Saturday, May 26, 2018

Kecerdasan Arsitek Muslim


Oleh : Yuyun P. Anwar


"Di wilayah kekuasaan Islam, tidak hanya Muslim tapi juga Kristen dan Yahudi menikmati kehidupan yang baik. Mereka mengenakan pakaian yang bagus di kota-kota indah yang dilayani oleh jalan-jalan beraspal, air gratis dan saluran air, dan makan hidangan dengan bumbu lezat, yang disajikan dengan (piring) keramik dari Cina" (Jonathan Bloom & Sheila Blair).


Siapapun yang jujur pasti akan mudah mengakui keagungan peradaban Islam yang gemilang. Bahkan berani menyatakan peradaban Barat hari ini berhutang banyak kepada Islam. Rasanya pengidap Islamophobia akut sedikit demi sedikit akan menemukan obat penawarnya tatkala terbuka dengan penilaian atas Islam.


Apa yang dinyatakan Bloom-Blair tidaklah berlebihan jika kita coba menjelajah dunia Islam mulai abad ke-10. Tatkala kota-kota Eropa nampak kumuh dan suram dengan penerangan sederhana. Tata kota dunia Islam justru begitu cantik dan menawan pandangan. Penerangan yang cukup, air mancur yang melengkapi taman-taman kota dengan jalan berpaving menambah keindahan kota dunia Islam. Tidak ditemukan sampah berserakan apalagi bau busuk dari genangan air kotor. 


Apabila mencermati lebih jauh sentuhan arsitek dalam bangunan-bangunannya, kita akan menemukan detil desain interior dan eksterior yang memanjakan mata dengan perpaduan warna-warni menarik. Jonathan Bloom dan Sheila Blair dalam buku Islamic Arts and Architecture mengatakan, gaya arsitekturnya sangat mengandalkan presisi. Kompleks Coban Mustafa Pasha, misalnya, didekorasi dengan hiasan panel serta bahan marmer.


Hasilnya bangunan-bangunan megah nan cantik dengan arsitektur berkelas berdiri kokoh di hamparan wilayah dunia Islam. Tak salah jika banyak hasil fisik peradaban Islam dikukuhkan sebagai peninggalan teragung sekaligus lambang kemajuan dan kebesaran sebuah peradaban. Sebut saja The Dome of the Rock atau Qubbatu Shakhrakh di Yerusalem, Taj Mahal di Agra, India, Alhambra di Granada, Spanyol, dan Masjid Biru di Istanbul, Turki, merupakan beberapa karya dengan sentuhan arsitektur Islam yang fenomenal.


Sebagai peradaban tertua di dunia, Islam berhasil mencetak arsitek-arsitek handal. Adalah Mimar Sinan, salah satu arsitek kenamaan Islam di era Khilafah Utsmaniyyah. Di akhir pengabdiannya kepada Khalifah, beliau persembahkan Masjid Sulaiman di pusat kota Turki; Istambul. Di lingkungan masjid ini terdapat komplek (kulliye) yang terdiri dari sekolah, perpustakaan, dapur umum bagi kaum miskin, tempat tidur bagi wisatawan, dan makam Sultan Muhammad. Sebagai seorang arsitek muslim, mereka senantiasa menyertakan esensi spiritual dalam karya-karyanya. Mereka memahami ketentuan-ketentuan Islam dalam hal seni. Mereka juga mengkaitkan fungsi bangunannya dalam bingkai komprehensif berdasar Islam mabda', mengkaitkan dengan  kebutuhan pengurusan urusan publik (riayah syuunil ummah). Para arsitek muslim melakukan semuanya dengan motif kuat kesadaran hubungannya dengan Allah. Oleh karena nya, dihasilkan dari sentuhan tangan dingin mereka sebuah karya megah bergaya artistik yang tetap menjaga unsur-unsur spiritual di dalamnya. 


Semoga peradaban Islam dapat mengemuka kembali sebagai mercusuar peradaban dunia. Amin😇

Penulis : Yuyun P. Anwar



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!