Saturday, May 26, 2018

Kenali Diri, Lejitkan Potensi (Bag. 2)


Oleh : Al Azizy Revolusi

.

Wajah merah menahan marah. Geram rasanya. Ketika hendak keluar dari rumah, kunci motor tak ditemukan jua. Ponakan mengaku lupa menyimpan di mana.

.

Saat ditanya, dia hanya menggaruk kepala. Ingin rasanya berteriak padnya. Tapi apa hendak dikata, memang begitulah adanya. Lupa katanya. Padahal hendak mengisi kursus sorenya. Nanti menjelang maghrib, baru ditemukan kuncinya. Terlambat sudah akhirnya.

***

Gimana kawan kalo mengalami kejadian seperti di atas? Marah? Sedih atau bahagia? Hmm.. marah pasti. Itu wajar. Malah aneh kalo bertepuk tangan lalu tertawa 😂.

.

Itulah naluri. Potensi kedua yang pasti dimiliki manusia. Semua manusia. Naluri atau al Gharaiz diciptakan Allah sepaket dengan penciptaan manusia itu sendiri. Sama seperti Hajatul Uduwiyah atau kebutuhan jasmani yang dibahas kemarin.

.

Bedanya apa? Bedanya terletak pada penampakan dan faktor yang merangsangnya. Berbeda dengan kebutuhan jasmani yang muncul karena dorongan dari dalam tubuh, naluri akan muncul karena dorongan dari luar. Berupa fakta atau imajinasi.

.

Dari segi penampakan, Al Gharaiz ada 3. Pertama; Gharizah At-Tadayyun (Naluri Bertuhan). Penampakannya adalah merasa kecil dihadapan dunia. Paling terasa kalo sakit keras. Naluri ini pasti muncul dan menjadikan manusia mengingat Tuhannya.

.

Kedua; Gharizah Al-Baqo' (Naluri mempertahankan diri). Penampakannya ya seperti marah jika diganggu. Sedih ketika dapat musibah, senang saat lulus ujian atau takut dikala sendirian pada malam hari.  Juga rasa ingin memiliki kekayaan. Semua itu naluriah pada manusia normal.

.

Ketiga; Gharizah an-Nau' (Naluri Melestarikan Keturunan). Biasa juga disebut naluri berkasihsayang. Penampakannya adalah cinta. Cinta ayah kepada ibu. Cinta orang tua-anak. atau sebaliknya. Cinta kepada sesama manusia. Hingga cinta kepada lawan jenis. Saat melihat seseorang yang sesuai kriterianya, jantungnya berdetak cepat. Itu naluri.

.

Jadi, semua naluri di atas adalah alamiyah. Bahkan qadarullah. Sesuatu yang Allah tetapkan pada diri manusia saat menciptakannya. Termasuk kebutuhan jasmani. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana menggunakan potensi-potensi itu? In syaa Allah kita lanjutkan besok. Sabar ya. 😊

.

.

Puosu, 20 Mei 2018


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!