Tuesday, May 15, 2018

Membalas Keburukan Dengan Kebaikan


Oleh: Sri Bawani


Pada Senin, 7 Mei 2018 lalu di PTUN Jakarta terjadi sidang terakhir pembacaan kesimpulan hakim sekaligus keputusan atas gugatan HTI kepada Menkumham. Sidang tersebut dihadiri oleh ribuan ulama, habaib dan tokoh masyarakat. Mereka ingin menyaksikan keadilan hukum negeri ini. 


Namun apalah daya, gugatan HTI ditolak. Ulama dan umat islam tak patah semangat memberikan dukungan kepada HTI meski pemerintah menolak gugatan HTI. Gemuruh semangat dan pembacaan sholawat asyghil serta sujud syukur menyambut keputusan dzalim pemerintah.


Melihat reaksi sikap umat islam yang mengharukan ini, menjadikan kita mengambil sebuah pelajaran berharga. Saat kita didzalimi (keburukan) kita harus membalasnya dengan kebaikan. Sebagaimana Allah SWT. berfirman:


Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar (TQS Fushilat [41]: 34-35).


 

Seorang Muslim harus menghiasi dirinya dengan berbagai akhlak mulia. Di antaranya adalah akhlak dalam menghadapi orang-orang yang berbuat keburukan terhadap kita. Ayat ini memberikan tuntunan kepada kaum Muslim dalam menyikapi keburukan.


Abdurrahman al-Sa’di menjelaskan, apabila ada orang yang melakukan keburukan kepadamu—khususnya orang-orang yang memiliki hak yang besar terhadapmu, seperti kerabat, sahabat, dan semacamnya—baik dengan ucapan maupun perbuatan, maka balaslah dengan kebaikan. Jika memutuskan silaturahim, maka sambunglah; jika menzalimimu, maafkanlah; jika membincangkan keburukanmu, baik di depanmu atau di belakangmu, jangan dibalas, namun maafkan dan perlakukanlah dengan perkataan yang lembut. Jika memutuskan hubungan dengan kamu dan tidak menyapamu, maka perbaikilah perkataanmu terhadapnya dan berikanlah salam. Jika kamu membalas keburukan dengan kebaikan, akan menghasilkan faedah yang besar.


Tindakan membalas kebaikan dengan kebaikan merupakan akhlak terpuji yang diperintahkan. Allah SWT berfirman: Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (TQS al-Rahman [55]: 60).


Sesungguhnya tindakan ini bisa memberikan manfaat besar, baik orang yang membalas atau orang yang dibalas. Bahkan dapat mengantarkan kepada orang yang memusuhi menjadi kawan dekat. Rasulullah SAW. bersabda:


اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ


Bertakwalah kamu kepada Allah dimana dan kapan saja kamu berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu menghapus keburukan itu, dan pergaulilah manusia dengan ahlak yang baik (HR at-Tirmidzi, Ahmad, ad-Darimi, al-Hakim, al-Baihaqi, al-Bazar dan Abu Nu’aim dari Abu Dzar al-Ghiffari).


Allah SWT. pun berfirman:


إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ


Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat (QS Hud [11]: 114).


Wahai pejuang syariah dan khilafah. Tak mengapa bila saat ini kemenangan dakwah belum memihak kepada kita. Allah SWT. Memiliki skenario yang jauh lebih indah. Hingganya, bersabarlah dalam menghadapi keburukan yang sedang menimpa yaitu putusan hakim yang memihak pada penguasa bukan kita. Balaslah keburukan mereka dengan kebaikan yaitu dengan terus mendakwahinya. Biarlah lelahmu jadi lillah, yang menjadi saksi sejauh mana pengorbananmu. Wallaahua’lam bi ash shawab. []




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!