Thursday, May 24, 2018

Lagi - Lagi Si "Pesek"Makan Korban


Oleh : INDRIANA ( Pemerhati Remaja )



Gays, ketika kita mendengar kata pesek yang terbersit dalam benak kita, pesek itu pasti ada kaitannya dengan hidung. Kata orang kalau hidung pesek itu biasanya identik dengan kata tidak cantik. BTW guys, pesek yang di bahas kali ini bukan pesek yang ada kaitannya dengan hidung juga bukan si pesek yang kemaren sempat bikin heboh negeri kita karena ulahnya yang buka kerudung. Emang sich si pesek yang ini merusak tapi ada si pesek yang jauh lebih rusak guys. Pesek yang ini bisa membuat kita rusak dan kehilangan jati dirinya sebagai seorang muslim..


Tau nggak guys, pesek ini sangat di gandrungi oleh seluruh umat manusia khususnya kaum muslim. Mereka gak mau melepas si pesek, mereka sangat mencintai si pesek sampai-sampai rela menggadaikan jati dirinya sebagai seorang muslim hanya karena si pesek, bahkan guys aqidahnya juga di jual hanya karena bela belain si pesek. Waaaahhh hebat gak guys si pesek ini. Siapa sich si pesek ini? Begitu hebatnya..


Guys kalau pesek zaman doeloe selalu identik dengan hidung, tapi kalau pesek zaman Now adalah "PEmikiran SEKuler). Dimana PeSek (PEmikiran SEKuler) adalah memisahkan agama dari kehidupan. Agama tidak boleh mengatur urusan manusia bahkan negara. Agama hanya boleh mengatur urusan ibadah (sholat, puasa, zakat, sedekah, haji) maksudnya agama dipandang dari sisi ritual saja, agama hanya ngatur urusan akhirat dan agama di singkirkan dari kancah kehidupan. Padahal guys agama mengatur semua lini kehidupan. Agama tidak hanya mengatur ibadah tapi juga mengatur akhlak, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, politik, pergaulan dsb..


Omong-omong tentang pergaulan guys, di dalam PeSek (PEmikiran SEKuler) sangat menjunjung tinggi yang namanya kebebasan dan kebebasan ini di agungkan oleh para remaja. Sehingga saat ini banyak dari kalangan remaja kehilangan jati dirinya sebagai muslim. Islam saat ini tidak nampak dalam pemikiran dan perilakunya. Islam saat ini hanya sebatas kartu tanda pengenal saja. Karena mereka beranggapan yang namanya bebas itu tidak adanya keterikatan apapun saat melakukan perbuatan sehingga melahirkan gaya hidup yang permusive aluas gaya hidup yang serba bebas / serba boleh. Bebas bertingkah laku, bebas bergaul, bebas melakukan apapun sesuai apa yang kita inginkan. Bahkan ada yang mengatakan tubuh-tubuh gue mau gue pakai baju mini/ketat terserah gue, rambut-rambut gue mau gue lurusin, keriting, kribo terserah gue, hidup-hidup gue mau gue bergaul sama laki-laki kek, waria kek terserah gue..


Kalau kita lihat guys, banyak dari para remaja hanya karena cinta mau jadi aktivis pacaran. Bahkan ada yang sampai rela mau menyerahkan kehormatannya sama pacarnya. Kalau kita boomata pasti banyak di sekitar kita bahkan temen kita yang jadi aktivisnya bagi mereka cinta itu harus di ekspresikan yaitu dengan pacaran. Sama seperti siswa SD kelas 5 disebut KOKO (nama samaran) yang menghamili siswi SMP kelas 8 disebut VENUS (nama samaran) yang kini tengah hamil 6 bulan di tulungagung (23/5) Tribun news.com..


Tau nggak guys, jika si PeSek ini di biarkan bercokol dalam benak kita maka berakibat fatal. Anak yang baik bisa jadi rusak, ada yang hamil di luar nikah, melakukan aborsi semua itu akibat dari kebebasan berperilaku

Banyak remaja yang gampang baper dan menautkan cinta yang salah contohnya menautkan cinta pada pacaran bahkan berujung pada perzinahan. Naudzubillah min dzalik.


Kalau di dalam Islam guys, yang namanya berperilaku, bergaul tidak serba bebas / bahkan sampai bablas dan bukannya tidak boleh / bahkan dilarang tapi ada batasannya. Pergaulan antara laki-laki dan perempuan itu terpisah tidak boleh campur baur (ikhtilat) ada interaksi yang dibolehin antara laki-laki dan perempuan, ada juga interaksi yang tidak di bolehin antara laki-laki dan perempuan.


Islam tidak mengekang manusia untuk memenuhi kebutuhan termasuk kebutuhan naluri. Guy selama si "PeSek" ini mendominasi dalam pemikiran kita maka selama itu pula persoalan yang membelit generasi tidak akan pernah bisa terselesaikan secara tuntas. Trus bagaimana dunk agar kita bisa tidak terjerumus dan ikutan rusak?


Guys, agar kita tidak terjerumus dan ikutan rusak maka saatnya kita kembali kepada Islam memperdalam ilmu Islam yaitu dengan mengikuti kajian-kajian islam, masuk rohis, deketin majelis-majelis ilmu bukannya malah menjauhi, takut / bahkan mencurigainya justru dengan mengkaji islam kita tau mana yang benar dan salah..


So... Sudah waktunya kita berpaling dari si "PeSek" dan kembali pada Islam yang telah Allah SWT jadikan sebagai sistem kehidupan yang mengatur dan sebagai solusi bagi setiap permasalahan kita.


 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!