Saturday, May 26, 2018

Kenali Diri, Lejitkan Potensi (Bag. 3 - Selesai)


Oleh : Al Azizy Revolusi

.

"Nyut-nyut". Kepala terasa nyut-nyut. Hidung tersumbat. Pilek. Ditambah tubuh sedikit menggigil. Di tenggorokan seperti ada yang mengganjal. Mata agak berkunang-kunang. Seolah ingin terus ada di atas pembaringan. Menutup mata, kompres kepala dan selimuti badan seluruhnya.

.

Dengan kondisi ini, puasa tak bisa maksimal. Ibadah tak mungkin sempurna. Kadang harus menarik nafas panjang, sebab menghirup udara saat situasi begini tidak gampang. Kemudian terbesit di dalam pikiran untuk menghentikan puasa. Berbuka dengan segelas air dan sebutir kapsul obat. Namun hingga adzan maghrib dikumandangkan, tak ada setetes air pun yang masuk ke dalam kerongkongan. Nanti setelah berbuka, barulah obat dilahap sambil berdoa. Semoga Allah menyembuhkan. Syafaniyallah 😊

***


Setiap manusia pasti pernah dihadapkan pada suatu pilihan. Antara melakukan atau tidak. "Hidup adalah pilihan", kata seorang inspirator muslim, Felix Siauw. Memang begitu adanya. Bahwa kita hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan kita kemarin.

.

Dalam menentukan suatu pilihan, potensi ketiga dalam diri manusia sangat berperan penting. Potensi apa itu? Akal atau Al Aqlu. Akal-lah yang mengarahkan manusia dalam memilih perbuatan. Apakah melakukan ataukah tidak. Benar-salahnya tindakan kita dapat dinilai secara dzahir oleh akal.

.

Sementara itu, perbuatan manusia sebenarnya tak jauh-jauh dari aktivitas memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri. Nah, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ini bisa salah dan bisa juga benar. Disini peran akal benar-benar diperlukan. Jika tak menggunakan akal, bisa jadi tak ada bedanya manusia dengan hewan. Alamak!

.

Akal memang menjadi pembeda antara manusia dan hewan. Maka memahami hakikat akal itu merupakan hal yang harus dilakukan. Batasan akal juga perlu telaah. Agar tak sembarangan dalam menggunakannya.

.

Akal didefinisikan sebagai aktifitas berfikir. Yakni aktifitas menghubungkan fakta yang terindera ke dalam otak lalu dinilai berdasarkan informasi sebelumnya. Dari definisi ini, ada 4 unsur yang harus ada untuk mewujudkan akal atau aktifitas berfikir:

.

1. Fakta yang terindera

Fakta merupakan hal yang penting dalam berfikir. Jika fakta tak ada, maka bukan berfikir namanya. Tapi mengkhayal. Fakta ini harus dapat terindera.


2. Indera yang Sehat

Indera juga aset penting dalam berfpikir. Apa artinya fakta jika tak diindera. Mengkhayal juga akhirnya.


3. Otak yang sehat

Otak orang gila tak mungkin bisa berfikir dan menilai. Semua juga tau. So, tak perlu penjelasan lebih lagi kan.


4. Informasi sebelumnya

Ini adalah unsur yang paling penting. Jika fakta tulisan mandarin ditulis di hadapan kita, meski dengan indera dan otak yang sehat, namun tak punya informasi tentang bahasa mandarin, dijamin tak akan tewujud akal atau aktifitas berfikir.

.

Seperti yang telah dikemukakan, bahwa informasi sebelumnya itu maha penting. Maka informasi yang diterima haruslah bersesuaian dengan syariat Islam. Agar jika memilih perbuatan, berdasarkan informasi yang telah diterima yakni Islam.

.

Misal faktanya perhiasan, di atas meja. Ada pilihan mengambilnya atau tidak. Mencari pemiliknya atau tidak. Kalo informasi awalnya sekuler, pasti mengambilnya dan tidak mencari tau pemiliknya. Berbeda jika informasi awalnya adalah islam, pasti mencari tau pemiliknya dan mengembalikannya sebagaimana ajaran Islam.

.

Lihat kan kawan gimana pentingnya akal itu. Akal harus disesuaikan dengan Islam. Sehingga ketika hendak memenuhi kebutuhan, baik dari naluri maupun kebutuhan jasmani, dapat menjadi Islami dan juga diridhoi.

.

Gimana caranya mengisi akal dengan Islam? YukNgaji. Belajar Islam. Ikut kajian. Agar bisa mengenal diri dan melejitkan potensi. Siap?[]

.

.

Puosu, 21 Mei 2018


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!