Thursday, May 17, 2018

Indahnya Kebersamaan Dalam Islam


Oleh: Najwa Alifah (Anggota Revowriter Aceh)


Menjelang bulan suci ramadhan menjadi kebiasaan bagi umat islam untuk berkumpul bersama teman, kerabat dan keluarga tercinta. Terutama yang jauh diperantauan pasti dibalut sedih penuh kerinduan apabila tidak pulang menemui keluarganya. Tentu ini menjadi momen yang sangat membahagiakan. Yang sebelumnya sering sendiri menjadi ramai, yang jauh menjadi dekat dan yang renggang akan menyatu. 


Indahnya kebersamaan itu menghilangkan beban yang berat dipikul. Karena disana dihiasi tawa, cerita, keceriaan yang menyatukan. Seperti di hari megang menjadi momen terindah yang dinantikan para keluarga tercinta. Indahnya itu bukan terletak pada kemewahan materi, bukan pada kesukuan dan bukan pula pada paras yang rupawan. Akan tetapi indahnya itu sederhana dan penuh syukur. 


Tiada arti bahagia karena harta jika ternyata diraih dari hasil riba. Tiada arti bahagia dengan patokan kesukuan karena itu sesaat hanya akan mejauhkan. Tiada arti bahagia karena keelokan dan ketampanan itu semua akan mengantarkan pada kesombongan. 


Bahagia dalam islam sederhana ketika kerkumpul menyatunya pemikiran perasaan dan aturan yang sama yaitu islam sehingga terjalin hubungan yang mengokohkan diantara individu dan masyarakat dalam menjalankan syariat Allah menjauhi semua laranganNya menjaga dalam ketaatan menguatkan dalam kesabaran, saling berkasih sayang dalam memberi tidak mencaci yang akan berujung pada perpecahan.


 Allah SWT berfirman:


 وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ 


Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Ali ‘Imran :103) 


Islam itu menyatukan sebagaimana menyatunya air dalam gula mereka saling menjaga dan melindungi. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Perumpamaan kaum Muslimin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, dan saling menolong di antara mereka seperti perumpamaan satu tubuh. Tatkala salah satu anggota tubuh merasakan sakit, maka anggota tubuh yang lainnya akan merasakan pula dengan demam dan tidak bisa tidur.” (HR Muslim).


Begitulah islam menerangkan, tentu hal ini sangat diimpi-impikan oleh setiap orang. Kebahagiaan yang tersuasanakan keimanan bagai cahaya yang meliputi seluruh umat  tidak akan terwujud dalam sistem sekuler hari ini yang dipenuhi riba hanya memperturut hawa nafsu semata. 


Kebahagiaan itu akan dapat diraih dalam negara khilafah yang menerapkan islam secara kaffah menjadi rahmat bagi seluruh Alam.

Wallahu ‘alam bishawab


Bagikan Yuk!

Pengelola:

Informasi yang ada di web ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. Amin!

0 comments:

Mohon komentarnya santun dan sopan!