Friday, May 4, 2018

Memupuk Cinta Pasca Menikah Agar Cinta tak Lekang dimakan Masa


Oleh : Siti Rahmah


Menikah menjadi impian semua manusia, keindahan jalinan rasa, keromantisan yang terjaga, keharmonisan yang tecipta sepertinya menjadi gambaran memikat tentang sebuah mahligai yang di sebut pernikahan. Tidak sedikit remaja baper ketika membayangkan pernikahan, karena yang mereka bayangkan manisnya romantika keluarga berbalut cinta, sepertinya tak pernah terbetik di dalam benak tentang konflik yang mungkin menjangkit. Sehingga mimpi membangun kehidupan rumah tangga menjadi bayangan yang begitu di rindukan.


Tidak salah memang ketika membayangkan pernikahan dengan segala pernik indah yang menghiasinya, hanya saja jangan pula di lupakan badai ujian yang mungkin saja menghantam dalam perjalanan. Di awal - awal pernikahan semua terasa manis, apalagi bagi yang menjalani proses perkenalan dengan cara khitbah. Masa - masa awal pernikahan adalah masa perkenalan mendalam, masa pacaran yang halal karena sudah diikat dengan ikatan suci akad. seiring berjalannya waktu rasa cinta mulai tumbuh, rona manja kehidupan rasanya sedang di kecup dalam bingkai cinta yang halal. Kasmaran yang langsung terpuaskan, kerinduan yang sudah menemukan pelabuhan, rasanya bulan madu yang tak mungkin bisa di lupakan.


Percikan Masalah Mendera


Rasanya perjalanan indah diawal pernikahan sayang jika segera diakhiri, namun percikan - percikan masalahpun sulit di hindari. Bertemunya dua insan yang berbeda dalam satu ikatan dan satu wadah pernikahan bukan berarti mulus dalam perjalanan. Ketidak sinkronan, beda pendapat, salah paham dan gesekan - gesekan lainnya mulai hadir, seiring dengan pudarnya gelora rasa dalam jiwa. Memang wajar adanya jika dalam pernikahan terjadi salah paham, hanya saja jika kesalah pahaman ini tidak segera di selesaikan maka bisa jadi perceraian menjadi jalan pilihan. 


Dalam kondisi ini pasangan suami istri perlu kiranya mempersiapkan diri dan mencari solusi dalam permasalahan yang di hadapi, sekecil apapun masalah yang di hadapi maka harus di selesaikan secara clear. Jangan pernah mengganggap remeh masalah - masalah kecil karena biasanya munculnya masalah besar berawal dari hal - hal kecil.


Ada beberapa tips yang bisa dj lakukan pasangan baru dalam menyelesaikan berbagai masalah yang di hadapi. Ketika pasangan tersebut masih memiliki komitmen yang sama dalam mempertahankan biduk rumah tangganya, maka jalan keluar akan mudah di temukan.


Menjaga dalam Cinta


Ketika komitmen yang di bangun dalam pernikahan memiliki muara yang sama yaitu Ridho Allah, maka munculnya masalah hanya sekedar batu ujian untuk saling menguatkan. Dalam Islam banyak sekali gambran rumah tangga teladan yang di contohkan. Misal bagaimana suri tauladan kita yang Agung yaitu Rasululloh dalam menjaga keluarga dari badai permasalahan yang melanda. 


Ketika percikan masalah mulai menghadang maka yang perlu di lakukan pertama kalinya adalah ingatkan diri kita dan pasangan kita akan tujuan pernikahan. Jika tujuan menikah itu untuk meraih Ridho Allah, maka meriview kembali apakah perjalanan pernikahan kita sudah sesuai dengan aturan - aturan Allah?, Apakah kita sudah benar dalam menjalankan fungsi masing - masing? Jika belum maka kembalilah kepada rel yang seharusnya tapi jika rumahtangga kita sudah sesuai dengan aturan Allah dan sudah sesuai dengan tuntunan Rasul, namun percikan masalah maih muncul maka berusahalah mencari jalan keluar, ikhlaslah menjalaninya, memohonlah petunjuk dan jalan keluar pada yang menggenggam kehidupan kita. Sebesar apapun masalah kita yakinlah Allah maha besar, dengan kebesaranNya. Mudah bagi Allah menurunkan pertolongan kepada siapapun yang layak mendapat pertolongan.


Kedua, jika masalah itu muncul karena kesalah pahaman dalam komunikasi, maka bersikap legowo lah. Biasanya usia muda dengan emosi yang masih sering meledak - ledak, mudah tersentil, mengakibatkan hilangnya sikap saling pengertian. Masing - masing merasa paling benar dengan pendapatnya, tidak ada yang mau mengalah yang akhirnya pecahlah pertengkaran. Maka dalam kondisi itu yang perlu di lakukan adalah bersabar dan bersikap dewasa. Adakalanya seorang istri memang harus lebih mampu mencerna masalah, bersikap lebih bijak dan cermat. Ketika memang ada pendapat suami yang kurang berkenan di hati kita maka ada baiknya memilih waktu yang tepat untuk membicarakannya. Cari kesempatan dimana suami tidak lagi cape, lelah dan sibuk. Begitupun sebaliknya persiapkan mood kita, kita bicara ketika kondisi hati kita lagi enak sehingga kita tidak mudah terpancing dalam pembahasan tersebut.


Ketiga adakalanya masalah yang muncul itu karena kurang mampunya kita mengelola rasa, sehingga tanpa kita sadar kita membiarkan rasa cinta kita terkikis. Dengan kesibukan suami dengan kerjanya, begitupun istri yang mulai di sibukan dengan anak misal, kadang melupakan waktu - waktu untuk berduan. Semua di biarkan berjalan begitu saja tanpa di sadari rumah tangga mulai hambar kurangnya sentuhan kasih sayang. Maka yang perlu di lakukan adalah sama - sama memahami yang namanya rasa cinta bagaikan tumbuhan yang bisa mati tanpa di rawat dan di beri pupuk, seperti itupun cinta yang terjalin antara suami istri. Maka menumbuhkan cinta sejatinya kebutuhan bagi pasangan, sesibuk apapun. Menyiapkan momen romantis, waktu berdua, bicara dari hati ke hati menjadi sebuah keharusan untuk menumbukan kembali cinta di dalam dada agar gelora nya terus terjaga. 


Semoga dengan langkah - langkah tersebut maka bangunan rumahtangga yang indah akan terus terjaga, bahkan semakin megah, sehingga membuat cemburu para bidadari surgawi.

waallahu alam.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!