Saturday, May 12, 2018

Karena Ilahi, HTI Masih Tegak Berdiri


Oleh Ammylia Rostikasari, S.S. 

(Akademi Menulis Kreatif dan Komunitas Penulis Bela Islam)


Senin penuh harap-harap cemas. Akhirnya, gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengenai pencabutan badan hukum perkumpulan (BHP) yang dilakukan oleh rezim yang tengah berkuasa saat ini, ditolak oleh majelis hakim(7/5/2018). 


Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Tri Cahya Indra Permana SH MH, dengan Hakim Anggota Nelvy Christin SH MH dan Roni Erry Saputro SH MH, serta Panitera Pengganti Kiswono SH MH. Telah mewakili sikap rezim yang paranoid terhadap ajaran Islam kaffah, termasuk ide tentang khilafah.


Pasca putusan yang demikian, kekecewaan merupakan sebuah kefitrahan yang Allah berikan bagi setiap hambanya yang memiliki harapan. Sujud syukur pun serentak dilakukan, takbir begitu gegap gempita diteriakkan. Karena di dalam hati para ulama yang setia menyaksikan sidang putusan telah terhujam, apapun hasilnya itu jawaban terbaik dari Yang Maha Kuasa. 


Adab juga etika tetap terjaga, Water canon dan gas air mata yang disiapkan aparat yang konon untuk mengantisipasi kericuhan pun jelas tak berguna. Karena masa HTI tahu betul bagaimana menyikapi pihak yang telah menzalimi. HTI langkahnya dituntun Ilahi, tak akan kalap dikuasai emosi. Apalagi sampai membuat keributan. HTI akan melanjutkan banding.


Apa mau dikata, saat ini kita hidup di bawah naungan sistem kapitalis sekuler. Di mana kebenaran hanya ditafsirkan dari sudut pandang pemangku kekuasaan.  Mereka yang berkepentingan akan getol memojokkan  perjuangan Islam dan para pengembannya. Begitu juga pada khilafah sebagai ajaran Islam dan aktivis HTI yang begitu peduli mengoreksi kebijakan pemimpin negeri ini.


Khilafah yang mereka khawatiri mengancam NKRI. Khilafah yang mereka takutkan memorak-morandakan ide jumawa demokrasi. Padahal, sejatinya khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Khilafah adalah sistem pemerintahan yang menegakkan kitabullah dan sunah Rasulullah. Rujukan hukum Sang Maha Agung yang akan mengundang berkah melimpah dari langit dan bumi.


Putusan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) kiranya tak mampu menyurutkan perjuangan menggemakan ajaran Islam Kaffah juga Khilafah. Karena kewajiban dakwah tak mesti Mengantongi izin dari penguasa negeri. Kewajiban dakwah merupakan instruksi tegas dari Ilahi. Tak mesti berkecil hati karena peristiwa ini. Tetaplah tegak berdiri barisan HTI, perjuangkan Khilafah sebagai ajaran Islam! Rangkul umat untuk dapat terus membersamai. Insyaallah, pertolongan Allah segera menghampiri.



اِنۡ یَّنۡصُرۡکُمُ اللّٰہُ فَلَا غَالِبَ لَکُمۡ ۚ وَ اِنۡ یَّخۡذُلۡکُمۡ فَمَنۡ ذَاالَّذِیۡ یَنۡصُرُکُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِہٖ ؕ وَعَلَی اللّٰہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ

” Jika Allah menolong kamu maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) makasiapakah yang dapat menolong kamu(selain dari Allah) setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang mukmin bertawakkal(Q.S. Ali-Imron:160).”

Wallahu’alam bishowab



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!