Friday, May 4, 2018

Memetik Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW


Oleh: Vio Ani Suwarni, S.Pd (Guru Sejarah SMAN 1 Rengasdengklok)


Hampir sepanjang bulan rajab hingga bulan syaban ini, di berbagai daerah memperingati Isra dan Mi’raj  Nabi Muhammad SAW. Penulis sering mendengar bahwa, inti dari Isra dan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW itu adalah perintah shalat. Betulkah hanya sekedar perintah shalat dear? Ataukah ada hal lain yang ingin Allah SWT sampaikan melalui penutan kita yang mulia ini. Dari sekian banyaknya perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW seharusnya dapat menambah keimanan kita sebagai seorang muslim. Jangan sampai perayaan tersebut hanya kita maknai sebagai agenda tahunan ataupun seremonial belaka.


Peristiwa Isra mi’raj terjadi setelah tahun-tahun kesedihan bagi Rasulullah SAW dan umat Islam. Dimana terjadi pemboikotan dakwah Rasulullah, setelah itu meninggalnya Abu Thalib atau paman Rasulullah SAW yang mendukung dakwah Rasul. Kemudian meninggalnya Khadijah sang istri tercinta yang sangat mendukung dakwah Rasul dari segi materi maupun yang lainnya. Setelah tahun kesedihan itu berlalu,  Rasul mencari pertolongan dengan mendatangi kabilah-kabilah Arab lain. Namun sayang semuanya menolak seruan beliau. Setelah serangkaian peristiwa yang dialami Rasul tersebut, Allah meng-isra mi’raj-kan Rasulullah untuk membesarkan hati beliau dan kaum muslimin. Dalam peristiwa tersebut tidak hanya diturunkan kewajiban shalat saja, melainkan juga sebagai isyarat bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah SWT akan datang. 


Isra mi’raj adalah peristiwa dimana Rasulullah diperjalankan oleh Allah dari masjid al-haram ke masjid al-aqsha hingga ke langit ketujuh dalam waktu satu malam. Peristiwa tersebut sangatlah mustahil diterima oleh akal, maka Peristiwa Isra mi’raj, hanya bisa diterima dengan keimanan yang kokoh tanpa keraguan sedikitpun. Sosok Abu Bakar RA. yang sama sekali tak ada keraguan dalam dirinya untuk mempercayai kabar yang disampaikan oleh Rasulullah kepadanya. Sehingga beliau dikarunia gelar Ass-Shidiq, yang bermakna dapat dipercaya. Maka kita pun sebagai ummatnya harus senantiasa mempercayai hal tersebut.


Dari peristiwa Isra dan Mi’raj ini kita dapat memetik hikmah bahwasanya pertolongan itu murni datang dari Allah SWT. Hal ini menegaskan kepada kita bahwa keberhasilan bukan karena adanya orang-orang hebat yang dapat menolong kita, tetapi murni karena pertolongan Allah SWT. Maka kita sebagai ummat muslim harus senantiasa menyandarkan diri dan berharap hanya kepada Allah SWT. Hanya Allah lah yang dapat menolong kita dalam keadaan apapun. Karena ketika kita menyandarkan diri atau berharap kepada makhluknya Allah, maka kita harus siap kecewa karenanya.


Selain itu dari sosok Abu Bakar RA. kita dapat meneladani sikap beliau ketika Rasul menyampaikan kabar Isra Mi’raj, Abu Bakar mengimani setiap yang dikatakan Rasul kepadanya maka kita harus seperti halnya Abu Bakar yang mengimani secara totalitas apa yang dikabarkan Rasul bahkan dalam hal yang ghaib sekalipun. Bukannya justru memilah-milah untuk mengimani syariat Allah SWT yang disukai atau yang dianggap menguntungkan sedangkan yang lainnya dicampakkan. Karen hanya Allah lah yang tahu mana yang terbaik untuk hambanya. Tidak mungkin Allah menciptakan makhluknya tanpa ada peraturan yang menyertainya. Allah menciptakan makhluknya sudah sepaket dengan aturan yang menyertainya. Allah pun menciptakan buku panduan yang di dalamnya terdapat peraturan hidup yang membuat makhluknya senantiasa terarah kepada jalan yang membawa keberkahan untuk makhluknya yakni Al-Quranul Kariim.


Peristiwa Isra Mi’raj  bukan hanya sekedar dirayakan secara seremonial belaka,  tetapi yang harus dilakukan adalah mencari hikmah yang terkandung di dalam peristiwa tersebut sekaligus menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai dari sekian banyaknya perayaan Isra Mi’raj  yang kita hadiri, tidak dapat mengubah pola pikir kita. Tidak dapat mengubah perbuatan dan perkataan kita. Dengan adanya perayaan Isra Mi’raj ini seharusnya menambah keimanan kita kepada Allah, jangan sampai shalat nya kita selama ini hanya sebatas gerakan. Tapi tidak menambah keimanan kita kepada Allah SWT.

Wallahu A’lam Bishawab.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!