Tuesday, May 8, 2018

Masih Adakah Pemuda Kahfi di Hari Ini?


Oleh : Diantini


Ashabul Kahfi adalah nama sekelompok orang yang beriman yang hidup pada masa Raja Diqyanus di Romawi. Mereka hidup di tengah masyarakat yang menyembah berhala dengan seorang Raja yang dzalim. Ketika sang raja mengetahui ada sekelompok orang  yang tidak menyembah berhala maka sang raja marah lalu memanggil mereka untuk mengikuti kepecayaan sang raja. Tapi Ashabul Kahfi menolak dan lari, dikejarlah mereka untuk dibunuh. Ketika mereka lari, tibalah mereka di mulut gua yang kemudian digunakan sebagai tempat persembunyian.

Dengan izin Allah mereka kemudian ditidurkan  selama 309 tahun di dalam gua dan dibangkitkan kembali ketika masyarakat dan raja sudah berganti  menjadi masyarakat yang beriman kepada Allah Subhanahuwata’ala. (itulah sekilas tentang Ashabul Kahfi).

Menarik memang jika sudah membaca tentang kisah Pemuda Kahfi. Hal yang secara nalar merupakan sebuah keajaiban, skenario yang tak pernah terpikirkan, dan menjadi bukti betapa besar kuasa Allah subhanawata’ala bagi orang orang yang mau berfikir dan mengambil pelajaran. Bahkan saking  istimewanya, kisah mereka Allah abadikan dalam Al Qur’an. 

Berkaca pada kisah Pemuda Kahfi, lalu masih adakah pemuda-pemuda berjiwa tangguh dan seberani pemuda-pemuda Kahfi di hari ini? Masih adakah pemuda-pemuda yang tetap teguh pada apa yang mereka yakini? Masih adakah pemuda visioner untuk terus berjuang demi aqidah yang benar? Dan masih adakah pemuda-pemuda yang rela menggenggam bara api demi tegaknya syariat Islam di muka bumi ini? 

Sekeren Pemuda kahfi mungkin tidak, setangguh mereka pun mungkin sangat sulit ditemukan. Tapii.. bukankah para pejuang itu tetap ada? dan Rasulullah Sholallahu’alaihiwassalam sebutkan? 

Bahwa ada 7 golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Ya pemuda pejuang itu ada, pemuda pejuang itu nyata. Pemuda pejuang itu adalah pemuda yang tumbuh dewasa dalam keta’atan kepada Allah. 

Rasulullah Sholallahu’alaihiwassalam bersabda:

“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu (1) Pemimpin yang adil, (2) Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah, (3) Seorang yang hatinya bergantung ke Masjid, (4) Dua orang yang saling mencintai dijalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, “aku benar-benar takut kepada Allah”, (6) Seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diifaqkan tangan kanannya, serta (7) Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR.Bukhari)

Dalam hadits tersebut kedudukan pemuda yang taat beribadah kepada Allah menempati posisi kedua paling atas, hal itu berarti betapa pentingnya menjalani masa muda dalam rangka menjalankan ibadah kepada Allah. Menjadi pemuda adalah menjadi seseorang yang penuh dengan potensi, full of energy, dimana dalam masa-masa itu perihal dunia begitu sangat menggiurkan dan melalaikan, sehingga melupakan tugas untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat.

Lalu bagaimana menjadi pemuda pejuang di hari ini? Bagaimana caranya agar kita bisa tumbuh dalam ketaatan? 

Menjadi pemuda pejuang tidak harus angkat senjata dan meluncurkan peluru ke segala penjuru. Mulailah menjadi pribadi yang berjalan pada jalur syariat, tepat waktu dalam melaksanakan sholat, berakhlaq baik kepada kedua orangtua, mencintai Al-Qu’an dan mengamalkannya, berusaha terus menjalankan ibadah sunnah, saling menasehati dan mengingatkan sesama, keinginan untuk terus belajar dan membuka pikiran yang cemerlang, juga berusaha dengan segenap jiwa raga untuk terus menyuarakan kebenaran, bukankan dalam kisah pemuda kahfi pun mereka berlari dari kemaksiatan menuju kebenaran? 

Maka atas alasan apalagi kita lalai menjalani masa muda? Generasi yang akan datang butuh pejuang bukan pecundang! Maka mulailah untuk berjuang dari hari ini, dan yakinkan pada hatimu bahwa Allah senantiasa selalu membersamai dirimu.

Wallahu’alam bisshawab.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

1 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!