Friday, May 11, 2018

Kiprah HTI dalam Membentuk Remaja Anti Liberalisme dan Hedonisme


Oleh : Nawfa Andini (Anggota Komunitas Revowriter) 


Kontribusi yang dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  tak bisa dipandang sebelah mata. Khususnya bagi para pemuda pemudi. Generasi penerus perjuangan sekaligus tonggak estafet peradaban. Kiprah HTI membidik para remaja dengan dilakukannya melalui pembinaan telah berhasil menghasilkan remaja remaja anti liberal dan hedonis.  Bukan seperti halnya yang dituduhkan pemerintah selama ini. Jika HTI tidak memiliki kontribusi nyata pada negeri. 

Fakta yang tak bisa dielakan adalah pembinaan yang dilakukan HTI ternyata mampu mencerdaskan pemikiran para remaja. Dari pembinaan inilah lahir para generasi pemikir, generasi rabbani, generasi cerdas, generasi unggul, generasi yang menjadikan Islam sebagai tolak ukur kehidupannya sekaligus menjadikan Islam sebagai poros hidupnya. 

Liberalisme adalah gaya hidup yang merujuk pada kebebasan. Bebas tanpa ada aturan dan ketidakmauan remaja terikat dengan aturan. Hedonisme adalah gaya hidup yang menjadikan kesenangan menjadi tujuan hidupnya. Fakta yang begitu mengiris hati karena hari ini begitu banyak remaja yang terjerembab kedalam kubangan liberalisme dan hedonisme. Remaja bebas melakukan apapun asal hati senang. Remaja yang teracuni lifestyle liberal dan hedonis dalam melakukan aktivitasnya tidak memandang apakah itu halal atau haram. 

Ya, nampaknya remaja saat ini dalam cengkraman liberalisme. Liberalisme sudah sangat mencekik remaja dewasa ini. Pantas saja jika angka survei pergaulan bebas dan kenakalan remaja melesat tinggi dan akan terus tinggi jika liberalisme dan hedonisme ini dibiarkan.

Tidak pada remaja yang dibina oleh HTI. Dalam pembinaannya, remaja dipahamkan tentang  makna kehidupan yang sesungguhnya. Bahwa dibalik alam semesta, manusia dan kehidupan ada Sang Kholiq. Dipahamkan juga tentang peran Sang Kholiq tidak hanya sebagai pencipta saja tetapi sekaligus Sang Maha Pengatur. Itulah buah pembinaan, keyakinan pada Allah yang menghujam pada remaja, aqidah yang menancap kuat pada dirinya. 

Remaja yang dibina HTI menjadikan aqidah Islam sebagai landasan hidupnya. Dan menerima konsekuensi akidah itu dengan terikat pada hukum syara'. Maka,  mereka akan selalu merasa bahwa setiap aktivitasnya tak luput dari pengawasan Allah SWT., sehingga mereka akan senantiasa berhati-hati dalam menjalankan setiap aktivitasnya. Apakah itu sesuai dengan yang Allah perintahkan ataukah justru itu yang membuat Allah membencinya. Jadilah Islam menjadi standar kehidupannya. 

Itulah karakter khas remaja yang dibina oleh HTI. Remaja yang unggul, remaja yang cemerlang, remaja yang berprestasi. Pembinaan yang dilakukan HTI mampu mengembalikan fitrah remaja sebagai agent of change (agen perubahan). Sebagai generasi penerus yang unggul. Hasil pembinaan, mampu mencetak generasi yang siap menyongsong peradaban mulia. 

Itulah salahsatu diantara sekian banyak kiprah HTI dalam membangun negeri. Wajar saat HTI menganggap pencabutan badan hukumnya adalah sebuah kedzoliman. Jika saja mau jujur, sebetulnya kita yang membutuhkan HTI. Karena pada dasarnya ide dan landasan HTI itu adalah ideologi Islam yang murni.  Yang sejalan dengan nilai-nilai keindonesiaan. Justru tatkala kita menerapkan Islam secara kaffah, maka secara otomatis kita menjalankan nilai-nilai kehidupan yang luhur. 


Wa'allahu a'lam bi showab. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!