Friday, May 25, 2018

Menghadap Allah, Tidak Harus Menunggu Tua


Oleh :  Marwa Ummu Afa (Juragan Ikan Cabut Duri)


“Berita duka.  Si Fulan meninggal” kata sebuah berita.  “Innalillahi wa inna ilaihi raji’uun.  Lho si Fulan yang masih SMA itu? Bukannya bapaknya yang sudah sakit lama?.  Tadi saya baru ketemu Fulan ….


Sobat, sering kita mendengar berita duka yang tidak disangka-sangka.  Orang masih muda, tidak menunggu tua.  Yang masih sehat, tidak menunggu sakit.  Yang baru saja beraktivitas, tidak menunggu sedang santai.  Atau yang sedang santai tidak menunggu sibuk.   Itulah maut.  Ketika sudah saatnya tiba, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap harus siap.  Siap kembali kepada Sang Pemilik.  Kembali untuk mempertanggungjawabkan semua yang sudah dijalaninya di dunia.


Sebuah hadits riwayat Abdullah bin Abbas radliyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda :


“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari.  Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-tertawa.  Maka Izrail berkata : “Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih bodoh dan bergelak tawa”.


Sobat, banyak diantara kita yang  lalai kalau sewaktu-waktu, kita harus siap ketika Allah mengutus Izrail  menjemput kita.  Mencabut nyawa kita.  Kita asyik berlomba-lomba mengejar dunia.  Banyak bersantai dan bersenda gurau.  Banyak menghabiskan waktu dengan perbuatan yang sia-sia.  Sampai lupa apa yang harus dipersiapkan untuk akhirat.  Padahal umur kita masih muda.  Semangat kita masih membara.  Fisik kita masih sangat bisa menunjang aktivitas kita.  Tetapi semua kita curahkan untuk hal-hal yang tidak mendekatkan diri kepada Allah.  Banyak diantara kita yang cuek dengan syariatNya.  Padahal kalau sudah tiba saatnya, tidak akan ada kesempatan lagi.  Tidak akan ada kesempatan untuk memperbanyak amal untuk memperberat timbangan amal baik kita di hadapan Allah.  Semua sudah berakhir.


Nah, sobat jangan ditunda lagi.  Sekarang saatnya kita mempersiapkan diri.  Serius  menjalani hidup di dunia dengan taat syariat.  Karena akan kita pertanggungjawabkan semuanya nanti di akhirat.  Kalau malaikat Izrail sudah harus mencabut nyawa kita, apalah daya kita?



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!