!


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!