Wednesday, May 16, 2018

Lulus UN, Ikut Arus atau Pegang Prinsip?


Oleh: Arin RM, S.Si

Di antara sekian obrolan pasca pengumuman kelulusan UN adalah munculnya pertanyaan “setelah lulus mau kemana?”. Jawaban pasti beragam. Ada yang berencana kuliah, berencana kerja, berencana kerja sambil kuliah, atau bahkan berencana menikah.  Tidak masalah apapun rencananya, selama dalam kategori amal sholih yang tak melanggar syariat, silahkan dilakukan. Setiap orang memiliki tujuan masing-masing dan itulah yang menentukan kualitas kesehariannya. Tujuan yang menghujam ke dalam sanubari akan melahirkan kekuatan hebat, memberikan tenaga untuk berbuat bertahap dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Lalu bagaimana jika ada yang jawab pertanyaan di atas dengan selorohan “gak tahu mau kemana, jalani aja sudah, nanti ya apa kata nanti”. Jawaban ini lah yang bisa masuk ke dalam kategori sekedar ikut arus saja. Pasrah dengan apa yang terjadi, lalu beradaptasi menyesuaikan diri. Apakah salah? Tidak selamanya. Andai apa yang terjadi adalah arus perubahan dengan kondisi lingkungan baik, maka perlahan pasti akan terbawa arus baik. Namun jika sebaliknya, ya berarti ikutan arus buruk. Apalagi di akhir zaman seperti ini, arus kebaikan menjadi sesuatu yang langka, sulit ditemukan.

Tabiat manusia adalah memiliki potensi mengikuti dan meniru apa yang dia dapati sebelumnya. Kebaikan ataukah keburukan. Semuanya berpeluang sama untuk di “copy paste”. Dan kenyataanya, tanpa prinsip hidup yang kuat, mudah sekali terbawa arus peniruan ini. Sehingga pengenalan prinsip hidup ini adalah penting, supaya hanyutnya kita adalah terbawa arus baik dan bermuara pada keridloan Allah.

Prinsip hidup seorang muslim, tua muda hendaknya tak jauh dari panduan Allah. Dalam blue map peta hidup, al Quran, dijelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah kepadaNya. Makna ibadah ini bisa diartikan dengan menjalankan ibadah ritual semisal sholat dan rukun iman lainnya atau juga diartikan dengan menjalankan panduan Allah di luar urusan ibadah ritual. Di luar urusan dirinya dengan Allah, manusia juga dapat melihat panduan al Quran ketika berinteraksi dengan sesamanya. Manusia pun bisa menjadikan al Quran sebagai panduan tatkala menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Semua urusan hidup tertuang lengkap di kitab suci Islam ini. Artinya prinsip hidup ini didapatkan dengan mengenal Islam terlebih dahulu.

Dengan mengenal Islam lebih dari sebatas urusan ritual, manusia akan memperoleh arahan. Ia akan terpantau bagaimana waktunya habis, sekedar ikuti tren hidup ataukah mengisinya dengan kebaikan yang diajarkan Islam. Islam pun akan mengajarkannya akan makna ibadah kaffah, berIslam dalam semua urusan. Islam akan mengajarkan pula bagaimana teknis menjadikan Islam sebagai prinsip hidup dan apa kaitanya dengan kehidupan akhirat kelak. Hasilnya, Islam memiliki pemeluk yang langkah kaki dan tidakannya layaknya manusia di bumi lainnya, namun hati dan standarnya adalah syurga atau neraka. Bermunculanlah generasi pemimpi masa depan sukses namun tak menghalalkan segala cara. Bermunculanlah anak muda intelek tapi takut dosa. Bahkan lahir juga generasi sibuk berkiprah untuk ummat sembari tetap mementingkan urusan sholat. Sukses dunia akhirat yang di dapat. Semuanya bisa terjadi, dengan syarat ikutilah Islam. Pegang Islam sebagai prinsip hidup, jangan sekedar ikut arus, sebab tanpa prinsip yang jadi pegangan, rawan hanyut. [Arin RM]


*penulis adalah pemerhati perempuan, keluarga, dan generasi



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!