Monday, May 7, 2018

Mengatasi Pornoaksi


Oleh : Ammylia Rostikasari, S.S.(Akademi Menulis Kreatif)


Pornoaksi bikin tambah panas situasi negeri. Atraksi tarian erotis yang terjadi di Dataran Engku Putri Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (14/4/2018), membuat heboh warga Batam.

Selain ketiga penari yang berpenampilan seronok, tarian dilakukan di ruang publik sebagai ajang pesta rakyat yang digelar salah satu ormas dan klub motor di Batam (Kompas.com/16/04/2018).

Melintas dari Sumatera, di Pulau Jawa pun tiga penari erotis yang beraksi di Pantai Kartini, Jepara, Sabtu (14/4) kini ditetapkan tersangka (detik.com/17/04/2018). 


Aksinya boleh dibilang lebih panas membara karena busana yang dikenakan benar-benar seadanya alias berbikini ria. Lagi- lagi kaum wanita dijadikan boneka pemuas nafsu liar belaka. Naudzubillah


Para penari tersebut dijerat Pasal 34 UU No 4 Pronografi Tahun 2008, sedangkan panitia penyelenggara dan penghubung dijerat Pasal 33 UU No 4 Pornografi Tahun 2008.


Namun miris, hukum KUHP yang ada tak mampu menyelesaikan kasus pornoaksi sampai pada akar permasalahannya. Pornoaksi dan pornografi dari hari ke hari kian marak saja. Sampai- sampai bisa terjadi di ruang terbuka bahkan di halaman Kantor Aparat Negara.


Tarian erotis telah tumbuh subur di negara demokratis. Negara yang memuja nilai-nilai kebebasan, yaitu kebebasan beragama (freedom of religion), kebebasan berpendapat (freedom of speech), kebebasan berperilaku atau berekspresi (feedom of act) dan kebebasan kepemilikan (freedoom of ownership).

Adapun mengenai Pornoaksi yang marak di negeri ini, semata disebabkan karena beberapa hal yaitu.

Pertama, adanya pengadopsian kebebasan berekspresi yang menjadi bagian dari demokrasi. 

Kedua, sistem ekonomi yang bertopang pada prinsip supply and demand. Di mana ada permintaan di sanalah terdapat penawaran. Inilah yang menjadi nafas hidup ekonomi kapitalisme. Maslahat dan mudarat tak jadi perhitungan, yang peting dapat sebanyak- banyak keuntungan.

 

Persepsi Islam Mengenai Pornoaksi

Islam merupakan agama dan pandangan hidup yang sempurna. Adanya bukan semata mengatur hubungan hamba dengan Sang Pencipta (hablu minallah), tetapi juga mengharmoniskan hubungan sesama hamba (hablu minannas) dan hubungan hamba dengan dirinya (hablu minafsi).


Islam menentukan sumber hukum hanya dari Kitabullah dan Sunah Rasulullah. Sehingga tidak membenarkan paham kebebasan untuk didewakan dalam kehidupan. Islam memiliki kaidah syara mengenai perbuatan manusia. Dinyatakan bahwa al aslu fil af’al taqoyudh bi ahkami syar’i  artinya setiap perbuatan manusia terikat dengan hukum syara.


Dalam bahasa fiqih, pornoaksi dikategorikan al-afal al mutsiroh li as-syahwah aw al-iftitan (perbuatan-perbuatan yang dapat mengundang syahwat yang menimbulkan fitnah). Jelas ini aktivitas pelanggaran syariat.


Islam memandang tubuh sebagai amanah dari Allah SWT yang wajib dipelihara oleh setiap insan, antara lain diatur dalam surat An-Nur ayat 30 yang mengatur tentang tata busana dan tata pergaulan dalam keluarga dan masyarakat bagi laki-laki dan perempuan.


”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat".


Mengatasi pornoaksi sampai ke akarnya hanya dapat dilakukan dengan kembali kepada syariat Islam yang kaffah. Dengan menerapkan aturan Islam dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Insyaallah, Khilafah sebagai ajaran Islam mampu mengundang berkah dari langit dan bumi. Karena institusi inilah yang mampu menaungi agar manusia berlaku taat kepada Ilahi. Hukum Sang Pencipta yang diterapkan secara menyeluruh mampu mengundang rahmat bagi semesta. 

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Surat Al-A’raaf : 96)

Wallahu’alam bishowab







Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!