Thursday, May 17, 2018

Mencetak Generasi Problem Solver dengan Pendidikan Islam


Oleh: Ummu Syaakir 


Euforia kelulusan siswa sekolah menengah baru saja usai.  Seragam putih abu-abu yang berubah menjadi warna-warni menunjukkan betapa bergembiranya mereka dengan kelulusan ini. Seolah sekolah merupakan penjara bagi mereka,  dan kelulusn adalah gerbang kebebasan mereka.  Tak heran,  jika ekspresi kegembiraan yang ditunjukkan tidak hanya didominasi dengan aksi corat coret.  Aksi sobek rok hingga lepas kerudung pun dilakukan oleh para remaja putri.  Ironisnya,  mereka adalah generasi Islam. 


Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, inikah buah pendidikan kita hari ini?  Generasi muda yang dipundaknya harapan penyelamat peradaban ditumpukan menjadi generasi yang begitu memilukan. 


Hal ini tidak terlepas dari tujuan pendidikan dalam sistem saat ini yang hanya berorientasi mencetak generasi siap kerja.  Artinya, potensi demografi yang didominasi oleh kalangan muda merupakan ladang besar bagi para pemilik modal untuk menyerap tenaga kerja yang banyak. Maka,  wajar saja jika pendidikan kita hari ini tidak mampu menghasilkan generasi yang memiliki kualitas problem solver bagi permasalahan kehidupan. Bahkan sebaliknya,  generasi kita hari ini justru banyak terjerumus dalam berbagai kasus seks bebas dan kriminalitas.


Maka, pendidikan seperti apa yang manpu mencetak generasi problem solver?  


Sistem pendidikan Islam adalah sistem yang mampu mengatasi permasalahan ini.  Kurikulum pendidikan Islam secara umum memiliki dua tujuan pokok. Pertama, membangun kepribadian islami dengan cara menanamkan tsaqafah Islam berupa aqidah,  pemikiran,  dan perilaku Islami ke dalam akal dan jiwa anak didik. Kedua,  mempersiapkan anak didik agar diantara mereka menjadi ulama-ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan,  baik ilmu keislaman ( ijtihad,  fiqih,  peradilan),  maupun ilmu-ilmu terapan ( teknik,  kimia,  fisika,  kedokteran,, dan lain-lain).


Rasulullaah saw bersabda,"Perintahkan anak-anakmu shalat saat berusia tujuh tahun,  smdan pukullah ( karena meninggalkan shalat)  saat berusia sepuluh tahun" (HR. Ahmad). 


Hadits ini menunjukkan bahwa pendidikan masa kanak-kanak terbagi dalam dua tahapan yaitu sebelum menginjak 10 tahun mendidik tidak menggunakan pukulan (sanksi),  dan setelah berusia 10 tahun sampai dewasa menggunakan pukulan (sanksi) jika diperlukan.  Karenanya,  sekolah dalam pendidikan islam dikelompokkan menjadi tiga yaitu,  jenjang ibtidaiyah (usia 6 sampai 10 tahun),  jenjang mutawasithah (usia 10 sampai 14 tahun), dan jenjang tsanawiyah (isia 14 tahun sampai jenjang sekolah berakhir)


Pada jenjang ibtidaiyah,  anak didik akan diajarkan tsaqofah Islam, bahasa arab,  ilmu pengetahuan,  dan matematika. Jenjang mutawasithah akan diajarkan materi ilmu pengetahuan umum yang didalamnya konsep-konsep kimia,  biologi,  fisika,  dan geografi. Sedangkan pada jenjang tsanawiyah anak didik akan diajarkan tsaqofah Islam,  bahasa arab, matematika,  komputer,  kimia,  biologi,  fisika,  geografi,  matematika umum,  dan ilmu pengetahuan umum.  Setelah itu, anak didik boleh memilih jurusan sesuai keinginan mereka seperti,  jurusan tsaqofah,  jurusan ilmu pengetahuan dan sains,  jurusan teknologi industri,  jurusan pertanian,  jurusan perdagangan,  dan jurusan kerumahtanggaan (khusus untuk wanita).


Dengan jenjang pendidikan yang membedakan anak didik berdasarkan usia,  sistem pendidikan islam mengajari anak didik sesuai dengan kapasitas usia mereka.  Selain itu,  penanaman bahwa anak didik adalah seorang muslim yang harus memberikan manfaat bagi umat, menjadikan anak didik yg bermental problem solver,  dan menikmati proses belajar dengan orientasi yang jelas,  tanpa harus merasa terbebani.


Demikianlah sistem pendidikan dalam Islam. Namun,  sistem ini akan sangat sulit berjalan tanpa adanya penopang sistem lainnya, seperti sistem ekonomi dan politik. Maka,  jika sistem pendidikan islam diterapkan haruslah sepaket dengan sistem kehidupan yang lainnya. Sudah saatnya umat islam melihat bahwa sistem kehidupan berdasarkan Islamlah solusi mendasar bagi kerusakan pendidikan hari ini. Allahu'alam. 




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!