Thursday, May 3, 2018

Makar Musuh Pasti Tinggal, Tersisa Suara Kebenaran


Oleh : Eka Suwitaningsih


Perjuangan Rasulullah ﷺ beserta para sahabat selama 13 tahun di Mekah untuk mendakwahkan Islam,  tidak kurang suatu apapun, kesungguhan, keistiqamahan, serta pengorbanan baik harta maupun nyawa diberikan. Berbagai upaya untuk merintangi dakwah Rasulullah ﷺ terus dilakukan oleh kaum Quraisy. 


Pada awalnya dianggap biasa saja apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ , namun ketika bertambahnya penduduk Mekah yang memeluk Islam karena aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ beserta para sahabat, maka mereka bersepakat menentang, memusuhi serta memeranginya. Mulai  dari penganiayaan kepada Rasulullah ﷺ dan dakwahnya, berbagai upaya propanganda baik di Mekah maupun di luar mekah dilakukan, bahkan pemboikotan pun dialami oleh kaum muslim kala itu.


Hingga tibalah pertolongan Allah kepada kekasih Nya, Rasulullah ﷺ . Perintah hijrah turun. Maka Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk berhijrah secara berangsur-angsur ke Madinah. Di Kota Madinah sebelumnya telah terjadi aktivitas dakwah yang di lakukan oleh mubaligh ulung yaitu Musab bin Umair, hampir seluruh penduduk madinah pun memeluk Islam, setiap rumah membicarakan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ .


Demikianlah keteguhan perjuangan Rasulullah ﷺ beserta para sahabat dimasa-masa awal, tak kan cukup air mata ini menyelami kisah-kisah menyentuh baik yang dilakukan oleh para sahabat maupun shahabiyah. Hingga manisnya iman hari ini bisa kita rasakan. 


Saat ini sahabat fillah, kita sedang dihadapkan dengan berbagai permasalahan  yang pelik, kaum muslim tercerai berai, tertindas dan tak berdaya. Saat hukum Islam tidak diterapkan, tanpa naungan, seperti terobang-abing tidak karuan. Ajaran Islam dikriminalkan, para penyeru kebenaran dianggap mengancam negeri. Simbol-simbol Islam pun tidak luput dari intimidasi dan propaganda yang menyesatkan. Seperti pemakai cadar dihinakan, suara azan tidak lebih indah dari suara kidung. Membuat hati teriris, begitu mudahnya pelecehan dilakukan tanpa kejelasan hukuman bagi pelaku apabila muslim yang terzolimi, namun lihatlah ketika suara kebenaran menyeruak menuntut keadilan, berbagai upaya pun dilakukan sampai alasan tidak logis pun berusaha di sematkan, agar terkesan pelanggaran yang tidak bisa dimaafkan.  


Ya seperti para pejuang penerapan syariat Islam yang  berusaha menawarkan sistem kehidupan yang bersumber dari Allah SWT, saat ini  tengah menghadapi ujian keimanan, dakwahnya, seruanya, cita-cita nya,  dianggap sebuah ancaman, padahal sejatinya Islam yang diserukan, bukan yang lainya. Cukuplah bersandar kepada Allah Swt  semata, mengingat akan  kalam Nya yang Mulia, 


    أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُون

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. (QS. Al-Ankabut : 2)


 وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِين


Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut : 3)


Kebenaran tidak akan pernah padam, ujian untuk para pengembannya agar semakin kuat dan istiqomah.  Berpegang teguh dalam kebenaran, sesungguhnya merekalah pemenangnya.  Makar musuh akan tanggal, yang tersisa suara kebenaran.  Meskipun dakwah kian kuat dihadang, bukti kian dekat pada kemenangan.  Janji Allah itu pasti, keyakinan yang terpatri.  Insya Allah Daulah Islamiyah akan segera tegak kembali!


Wallauhu a’lam





Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!