Friday, May 18, 2018

Meneladani Sahabat Rasulullah saw. Saat Hadapi Ujian Dakwah


Oleh: Ustazah Mimin Musripah 

(Mubalighoh Bandung) 


Kalau ingin melihat ketangguhan dan kesabaran dalam berdakwah, maka lihatlah generasi awal Islam. Bagaimana Rasulullah saw. dan para sahabat mendapatkan ujian yang bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy.


Diceritakan dalam Sirah Ibnu Hisyam bahwa semenjak kedatangannya, Islam selalu dihinakan dan dilecehkan.  Kafir Quraisy menganggap Muhammad saw. sebagai sumber masalah, pemecah belah persatuan orang-orang Quraisy, penghina Tuhan mereka, pencela adat istiadat dan kebiasaan mereka, dan sumber ancaman bagi kekuasaan tokoh-tokoh mereka.


Oleh karena itu, wajar tokoh-tokoh kafir Quraisy tidak tinggal diam. Mereka gelisah, geram, dan tidak nyenyak tidur.  Setiap waktu yang dipikirkan adalah bagaimana menghentikan dakwah Muhammad dan para pengikutnya. 


Adalah para sahabat Rasulullah saw. generasi awal, mereka telah dipilih Allah menjadi sebaik-baik generasi.  Bayangkan, kekuatan mereka yang hanya sedikit jumlahnya melawan kekuatan kafir Quraisy yang begitu besar. Siksaan, cemoohan, propaganda negatif, bahkan hingga boikot mereka lakukan.


Iman yang kokohlah yang telah menjadikan keluarga Yasir rela disiksa dan dibunuh dengan tombak. Bilal rela dijemur di bawah terik matahari berhari-hari dan ditindih dengan batu. Abu Bakar pernah dipukuli hingga memar-memar tubuhnya dan pingsan. Asma binti Abu Bakar pernah ditempeleng pipinya dengan kasar, dan masih banyak deraan siksaan sebagai konsekuensi berpegang teguh kepada agama Allah. Sedangkan Baginda Rasulullah saw. sendiri adalah orang yang paling sabar dalam menghadapi ujian dakwah. Bukan hanya dilempari kotoran unta, dikisahkan dalam sirah bagaimana Abu Jahal pernah melakukan upaya pembunuhan terhadap Baginda Nabi beberapa kali, tapi selalu gagal.


Dalam keadaan terzalimi, dihinakan, dan diblokade semua sarana-sarana dakwah, Rasulullah dan para sahabat tidak menyerah dan berkecil hati karena mereka yakin dengan risalah dari Rabbul 'aalamiin. Dakwah menyebarkan Islam adalah kewajiban agung.


Rasul pun menawarkan Islam kepada kabilah-kabilah yang ada di sekitar pinggiran Mekah, namun tak satu pun menerimanya, bahkan yang diterima adalah cemoohan dan ejekan.  

Berikutnya Rasul pun pergi ke Thaif menemui Bani Tsaqif berharap mereka mau menerima Islam. Akan tetapi Bani Tsaqif justru mengerahkan orang-orang bodoh dan anak-anak untuk mengejek dan mengusir Rasulullah dengan melempari batu-batu kecil hingga kaki Rasul berdarah ketika berlari. Manusia agung itu kelelahan hingga berlindung di kebun milik Utbah bin Rabi'ah. Resapilah penggalan doa Baginda Nabi pada waktu itu, "Ya Allah, kepada-Mu aku adukan lemahnya kekuatanku, minimnya usahaku, dan ketidakberdayaanku terhadap manusia. Wahai Dzat yang paling penyayang, Engkau tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau adalah tuhanku."


Setelah mengalami berbagai ujian dan rintangan dakwah, pada akhirnya Allah pun mengulurkan pertolongan-Nya dengan masuk Islamnya orang-orang Madinah. Melalui orang-orang Ansharlah dakwah Islam semakin meluas di Madinah, hingga tak ada rumah di Madinah kecuali disebut nama Islam dan Muhammad saw..


Oleh karena itu, kalau dakwah hari ini mendapatkan ujian, itu adalah sunnatullah, karena dahulu pun dakwah  Rasul dan para sahabat dilecehkan. 


Hari ini dakwah Khilafah dimusuhi, dianggap memecah belah dan merongrong persatuan bangsa, intoleran, dan mengancam kekuasaan mereka yang haus akan gemerlapnya dunia. Maka, dikerahkanlah segala upaya untuk menghentikan dakwah syariah dan Khilafah dengan cara apa pun.


Karena itu, yang diperlukan hari ini oleh para pengemban dakwah adalah kesabaran, ketangguhan, dan istiqomah di jalan dakwah sebagaimana para sahabat generasi awal telah bersabar atas segala ujian. Yakinlah, sekalipun musuh berupaya memberangus dakwah Islam, itu sedikitpun tak berarti apa-apa di sisi Allah dan janji-Nya pasti terwujud.  Pertolongan dan  kemenangan dari Allah segera tiba.


"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai". (TQS. at-Taubah [9] : 32)[]


#KhilafahJanjiAllah

#IslamSelamatkanNegeri




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!