Thursday, May 24, 2018

Kebaya Konde VS Khimar Jilbab


Oleh: Vio Ani Suwarni


Walaupun bulan April sudah berlalu, tidak ada salahnya membahas pembahasan yang kece badai ini. Apa lagi kalau bukan terkait ala-ala nuansa perempuan, yakni konde dan kebaya yang senantiasa disematkan pada Raden Ajeng Kartini yang lahir pada 21 April.


Di bulan April seolah-oleh menjadi agenda tahunan untuk merayakan perayaan Kartini Day's. Semua instansi dari mulai TK sampai dengan Universitas, dari kalangan pemuda, ibu-ibu bahkan bapak-bapak tak ketinggalan untuk merayakan perayaan ini.


Jika membahas R.A. Kartini pasti mindset yang terbayang dalam benak kita adalah sosok seorang wanita yang cantik, manis, anggun dan kebaya yang membalut pakaiannya serta konde yang senantiasa menghiasi kepalanya.


Beberapa informasi pernah penulis temukan, informasi tersebut membuat penulis sedikit kebingungan. Karena selama ini kita mengetahui bahwa R.A. Kartini tidak mengenakan kerudung. Kita bisa membayangkan dan melihat bagaimana beliau, karena ada beberapa sekolah yang selalu memajang gambar-gambar pahlawan di kelasnya. Gambar beliau pun biasanya turut menghiasi kelas-kelas tersebut.


Sedangkan penulis pernah mendapati informasi yang menerangkan bahwasannya beliau mengenakan kerudung. Jujur saja informasi ini membuat kebingungan dan kerancuan tersendiri yang penulis rasakan. Akan tetapi setalah membaca kembali referensi terkait perjalanan hidup R.A. Kartini maka terang pun mulai penulis pahami.


R.A. Kartini pernah hijrah dan belajar Islam. Beliau belajar Islam melalui Kyai Soleh Darat. Sang Kyai pernah menghadiahkan terjemahan Al-Qur'an juz 1 sampai dengan juz 13. Tentu saja kita dapat menyimpulkan R.A. Kartini sedang berproses untuk memahami hukum-hukum Islam yang ada di dalam Al-Qur'an.


Karena hadiah terjemahan Al-Qur'an baru sampai 13 juz. Sedangkan hukum mengenakan khimar untuk perempuan ada di dalam surat An-Nur ayat 31 yang terletak pada juz ke 18. Hukum mengenakan jilbab untuk perempuan pun ada pada surat Al-Ahzab ayat 59 yang terletak pada juz ke 22. Maka dapat disimpulkan beliau belum sampai pada pembahasan mengenakan khimar dan kerudung. R.A. Kartini mempelajari Islam, namun  belum sempurna.


Karena hal tersebutlah banyak sekali slogan-slogan bermunculan yang seolah-olah "Tidak apa-apa seorang muslimah tidak mengenakan khimar dan jilbab", "Muslimah tidak harus memakai khimar dan jilbab", "Perempuan bebas, tubuhku otoritasku" dan sejumlah slogan-slogan lainnya yang mengucilkan hukum Allah ini.


Padahal yang harus seorang muslimah ikuti adalah hukum Allah. Karena Allah itu tuhan kita, Allah itu yang menciptakan kita dan Allah lah yang paling berhak untuk mengatur kehidupan kita karena kita adalah seorang hamba.


Selain slogan-slogan nyeleneh yang muncul di bulan Maret lalu. Puisi penomenal ciptaan Bu Sukmawati Soekarno Putri pun ikut menghiasi bulan April yang sarat akan "Kartini Day's". Dalam puisi tersebut sudah sangat jelas sekali membandingkan kebaya konde VS khimar kerudung. Kebaya dan konde ciptaan budi daya manusia. Sedangkan khimar dan kerudung adalah perintah Allah SWT yang memiliki alam semesta beserta isinya.


Ketika berpakaian, hendaknya seorang muslimah harus sesuai dengan syariat Islam. Ketika tidak tahu, maka penting sekali untuk mencari tahu. Karena manusia hanyalah tempat ketidaktahuan. Sedangkan Allah adalah tempat sumber ilmu dan pengetahuan.


Wallahu a'lam bishowab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!