Friday, May 11, 2018

Mengembalikan Kewarasan Gadis



Oleh BintuNapan.S 


"Duh geulis, naon nu dirasa..? Naha bet kitu ari anjeun" (duhai cantik, apa yang kamu rasa, kenapa kamu begitu?)


Kalo ngomongin gadis, pasti identik belum menikah yaa, nah ada kasus yang baru-baru ini booming nih tentang lelang keperawanan.

Yang dipelopori oleh salah satu situs di Jerman, namanya Cinderella Escort. 


Walaupun keberadaanya nun jauh disana, tapi sempat menginspirasi di Indonesia, namun tak lama diciduk karena masih dinilai kontroversi.


*Siapa dibalik situs itu?*


Jan Zakobielski, 26 tahun, adalah pria dibalik Cinderella Escorts Jerman. Ia jadi jutawan muda dari bisnisnya sebagai penyalur para perawan dengan klien yang berminat.

Para escorts, sebutan untuk wanita-wanita yang‘terpampang’ di situs Cinderella Escorts itu tentu bukan tanpa alasan memutuskan buat menjual keperawanan mereka. Ada yang untuk biaya kuliah, Tapi ada juga beberapa yang punya pemikiran, “Daripada keperawananku jatuh ke tangan orang yang salah, yang sewaktu-waktu bisa meninggalkanku, lebih baik aku menjualnya”.

Sebagaimana dilansir Tribunnews, cewek 18 tahun bernama Adriana sampai nekat ‘menjajakan’ keperawanannya seharga Rp800 juta karena ingin lanjut kuliah di Asia demi mewujudkan cita-citanya jadi guru.


*Gimana nih dengan gadis Indonesia?*


Seperti dilansir dari BANJARMASINPOST.CO.ID

Cinderella Escorst di Jerman mengatakan ada ratusan wanita Indonesia mengajukan lamaran untuk menjual keperawanan dengan harga tinggi. Yang mengejutkan, jumlah perawan dari Indonesia yang mengajukan dirinya ada sekitar 350 orang.

Nah looh..Ternyata banyak. Dengan latar belakang yang berbeda tapi benang merahnya semua terjadi karena memenuhi kebutuhan hidup dan gaya hidup. Mulai dari alasan sekolah, kuliah, sampai alasan mengejar kesenangan dunia, travelling, atau membeli barang-barang mewah dan branded.


Miris ya, sampai sedemikian rupa kehancuran perempuan. Dari kehormatannya dirusak hingga pemikirannya yang dijauhkan dari nilai nilai yang luhur, tak lebih hanya seharga barang dagangan.

Apa yang salah sih, ko bisa ini terjadi. Ya, bisa banget.


Beberapa faktor penyebab kerusakan wanita.


Pertama peran keluarga, hari ini kita ketahui bahwa keluarga banyak yang sudah tidak sesuai lagi fungsinya. Ibu yang seharusnya menjadi sekolah pertama bagi putra putrinya, kini  digiring untuk berdaya guna. Ayah,  seharusnya menjadi tulang punggung keluarga, tapi dipersulit dengan kondisi yang dipersempit lapangan kerja. Jika keluarga sudah demikian maka anak asal tumbuh. Tapi tidak dipupuk. Banyak anak gadis yang stress dirumah, disekolah, pelariannya pada pacarnya. Dianggap mampu memberikan rasa nyaman padahal seperti keluar dari rumah masuk ke kandang buaya. 


Kedua, peran Negara.

Biaya pendidikan mahal, negara tidak mampu memenuhi dan mengurusi dengan baik. Kenapa bisa mahal, karena kekayaan negara yang seharusnya dikelola negara dan hasilnya untuk kemajuan rakyatnya justru salah kelola, para Kapitalis asinglah yang mampu menguasai kekayaan negri ini. Hal lumrah jika akhirnya rakyat susah sekolah.

Kemudian asas yang dianut Negara adalah sekulerisme, memisahkan agama dari kehidupan, yang mengusung kebebasan bertingkah laku, menghasilkan kebebasan yang kebablasan, maka ketika ada kasus seperti ini negara tidak mampu memberikan sangsi. Kebebasan individu menjadi hal yang suci yang tidak bisa diganggu gugat.


Betul, keluarga memegang peranan penting, namun ini semua tidak terjadi dengan sendirinya.

Pemerintahlah pemicunya, menetapkan sistem yang dimana itu semua memungkinkan terjadi.

Standar  kebahagiaannya, saat kebutuhan  hidup terpenuhi.


So, bagaimana mengembalikan kewarasan gadis, ya kembali kepada sistem yang memuliakan para perempuan.

Kembalikan perempuan pada fitrahnya yaitu dilindungi dan dijaga bukan jajakan dan dijual.

Karena terbukti sistem aturan hidup hari ini tidak mampu melindungi apalagi mensejahterakan rakyatnya. Karena sumbernya adalah manusia yang serba lemah dan terbatas. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!