Friday, May 11, 2018

Islam Akan Tetap Gemilang, Ada Atau Tidaknya Anda Di dalam  Perjuangan



Oleh: Vio Ani Suwarni


"Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah" (TQS. Ali Imran: 110)


Jika membaca berulang ayat di atas, saya pribadi merasa malu. Karena jujur saja, melihat kondisi ummat Islam saat ini begitu jauh dari kata terbaik. Bahkan yang terjadi kema'rufan dan kemungkaran menjadi terbalik. Putusan sidang PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) yang menolak gugatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada senin (07/05/2018). Merupakan suatu bukti sebuah kemungkaran sedang terjadi di muka bumi ini. Tidak ada yang salah dengan dakwah HTI, dakwahnya mengajak pada kebaikan dan menghentikan keburukan. Metode dakwah HTI pun mengikuti metode dakwah Rasulullah SAW.


Dakwah itu adalah perintah Allah dan Rasulullah SAW. Apapun yang terjadi dakwah akan terus berjalan, sampai kemenangan untuk ummat Islam datang. Islam akan tetap menang dan gemilang dengan adanya anda ataupun tidak adanya anda di dalam perjuangan dakwah ini. Maka jadilah anda pejuang dakwah yang senantiasa istiqomah di jalanNya. Keistiqomahan itu terlihat pada pembela-pembela agama Allah. Pencabutan BHP HTI yang terjadi kemarin, justru disambut dengan sujud syukur. Tidak ada wajah sedih, tidak ada ekspresi takut. Air mata meleleh, karena terharu melihat keteguhan para pengemban dakwah. Melihat dukungan ulama' dan umat yang luar biasa.


Sungguh keputusan ini sangat menyakiti hati ummat Islam. Bagaimana tidak, dakwah ini tidak menggunakan kekerasan tidak ada yang salah dengan pembahasan materi-materi kajian yang disampaikan oleh HTI. Malah penulis melihat banyak perubahan positif yang terjadi pada setiap diri yang mau ikut mengkaji di HTI. PTUN memvonis Khilafah, ajaran Islam, sebagai paham yang dianggap bertentangan dengan Pancasila. Padahal, para ahli independent sepakat, bahwa Khilafah, suka atau tidak adalah ajaran Islam. Bukan faham, apa lagi menyamakan dengan paham Komunisme, Ateisme, Kapitalisme dan Sekularisme.


Namun, walaupun hal yang menyakitkan itu terjadi, tetap kita hadapi dengan cara berusaha memperjuangkan dakwah seraya memanjatkan do'a kapada Allah SWT. Sebab, hanya Allahlah yang mampu menolong hamba-hambanya. Selalu ingat bahwa "Ketika Islam turun ke dunia ini dengan keterasingan dan akan kembali pula dengan keterasingan. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing". Begitu terasingnya ummat Islam, semua pihak seakan tidak mendukung perjuangan ini. Akan tetapi hati ini harus senantiasa bersabar dan pikiran pun harus senantiasa berpikir positif dan jernih.


Dulu, ketika Rasulullah SAW membebaskan manusia dari pengabdian terhadap sesama manusia menjadi pengabdian semata untuk Allah SWT. Beliau dituduh macam-macam. Tuduhan tukang sihir, ahli sihir, cap pemecah belah bangsa Quraisy; tudingan melawan keyakinan nenek moyang sebagai the founding father bangsa Arab; bahkan tuduhan gila pun disematkan kepada Rasulullah SAW, manusia mulia itu. Sang Nabi terakhir itu pun diembargo, dihalang-halangi, bahkan diancam dibunuh. Namun demikian, beliau tetap tegar dalam dakwah.


Penggalan kisah perjuangan Rasulullah SAW di atas sangatlah menginspirasi kita semua. Walaupun banyak rintangan menghadang, pada kenyataannya dakwah ini tetap berjalan. Kalaulah dakwah ini terhenti, tentu saja Islam tidak akan pernah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Tapi, kenyataannya sebaliknya, itu artinya dakwah ini, perjuangan ini, dien ini, dijaga langsung oleh Rabb kita. 


Maka kita tidak perlu khawatir karenanya, karena pertolongan Allah cepat atau lambat akan menghampiri ummat. Pertolongan ini tidak akan datang pada waktu yang lambat ataupun pada waktu yang cepat. Tapi, akan datang pada waktu yang tepat. Pastikan anda menjadi bagian di dalamnya. Karena berjuang membela agama Allah setalah kemenangan datang. Akan berbeda dengan ummat muslim yang berjuang sebelum Islam menang.


Dalam perjuangan, tidak ada kata kalah. Karena hakikat menang dan kalah hanya di tangan Allah. Kekalahan di tangan manusia tidak menghalangi kemenangan dari Allah, selama istiqomah dalam ketaatan. Sebaliknya, kemenangan di hadapan manusia boleh jadi menjadi penghalang kemenangan di tangan Allah



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!