Thursday, May 17, 2018

Masa Kecil Yang Terenggut


Oleh : Reni Tresnawati


Sebuah keluarga belum lengkap rasanya tanpa kehadiran sang buah hati di tengah-tengah kehidupan rumah tangga. Dan kehadiran anak akan membawa kebahagian yang berwarna dan bernuansa dalam menjalani mahligai pernikahannya.


Anak sebagai generasi penerus


Anak adalah titipan Allah yang harus kita rawat dan didik dengan penuh rasa kasih sayang. Dan anak juga adalah salah satu untuk melestarikan keturunan sebagai generasi penerus.

Memiliki anak yang cerdas, ceria, penuh percaya diri adalah dambaan semua orangtua tentunya. Kita sebagai orangtua harus benar-benar mendidik dan menjaga dengan penuh cinta dan kasih sayang dan selalu memberikan motifasi dengan hal-hal yang membuat anak menjadi seorang yang tidak rapuh seperti cengeng dan minderan atau tidak percaya diri.


Keterbukaan antara anak dan orangtua sangatlah penting.


Ada suatu kisah seorang anak sebut saja namanya Irene. Dia anaknya pemalu dan pendiam, beda 

sama teman-teman sebayanya yang ceria.

Dilihat dari keluarganya, cukup berada dan harmonis, orangtuanya pun sangat dekat dengan Irene.

Bapaknya Irene seorang guru dan ibunya buka warung kecil-kecilan di rumahnya, dan disaat ibunya belanja untuk memenuhi kebutuhan warungnya Irene di tinggal di rumah bersama saudaranya yang masih duduk di bangku SMA dan saat itu Irene selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari saudaranya, seperti di suruh itulah di suruh inilah kalo salah Irene di bentak dan tidak segan-segan di pukul, terkadang di hadapan teman-teman Irene juga berani mukul Irene, dan itu sering di lakukan termasuk ketika ada masalah di sekolahnya, Irene lah yang menjadi pelampiasan kemarahannya dan tidak hanya itu kata kata yang menyakitkan hatipun sering Irene dengar, karena teman-teman Irene sering melihat Irene di perlakukan seperti itu oleh saudaranya, Irene pun kerap di bully teman-temannya di sekolah dan dia tidak bisa melawan, hanya meneteskan air mata yang bisa dia lakukan dan karena Irene itu orangnya pendiam dan pemalu, jadi salah satu kerabatnya selalu bilang ke orang-orang bahwa Irene itu pemalu jadi sudah menancap di pikirannya bahwa dirinya adalah pemalu dan orangtuanya tidak mengetahuinya apa yang di alami anaknya, karena Irene tidak pernah cerita karena takut. Sementara orangtuanya merasa baik-baik 

saja dengan puteri sulungnya itu.



Dengan cerita diatas sangat wajib sekali bagi para orangtua untuk lebih intens dalam pendekatan kepada anak, agar anak mau membuka diri dan lebih terbuka dengan bercerita apa yang dialaminya kepada orangtua terutama kepada ibu, agar anak merasa beban beratnya hilang dan kembali percaya diri dan ceria.


Ada salah satu hadist yang menuturkan bahwa : 

" Barangsiapa yang tidak menyayangi anak kecil kami dan tidak mengenal hak orangtua kami, maka bukan termasuk golongan kami " (HR. AL. Bukhari dalam Al-Adab lihat shahih Al-Adab Al-Mufrad no 271).


Pentingnya orangtua memantau anak.


Ternyata pengaruh yang tidak baik dari luar ( selain orangtuanya) juga bisa menyebabkan anak terganggu jiwanya yang menjadi anak selalu takut, tidak percaya diri atau minder. Maka dari itu ajaklah anak untuk berkomunikasi dan menanyakan kabarnya ketika kita sebagai orangtua meninggalkan anak di rumah yang hanya di temani saudara atau pembantu. Menanyakan hal-hal yang menurut orangtua sepele itu justru membuat anak merasa di perhatikan dan merasa orantuanya peduli terhadap dirinya, dan membuat anak merasa nyaman bila bercerita kepada orangtuanya.



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!