Wednesday, May 16, 2018

Istimewanya Bau Mulut Orang Berpuasa


Oleh : Asma Ridha (Member Revowriter Aceh)


Allah swt telah berfirman,  


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Al‐Baqarah: 185) 


Bulan penuh berkah, sepatutnya tidak ada seorang  muslimpun yang tidak menjalankannya, kecuali karena alasan uzur syar'i. Allah swt memberikan keistimewaan pada mereka yang sakit ataupun sebagai musafir. Akan tetapi tetap wajib untuk menggantikan puasa yang telah ditinggalkannya.


Berpuasa tidak jarang pula membuat nafas yang keluar dari mulut sedikit tidak enak. Menurut sumber everydayhealth.com dikatakan bahwa penyebab umum dari keluhan bau mulut adalah infeksi dan paparan bakteri yang terjadi pada area mulut. Bahkan dalam data WebMD setidaknya 80% penyebab bau mulut adalah keluhan pada oral mulut seperti karang gigi, keluhan gusi, sariawan dan coated tongue yakni kondisi dimana lidah memiliki lapisan putih atau kekuningan pada lidah akibat endapan karang, asam atau inflamasi.


Pada dasarnya mulut menyimpan ribuan bakteri di sela gigi dan lidah dan gusi. Bakteri ini secara alami membantu fungsi mulut dan memproses makanan yang masuk. Hanya saja ketika terjadi iritasi atau inflamasi pada gigi, gusi atau lidah, maka bakteri justru bekerja menginfeksi dan merusak jaringan dalam mulut. Saat inilah biasanya seseorang kemudian mengalami masalah bau mulut.


Akan tetapi, justru Allah swt lebih menyukai bau mulut hamba-Nya karena cinta dan ketaatan kepada-Nya. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,


لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ


“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.” (HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151)


Khuluf yang dimaksud dalam hadits adalah berubahnya bau mulut orang yang berpuasa dikarenakan ia menjalani puasa.


Ada dua alasan kenapa sampai bisa bau mulut orang yang berpuasa istimewa :


1- Amalan puasa itu adalah rahasia antara hamba dengan Allah. Karena itu rahasia yang ia sembunyikan, maka Allah pun membalasnya dengan menampakkannya dengan bau harum di antara manusia di hari kiamat.


2- Bekas ketaatan yang berakibat tidak enak bagi jiwa di dunia, bekas seperti itu akan dibalas dengan sesuatu yang menyenangkan pada hari kiamat.


Artinya, bau mulut yang tidak enak akan dibalas dengan bau yang wangi karena hal itu muncul dari amalan ketaatan pada Allah di dunia. (Lihat Lathoiful Ma’arif, hal. 286-288).


Ibnu Rajab rahimahullah berkata,


كُلُّ شَيْءٍ فِي عُرْفِ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا إِذَا انْتَسَبَ إِلَى طَاعَتِهِ وَرِضَاهُ فَهُوَ الكَامِلُ فِي الحَقِيْقَةُ


“Segala sesuatu yang dianggap kurang di dunia menurut pandangan manusia namun jika itu didapati karena melakukan ketaatan pada Allah dan mencari ridha-Nya, maka hakekatnya kekurangan tersebut adalah kesempurnaan (di sisi Allah).” (Lathoiful Ma'arif, hal. 288)


Bau mulut orang yang berpuasa, di disi Allah justru harum. Kelak di hari kiamat keharumannya adalah bukti ketaatan yang dilakukan di dunia. Dan bau mulut yang harum tersebut membuat orang lain makin mencintainya di akhirat kelak. Itulah yang disebutkan dalam ayat,


إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. ” (QS. Maryam: 96).


Wallahu a'lam bis-Shawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!