Friday, May 25, 2018

Kunci Agar Ramadhan Tidak Sia-Sia


Oleh : Arinta Kumala Verdiana


Apa kabar sobat muda?. Semoga masih semangat jalani Ramadhan. Ramadhan sudah sepertiga jalan nih. Bagaimana,  sudah 'rakus' pahala belum?. Duh rugi sekali kita kalau tidak raup pahala seabrek di bulan mulia ini. Padahal Allah lagi obral pahala nih. Ibadah-ibadah kita akan dihadiahi pahala berlipat ganda oleh Allah. Belum lagi kalau kita dapat lailatul qodar tuh. Ibadah kita dinilai oleh Allah seperti ibadah 1000 bulan, 83 tahun lebih lho !. Padahal usia kita saja belum tentu 83 tahun ya sobat. So,  jangan sampai ya kita lewatin kesempatan berharga ini ya.


Hayo siapa kalau pas Ramadhan ibadahnya semangat 45?. Pasti banyak yang angkat tangan ya. Wajar kok kalau semangat kita 45 di bulan suci ini. Gimana nggak,  kan setan-setan dibelenggu. Jadi godaan untuk malas beribadah dan godaan untuk bermaksiat jauh berkurang. Godaannya tinggal dari diri kita sendiri saja sobat. So,  nggak aneh ya kalau kita bisa semangat menggebu beribadah di bulan turunnya al Qur'an ini.


Karena semangat yang menyala itu,  kita bisa sangat ringan beribadah di bulan Ramadhan. Kalau di bulan-bulan yang lain sholat kita hanya sholat wajib saja atau bisa jadi cuma gugur kewajiban tuh. Nah, di bulan Ramadhan kita semangat untuk menambah dengan sholat-sholat sunnah. Dari mulai sunnah qobliyah dan ba'diyah,  sholat dhuha,  sholat terawih,  sholat tahajud pokoknya kalau perlu semua sholat sunnah diborong semua. Kalau 11 bulan yang lain tilawah al Qur' an kita minimalis,  mengkhatamkan 30 juz bisa berbulan-bulan,  di bulan istimewa ini sebulan bisa khatam sampai 4 kali bahkan lebih. Kalau di bulan biasa sedekah kita uang recehan, di bulan 1000 bulan ini bisa uang biru uang atau merah berlembar-lembar tuh yang kita cabut dari dompet. Pokoknya di bulan Ramadhan ini nggak ada malas-malasnya untuk numpuk pahala,  iya kan ?!.


Tapi jangan sampai ya kita sudah capek-capek melakukan ibadah dan amal-amal sholih, eh malah nggak dapat apa-apa. Alias gigit jari. Nah tentunya kita tidak mau dong sudah capek-capek tapi nggak dapat apa-apa,  pahalapun nggak. Lho kok bisa ?!. Bisa saja terjadi kalau kita tidak tahu kuncinya. Supaya kita bisa mengoptimalkan Ramadhan dan Ramdhan kita tidak sia-sia kita kita harus tahu nih kuncinya. Karena kalau nggak paham kuncinya ya ibarat masuk ke rumah tapi kita nggak punya kuncinya. Kira-kira bisa masuk nggak ya?. Jelas nggak bisa ya. Kecuali kalau kita bisa nembus pintu. Imposible kan ?.Hehehe.


Apa sih kuncinya agar Ramadhan kita tidak sia-sia ?. Kuncinya satu saja Sobat. Kita jalani Ramdhan kita dengan ruh. Ruh di sini maksudnya adalah idrak sillah billah (kesadaran hubungan kita dengan Allah). Maksudnya, setiap amal sholih yang kita lakukan haruslah kita lakukan dengan penuh kesadaran bahwa kita adalah hamba Allah. Di mana hamba Allah itu punya tugas untuk beribadah kepada Allah. Maka jika senantiasa kita sertakan ruh  dalam setiap aktifitas kita, maka akan ada feelnya. Tidak hambar. Atau jatuh pada rutinitas belaka. Atau hanya terbawa suasana Ramadhan saja.


Ketika kita senantiasa menyertakan 'ruh' dalam setiap ibadah-ibadah dan amal-amal sholih yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini, kita akan senantiasa mengusahakan dua hal dalam amalan-amalan kita itu. Dua hal ini adalah syarat dari ahsan al amal. Apa dua hal itu ?. Yang pertama adalah niat  ikhlas karena Allah dan yang kedua adalah syar'i (sesuai dengan syariat-Nya). Jika dua syarat ini salah satunya tidak ada,  maka ibadah kita jadi sia-sia. Kalau niatnya benar karena Allah tapi tidak syar'i,  ibarat kita kirim surat tuh alamatnya benar tapi isinya salah. Penerima surat itu nggak akan mau terima suratnya dong. Kalau syar'i tapi niatnya yang salah bukan karena Allah,  maka ibarat kirim surat, isi suratnya benar tapi alamatnya salah. Ya tidak akan sampai kan suratnya. Apalagi niatnya salah dan nggak syar'i pula. Aduh na'udzu billahi min dzalik deh.


Sebagai contoh nih, misalkan kita dapat hidayah ketika Ramadhan ini untuk menutup aurat. Karena saking semangatnya kita segera menutup aurat. Kita sudah niatkan menutup aurat karena Allah. Tapi ternyata cara kita menutup aurat tidak syar'i. Kalau kita pahami di QS. An Nuur ayat 31  dan QS. al Ahzab ayat 59, untuk menutup aurat kita butuh kerudung yang menutup sampai ke dada dan jilbab (pakaian semacam gamis yang menutup seluruh tubuh sampai menutup kaki), tapi kita ngotot menutup aurat bisa dengan model baju apapun. Pakai celana panjang ketat dengan, baju ketat dan kerudung diikat pun cukup, nah berarti salah satu syarat ahsan al amal tidak terpenuhi tuh. Kira-kira diterima tidak amalan kita ?. Anak sekolah saja wajib tuh seragamnya sesuai aturan,  kalau nekat pakai baju bebas ya bakal dipulangin suruh ganti baju atau dipanggil ke BP.


Gimana,  sudah pegang kuncinya kan agar Ramadhan kita nggak sia-sia kan?!. Tinggal prakteknya berarti. Yuk mumpung Ramadhan masih panjang. Masih banyak kesempatan untuk membuat Ramadhan kita tidak sia-sia. Selamat berjuang ya sobat. Semoga kita bisa membuat Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan yang istimewa sebagai persembahan terbaik untuk Rabb kita tercinta. 

Arinta Kumala Verdiana



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!