Sunday, May 27, 2018

Kurma dan Neraka


Oleh : Asma Ridha


Bulan ramadhan tentu tidak asing dengan buah yang satu ini.  Bahkan sebulan sebelum ramadhan datang, si kurma sudah hadir dan membawa aroma nuansa ramadhan kepada umat muslim.


Yup.. Kurma, adalah buah yang Sangat istimewa bagi kita umat muslim. Sampai-sampai begitu istimewanya,  Rasulullah bersabda:


(( اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ))


“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma” (Muttafaq ‘Alaih)


Kurma  dan gemar beraedekah sebagai salah satu amal yang sangat mulia di sisi Allah . Hadits Rasulullah  diatas menunjukkan betapa agungnya pahala sedekah. Ia dapat mencegah dan melindungi orang yang bersedekah dari dahsyat dan panasnya siksa api neraka. Padahal panas api neraka 70 kali lipat dibandingkan panas api dunia. Panas yang tak terkira, dan tak ada satupun manusia yang mampu bertahan dari siksa yang demikian pedih.


Ramadhan ini patutnya kita memohon perlindungan kepada Allah dari siksa neraka. Yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia. Maka berusahalah sekalipun hanya dengan sebiji kurma. 


Adi bin Hatim RA menceritakan bahwa suatu hari Nabi  menyampaikan tentang perihal neraka. Beliau memalingkan wajah seraya mengucapkan isti’adzah (memohon perlindungan kepada Alloh ) dan bersabda:


((اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ)) 


“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma. Barangsiapa tidak memilikinya maka hendaklah dengan kata-kata yang baik” (Muttafaq ‘Alaih)


Dalam hadits lain diriwayatkan bahwa beliau bersabda:


( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانُ. فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلَا يَرَى إِلَّا مَا قَدَّمَ،  وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلَا يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ )


“Setiap kalian pasti akan diajak bicara oleh Robb-nya (Allah ) di akhirat kelak, dimana tidak ada penterjemah antara dia dengan Alloh . Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, dan yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya (di dunia). Dia pun melihat ke sebelah kiri, dan yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya (di dunia). Lalu dia melihat ke depan, dan yang ia lihat hanya ada neraka di hadapannya. Karena itu, berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma. Barangsiapa tidak memilikinya maka hendaklah dengan kata-kata yang baik”


Ibnu Hajar mengatakan, “Tidak boleh meremehkan dan memandang rendah orang yang bersedekah dengan sedikit hartanya, sedikitnya saja sudah bisa menghindarkannya dari api neraka”.


Kata “sebutir kurma” dalam hadis di atas merupakan mubalaghah fil qillah, kiasan tentang amal-amal yang ringan, bahkan paling ringan di mata manusia, namun bernilai tinggi di mata Allah SWT.


Allah SWT berfirman, "Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya". (QS al-Zalzalah: 7)


Apatah lagi di bulan mulia ini, yang pahala ketika memberi berbuka puasa orang  lain akan mengalir pahala puasa orang lain kepadanya sebagaimana sabda Rasulullah SAW :


مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا


Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)


Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ


“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Sudahkah ramadhan di hari ini telah memebentuk pribadi berderma ? Menyiapkan perisai walau hanya dengan sebiji kurma. Yakinilah, harta yang sesungguhnya adalah harta yang kita infakkan dan sedekahkan kepada orang membutuhkan, dan di jalan dakwah. Sementara harta yang kita pakai akan usang. Dan harta yang kita makan akan berakhir di tempat pembuangan.


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!