Thursday, May 24, 2018

Kemuliaan Hamba : Bukan Title Tapi Taqwa


Oleh : Komsiah Khusnul Khotimah

(Mahasiswi Prodi BKI Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel Surabaya)


Kita sering menganggumi orang yang bertitle tinggi, pintar akan akedemisi. Melihatnya seakan terpanah berharap menjadi sosok yang kita kagumi. Saat kita ingin seperti sosok yang kita kagumi, maka disitulah ada niat berjuang meraih impian yang selama ini di dambakan. Saat impian sudah diraih, mendapatkan title, tentulah ada rasa bangga dalam diri atas perjuangan yang sudah di lakukan. 


Dengan title yang kita dapatkan akankah menjadikan kita makhluk Allah yang senantiasa merasa kurang dengan ilmu-Nya. Sedang tantangan zaman saat ini mengesampingkan ilmu agama dengan ilmu dunia. Seakan-akan orang yang pandai dengan akademisi, mereka diberikan kedudukan atau jabatan yang layak dibandingkan dengan seseorang yang piawai dalam bidang agama.


Begitulah tipu daya dunia yang gemerlap telah melenakkan manusia. Begitu indahnya dunia  hingga memperdaya manusia. Bertitle tinggi namun melupakan syariat Allah. Mengambil sebagian aturan Islam dan meninggalkan sebagian aturan Allah. Islam ini bukanlah agama prasmanan, yang bisa memilih semaunya saja. Islam tidak bisa di ambil sesuai dengan kesenangan, atau hawa nafsunya.  Ketika Islam sebagai aturan, maka manusia pun wajib mengambil semua aturan Allah, sami’na wa atha’na. 


Dear, jangan bangga jika kita bertitle tinggi tapi mengesampingkan syariat Allah. Berapa banyak orang yang di luar sana bertitle tinggi,  saat diberi amanah kedudukan tinggi atau jabatan ia melakukan korupsi, mendzolimi rakyat, melakukan tindakan kriminal, tidak menutup aurat, terjerat narkoba. Saat disampaikan ayat Allah, ia mental dengan dalil al-qur’an. Hati nuraninya telah dibutakan oleh syaiton. Tidak mau menerima kebenaran Islam. Al-qur’an sebagai petunjuk umat muslim, sudah tak lagi di hiraukan. Seharusnya standart umat muslim adalah terikat dengan hukum yang sudah Allah perintahkan.


Ilmu yang tak berpedoman syari’at tidak menjadikan semakin bertaqwa kepada Allah. Terlena akan gemerlapnya duniawi, tergiur dengan jabatan, tergiur dengan materi. Menjual agama sebagai alat penyambung hidup. Tak ada sedikit pun rasa takut kepada pencipta-Nya.


Alhasil title di dunia belum menjamin seseorang itu bertaqwa. Dan hanya taqwa bukan title tinggi yang Allah nilai sebagai derajat di sisi-Nya.


Dear, bertitle tinggi yang menambah keimanan dan kenyakinan penerapan Islam secara kaffah itulah hakikat ketinggian ilmu seorang hamba disisi pemilik semua pengetahuan yaitu Allah azza wa jalla. Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang senantiasa menebarkan kebaikan, menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.

Aamiin Yaa Mujibbassailin

Wallahu a’lam bishoab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!