Friday, May 4, 2018

Komunitas Hijrah Muslimah (KHIMAH) Cikupa Gelar Talk Show Remaja “Kartini Zaman Now: Dari Gelap Terbitlah Terang”


RemajaIslamHebat.Com -  Ahad, 29 April 2018, bertempat di rumah makan AB Chiken, Bunderan 2, Citra Raya, ratusan remaja muslimah dari Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, semangat mengikuti agenda Talk Show Remaja bertema Kartini Zaman Now : Habis Gelap Terbitlah Terang. 


Agenda yang diadakan oleh Komunitas Hijrah Muslimah (KHIMAH) Cikupa bertujuan untuk ikut serta dalam menyemarakan momen Hari Kartini dengan mengajak remaja mengenal dirinya sendiri sebagai Kartini Zaman Now. Kartini masa kini yang menjadi agen berubahan di tengah umat. Keluar dari gelapnya pergaulan remaja zaman now menjadi remaja hebat dambaan umat dalam dekapan cahaya Islam.


Acara dimulai tepat pukul 08:30 WIB. dibuka oleh Kak Purni dan Kak Eni Fatan selaku MC. Para remaja antusias menyambut sapaan kedua MC dengan yel-yel “ Remaja Hebat! Cerdas, Taat, Dambaan Umat”. Suasana berganti syahdu ketika peserta mendengarkan bacaan Surat An-Nisa [4]: 16-18 yang dibacakan oleh Kak Ariyani dengan Kak Tika.


Acara yang dinanti pun tiba. Kak Riyani sebagai Host, membakar semangat peserta dengan yel-yel “ Remaja Zaman Now! Agent of Change, Tonggak Peradaban, Harapan Umat”. Dilanjutkan dengan bincang hangat penuh keakraban dengan pemateri Kak Wahyu Wijayanti, owner brand Nizara.


Kak Wahyu menyampaikan prihatin dengan kondisi remaja muslimah zaman now. Generasi pembebek budaya Barat yang syarat dengan nilai-nilai kebebasan yang kebablasan. Mengantarkan remaja zaman now ke dalam lembah kegelapan dunia. Akibat pergaulan yang salah dan tak terarah. 


Problematika remaja yang kian menggunung dari seks bebas, tawuran remaja, aborsi hingga narkoba membuat remaja muslimah kehilangan identitasnya. Di momen Hari Kartini, emansipasi yang dikencang dihembuskan di tengah kaum muslimah pun terelak lagi menginfeksi remaja. 


Tak sedikit remaja muslimah yang salah kaprah dalam memahami emansipasi perempuan. Padahal sejatinya fitrah remaja muslimah disiapkan menjadi calon ibu tangguh yang dirindu umat. Remaja muslimah seperti kehilangan identitasnya akibat jeratan gelapnya kebebasan ala Barat.


Peserta serius mendengarkan penjelasan Kak Wahyu bahwa sudah saatnya remaja muslimah zaman now kembali pada identitasnya sebagai agen perubahan dan tonggak peradaban yang didamba umat, serta kembali fitrahnya sebagai calon ibu dan pengatur urusan rumah tangganya. 


Maka untuk mengembalikan identitas remaja muslim kepada fitrahnya, diperlukan pemahaman yang shahih untuk mengurai simpul besar yaitu 3 pertanyaan mendasar dalam diri manusia.  Tiga pertanyaan mendasar tersebut adalah “Dari mana ia berasal?”, “Untuk apa ia ada?”, “Akan ke mana setelah kehidupan ini?”.


Di akhir pemaparan Kak Wahyu mengatakan melalui pemikiran yang cemerlang, tak dapat dipungkiri hanya dinul Islam yang mampu memecahkan pertanyaan mendasar dalam diri manusia, serta menyelesaikan berbagai problematika kehidupan. Islam satu-satunya agama sekaligus ideologi yang setiap solusinya sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati.


Hanya dalam dekapan cahaya Islam yang terang benderang saja, remaja muslimah zaman now kembali pada identitasnya sebagai agen perubahan, tonggak peradaban dan calon generasi tangguh dambaan umat.


Pada sesi tanya jawab, ada satu pertanyaan menarik dari Dek Rizka, siswi SMAN 4 Cikupa yaitu Kartini merupakan pejuang emansipasi wanita, sedangkan dalam Islam kita mengenal banyak pejuang muslimah, seperti Khadijah radhiyallahu’anha. Lalu bagaimana sikap kita menyikapi emansipasi dalam pandangan Islam? 


Kak Wahyu menjawab bahwa kita perlu meluruskan sejarah bahwasannya emansipasi adalah agenda Barat lewat para aktivis feminisme untuk membelokan sejarah sebenarnya. Sejatinya Islam memandang laki-laki dan perempuan dalam kedudukan yang sama, hanya ketakwaannya saja yang membedakan keduanya. Kiprah para shahabiyyah di masa lalu adalah bukti nyata bahwa Islam memuliakan dan menjaga kehormatan perempuan tanpa mengeliminasi kiprahnya di tengah umat manusia.


Di penghujung acara, pembagian doorprize bagi peserta yang berani bertanya dan benar menjawab pertanyaan dari host. Acara ditutup dengan doa oleh Kak Titin. Dan tidak lupa foto bersama untuk mengeratkan tali ukhuwah. [UN]




Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!