Monday, May 7, 2018

Ingin Sejahtera Kok Nge-Riba


Oleh : Hafizah

( Pelajar Dan Pemerhati Masyarakat )



Seperti racun berlabel obat. Itulah kata yang tepat untuk riba. Alih-alih menjadi jalan keluar dari himpitan ekonomi di jaman ekstrim ini. Malah jadi jerat kawat bagi korbannya.


Riba adalah melebihkan pinjaman saat pengembalian berdasarkan presentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok. Pengembalian uang pokok, selain uang juga bisa berupa tanah, rumah, kendaraan dan benda yang memiliki nilai jual yang sebanding oleh pihak yang peminjam kehendaki. Dan hukumnya haram. Mereka katakan, riba adalah Dewa Penyelamat masyarakat, padahal menjerat dan menyeret siapa saja tanpa pandang bulu. 


Di dalam Surah Al Baqarah : 276, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah memusnahkan riba dan menyuburkan  sedekah. Allah tidak menyukai orang yang tetap dalam kekafiran dan bergelimang dosa.”


Allah senantiasa mengingatkan manusia akan adzab. Dan orang yang mengambil riba, dosa paling kecil adalah seperti berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Na’udzubillah.


Perlu diketahui bahwa faktor penyebab orang mengambil riba adalah kurangnya peran negara dalam amar ma’ruf dan nahi munkar atas haramnya riba, tidak diterapkannya Islam secara menyeluruh, jauhnya masyarakat dari Alquran dan As Sunnah, ditambah lemahnya pemahaman masyarakat terkait hukum syara’. 


Oleh karena itu, kembali kepada hukum Allah adalah solusi keluar dari jerat riba. Dibarengi Memperkaya diri dengan pemahaman Islam. Maka, InsyaAllah tercapai kemudahan duni a dan akhirat. 



Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!